Kamis 19 Januari 2023, 06:10 WIB

Pemkab Rejang Lebong Diminta Terbitkan Perda Larangan Penjualan biji Kopi Basah

Muhamad Fauzi | Nusantara
Pemkab Rejang Lebong Diminta Terbitkan Perda Larangan Penjualan biji Kopi Basah

MI/Amirrudin
Petani kopi menjemur kopi hasil kebunnya untuk dikeringkan sebelum dijual.

 

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu diminta menerbitkan peraturan daerah (perda) larangan penjualan biji kopi basah untuk mengantisipasi pencurian komoditas unggulan setempat.

"Kami sudah mengusulkan kepada pengurus BMA di Kecamatan Bermani Ulu untuk diteruskan ke Pemkab Rejang Lebong supaya diterbitkan perda larangan jual beli kopi basah, ini penting dilakukan guna mengantisipasi maraknya aksi pencurian kopi di kebun masyarakat," kata Kapolsek Bermani Ulu Iptu Ibnu Sina Alfarobi, di Rejang Lebong, Rabu.

Dia menjelaskan, penerbitan perda larangan jual beli kopi basah tersebut sudah diterapkan di beberapa daerah di Provinsi Bengkulu, dan berhasil menekan pencurian kopi karena orang menjadi takut untuk membelinya.

"Di wilayah hukum Polsek Bermani Ulu sudah banyak warga yang kehilangan buah kopi di kebun lantaran diambil oleh pencuri, karena saat ini belum ada larangan orang membeli kopi basah atau kopi baru dipetik," katanya pula.

Ketua Badan Musyawarah Adat (BMA) Kabupaten Rejang Lebong Ahmad Faizir di tempat terpisah, mengatakan pihaknya sudah menerima usulan penerbitan perda larangan jual beli kopi basah dari jajarannya di tingkat kecamatan.

"Untuk menerbitkan perda ini terlebih dahulu OPD terkait harus duduk satu meja, tidak bisa ke BMA saja tetapi dinas terkait lainnya harus berperan aktif seperti Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian dan Perkebunan," kata dia.

Kasus pencurian biji kopi basah di wilayah itu, kata dia, sering terjadi karena belum ada larangan orang untuk membeli kopi basah sehingga memungkinkan kasus pencurian biji kopi di kebun akan terus terjadi.

Kabag Hukum Pemkab Rejang Lebong Indra Hadiwinata menyebutkan, jika perda larangan jual beli kopi basah ini menyangkut ketenteraman dan ketertiban umum dan kamtibmas, sehingga inisiasinya bisa dilaksanakan oleh Satpol PP Kabupaten Rejang Lebong.

"Kalau bagian hukum ini hanya menerima usulan raperda yang diajukan oleh masing-masing OPD, kemudian dilakukan pembahasan sebelum diajukan ke DPRD guna dilakukan pembahasan sebelum disahkan menjadi perda," katanya pula. (Ant/OL-13)

Baca Juga: Pasar Murah TPID Kota Cirebon Diserbu Warga

Baca Juga

Medcom

Gempa Garut Rusak 586 Rumah

👤Kristiadi 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 22:10 WIB
586 rumah di Kecamatan Pasirwangi dan Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut mengalami kerusakan akibat gempa berkekuatan magnitudo 4,3, Rabu...
MI/Ramdani

KKP Hentikan Dua Proyek Reklamasi di Kepri

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 21:50 WIB
Dua proyek reklamasi tersebut tidak dilengkapi Izin Reklamasi dan...
Medcom

Pemkab OKU Timur Minta Masyarakat Waspada Banjir

👤Dwi Apriani 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 21:45 WIB
PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumsel mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap banjir yang berpotensi terjadi saat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya