Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Pengamat Sebut Capres dan Cawapres 2024 masih Cair

Mediaindonesia.com
07/10/2022 15:30
Pengamat Sebut Capres dan Cawapres 2024 masih Cair
Kepala Staf Presiden Moeldoko(Antara)

SAMPAI saat ini, baru ada dua nama yang sudah pasti bakal maju dalam pemilihan calon presiden dan wakil presiden pada 2024 mendatang. Karena itu masih ada peluang munculnya figur-figur baru dalam pilpres nanti.

Hal itu diungkapkan pengamat birokrasi dan kebijakan publik, Varhan Abdul Aziz. Menurutnya ada dua tipe kepemimpinan yang pas untuk kondisi Indonesia, yakni pemimpin bertipe solidarity maker (perajut persatuan) dan pemimpin bertipe administrator. Pemimpin pertama terlebih diperlukan manakala negara dalam kondisi genting dan perlu penguatan, konsolidasi dan penggalangan persatuan. Sementara pemimpin tipe kedua sangat diperlukan manakala negara ingin meraih  kesejahteraan.

“Pada sisi kepemimpinan tipe pembangun impian ini, saya melihat Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko, punya peluang menjadi pilihan pada Pilpres mendatang, baik sebagai capres maupun cawapres,” kata Varhan dalam keterangan persnya.  Peluang itu terbuka  seiring diperlukannya tipe pemimpin untuk menyongsong Indonesia Emas pada 2045.

“Moeldoko yang selama ini dikenal sebagai tameng dan bumper Presiden Jokowi, ternyata juga sangat peduli terhadap bawahan, dengan membelanya dengan penuh keyakinan," katanya.

Bukan hanya itu, lanjutnya, Moeldoko juga figur bersih, anti-korupsi yang tak pernah terdengar terlibat kasus rasuah apa pun, serta punya visi yang jelas tentang tujuan kesejahteraan dan kemajuan bangsa ke depan. 

“Misalnya, KSP menegaskan, agar pelayanan birokrasi semakin baik, beliau menargetkan terbentuknya Mal Pelayanan Publik di 514 kabupaten dan kota seluruh Indonesia pada tahun 2024.”

Berkaitan dengan nama Moeldoko yang senantiasa muncul di berbagai survei, Varhan menilai elektabilitas Moeldoko itu murni hasil dari kemampuan, prestasi dan pengalaman dalam mengelola pemerintahan, tanpa pengaruh atau karena sosoknya berada di partai politik. “Fenomena terus masuknya nama Moeldoko itu menjadi gambaran elektabilitasnya yang konsisten." (RO/A-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Maulana
Berita Lainnya