Selasa 27 Desember 2022, 19:46 WIB

Pemkab Sleman Waspada Merebaknya Penyakit LSD Pada Ternak

Agus Utantoro | Nusantara
Pemkab Sleman Waspada Merebaknya Penyakit LSD Pada Ternak

ANTARA
Sapi perah

 

PARA PETERNAK di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta diminta  mewaspadai merebaknya penyakit kulit pada sapi yang infeksius disebabkan virus lumpy skin. Penyakit ini disebut LSD (Lumpy Skin Disease). 

Virus LSD atau LSDV merupakan virus bermateri genetik DNA dari genus Capripoxvirus dan famili Poxviridae. Virus ini umumnya menyerang sapi dan kerbau. Sejauh ini belum ada ada laporan kejadian LSD pada ruminansia lain seperti kambing dan domba.

"Kami sudah mendapat laporan adanya sapi di Sleman yang terkonfirmasi terkena LSD. Karenanya saya minta para peternak atau pemilik sapi 
mewaspadai," kata Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, Selasa (27/12).

Namun, Bupati meminta peternak tidak panik menghadapi LSD ini. Melalui Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, lanjutnya, Pemkab Sleman telah mengambil berbagai langkah strategis termasuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat.

Bagi peternak yang ternaknya terpapar, Kustini minta agar segera menghubungi petugas kesehatan hewan setempat serta memisahkan ternak yang terpapar serta kemudian membersihkan kandang secara rutin. Pembersihan kandang, lanjutnya dapat menggunakan disinfektan, kemudian ternak diberi pakan yang baik, bergizi dan bersih serta berkualitas. "Lalu lintas ternak pun perlu dikendalikan dan akan segera dilakukan 
vaksinasi," katanya.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Suparmono menambahkan, laporan adanya ternak yang terpapar LSD telah diterima pada 22 Desember lalu. "Dokter di Puskeswan Kapanewon Mlati melaporkan telah mendapati adanya ternak yang terkena LSD," jelasnya.

Ternak tersebut, katanya, dibeli 10 hari lalu dari Pasar Hewan Ambarketawang, Gamping, Sleman dalan kondisi sehat. Namun, kemudian sapi tersebut mengalami gejala kurang nafsu makan, demam kemudian muncul benjolan-benjolan pada kulit di sekitar leher. "Temuan ini kami laporkan ke Balai Besar Veteriner di Wates dan hasil uji laboratorium mengkonfirmasi benar terkena LSD," katanya.

Penularan virus yang menyebabkan timbulnya LSD, tambahnya, karena adanya kontak langsung hewan yang sakit dengan yang sehat, lewat makanan atau minuman yang tercemar dan kemungkinan munculnya vector seperti nyamuk culicoides, lalat serta caplak. Virus LSD, imbuhnya dapat ditemukan dalam darah ternak 3 minggu setelah terpapar dan dapat ditemukan dalam semen sapi jantan senam minggu setelah terinfeksi.

"Virus LSD ini tidak menular kepada manusia dan tingkat mortilitasnya sekitar 10 persen. Dampak dari penyakit ini pada hewan antara lain terjadi penurunan berat badan, penurunan produksi susu pada sapi perah, infertilitas, sterilitas pada sapi jantan, keguguran pada sapi bunting serta kerusakan pada kulit," jelasnya. (OL-15)

Baca Juga

dok.ant

Polda NTT : Tak Ada Laporan Penculikan Anak di Kota Kupang

👤Palce Amalo 🕔Rabu 01 Februari 2023, 15:39 WIB
KABID Humas Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) Kombes Ariasandy memastikan tidak ada penculikan anak di wilayah Kota...
dok.ant

Sakit Hati Alasan Mantan Wali Kota Blitar Samanhudi Merampok

👤Faishol Taselan 🕔Rabu 01 Februari 2023, 15:32 WIB
MOTIVASI mantan Wali Kota Blitar, Jawa Timur Samanhudi Anwar yang terlibat dalam perampokan di rumah dinas Wali Kota Blitar akhirnya...
MI/VOUCKE LONTAAN

Ketua Umum Legio Luminis Indonesia Wenny Lementut Salurkan 1.000 Paket Bantuan Korban Bencana di Manado

👤Voucke Lontaan 🕔Rabu 01 Februari 2023, 14:32 WIB
Apa yang dibuat LLI tersebut semata-mata karena alasan kemanusiaan. Ini wujud kepedulian sesama umat manusia kepada warga yang terkena...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya