Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
SAMPAI saat ini, baru ada dua nama yang sudah pasti bakal maju dalam pemilihan calon presiden dan wakil presiden pada 2024 mendatang. Karena itu masih ada peluang munculnya figur-figur baru dalam pilpres nanti.
Hal itu diungkapkan pengamat birokrasi dan kebijakan publik, Varhan Abdul Aziz. Menurutnya ada dua tipe kepemimpinan yang pas untuk kondisi Indonesia, yakni pemimpin bertipe solidarity maker (perajut persatuan) dan pemimpin bertipe administrator. Pemimpin pertama terlebih diperlukan manakala negara dalam kondisi genting dan perlu penguatan, konsolidasi dan penggalangan persatuan. Sementara pemimpin tipe kedua sangat diperlukan manakala negara ingin meraih kesejahteraan.
“Pada sisi kepemimpinan tipe pembangun impian ini, saya melihat Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko, punya peluang menjadi pilihan pada Pilpres mendatang, baik sebagai capres maupun cawapres,” kata Varhan dalam keterangan persnya. Peluang itu terbuka seiring diperlukannya tipe pemimpin untuk menyongsong Indonesia Emas pada 2045.
“Moeldoko yang selama ini dikenal sebagai tameng dan bumper Presiden Jokowi, ternyata juga sangat peduli terhadap bawahan, dengan membelanya dengan penuh keyakinan," katanya.
Bukan hanya itu, lanjutnya, Moeldoko juga figur bersih, anti-korupsi yang tak pernah terdengar terlibat kasus rasuah apa pun, serta punya visi yang jelas tentang tujuan kesejahteraan dan kemajuan bangsa ke depan.
“Misalnya, KSP menegaskan, agar pelayanan birokrasi semakin baik, beliau menargetkan terbentuknya Mal Pelayanan Publik di 514 kabupaten dan kota seluruh Indonesia pada tahun 2024.”
Berkaitan dengan nama Moeldoko yang senantiasa muncul di berbagai survei, Varhan menilai elektabilitas Moeldoko itu murni hasil dari kemampuan, prestasi dan pengalaman dalam mengelola pemerintahan, tanpa pengaruh atau karena sosoknya berada di partai politik. “Fenomena terus masuknya nama Moeldoko itu menjadi gambaran elektabilitasnya yang konsisten." (RO/A-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved