Senin 31 Oktober 2022, 23:11 WIB

KNKT dan Polri Diminta Usut Tuntas Kecelakaan KFC Express Cantika Lestari 77

Abdillah M Marzuqi | Nusantara
KNKT dan Polri Diminta Usut Tuntas Kecelakaan KFC Express Cantika Lestari 77

Antara
Tim SAR menemukan jenazah korban kebakaran KM Express Cantika 77,

 

PENGAMAT maritim Marcellus Hakeng Jayawibawa mengungkapkan keprihatinan atas musibah yang menimpa Kapal Ferry Cepat (KFC) Express Cantika Lestari 77 rute Kupang-Kalabahi. Meski demikian, Hakeng mengimbau untuk mempercayakan pada hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Namun saya tidak ingin berkesimpulan terkait penyebab terbakarnya kapal Ferry tersebut terlebih dahulu. Karena itu ranah dari pihak KNKT dan kepolisian," terangnya, Senin (31/10)

Menurutnya, pihak berwenang saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait penyebab kecelakaan tersebut. Penyelidikan itu bukan semata untuk mencari pihak yang bertanggung jawab, melainkan juga berguna untuk perbaikan sistem.

"Bahkan kepolisian saat ini sedang melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kapal yang tenggelam di laut dan kru kapal. Karena investigasi terjadinya kecelakaan atau kebakaran tersebut dilakukan untuk perbaikan sistem bukan semata untuk menghukum," lanjutnya.

Sebelumnya, KFC Express Cantika Lestari 77 mengalami musibah kebakaran di dekat Perairan Amfoang, Kabupaten Kupang pada Senin (24/10). Kapal yang memuat ratusan penumpang, dengan 10 anak buah kapal (ABK) dan muatan 1 ton. Dari peristiwa itu, sebanyak 320 penumpang berhasil diselamatkan, 18 korban meninggal dunia dan sekitar 20 penumpang belum ditemukan.

Menurutnya, ada sejumlah hal yang menjadi perhatian, yakni mengenai manifes jumlah penumpang. Ia menduga ada keganjilan dalam sistem penjualan tiket daring.

"Saya melihat ada keganjilan dari pola penjualan tiket yang katanya sudah dilayani secara online. Jadi, siapa yang patut bertanggung jawab dengan adanya perbedaan manifes tersebut?" lanjutnya.

Menurutnya, tiket bukanlah sekadar kertas semata untuk dapat masuk dan menjadi penumpang diatas kapal. Tiket bagi penumpang kapal laut bisa digunakan sebagai bukti untuk mendapatkan ganti rugi atau kalim asuransi.

"Berdasarkan UU No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, bahwa penumpang atau konsumen memiliki hak untuk didengar dan hak untuk mendapatkan ganti rugi," jelas Pengurus Pusat Perkumpulan Ahli Keselamatan dan Keamanan Maritim Indonesia (AKKMI) itu.

Oleh sebab itu, Hakeng berharap pihak berwenang mengusut kejadian tersebut secara tuntas dan menyeluruh. Ia juga menekankan agar tidak semata menyalahkan kru kapal dan nakhoda.

"Saya berharap pihak berwajib melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait bagaimana sistem penjualan tiket dilaksanakan di perusahaan tersebut," pungkasnya. (OL-8)

Baca Juga

dok.ist

Relawan Mak Ganjar di Lampung Tengah Gemakan Doa untuk Indonesia Lebih Baik

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 01 Desember 2022, 23:53 WIB
RELAWAN Mak Ganjar bersama ribuan emak-emak menggelar doa bersama untuk Indonesia di Ponpes Al-Mansyuriah 1, Dono Arum, Seputih Agung,...
dok.ist

Ganjar : 23 SMA/SMK di Jateng Terapkan Kurikulum Antikorupsi

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 01 Desember 2022, 23:42 WIB
GUBERNUR Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengajak pihak sekolah untuk kreatif mengajarkan pendidikan antikorupsi. Semua mata pelajaran...
DOK.MI

Polisi Tangkap Buronan Kasus Pembunuhan di Diskotek Palembang

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 01 Desember 2022, 23:42 WIB
Tersangka Anton Sujarwo ditangkap personel Unit Reskrim Polsek Sukarame, Selasa (29/11) di rumahnya, setelah delapan bulan melarikan diri...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya