Senin 08 Agustus 2022, 00:15 WIB

Sumut Tata Situs Benteng Putri Hijau di Deliserdang

Yoseph Pencawan | Nusantara
Sumut Tata Situs Benteng Putri Hijau di Deliserdang

ANTARA
Ilustrasi

 

PEMERINTAH Provinsi Sumatera Utara melakukan penataan situs Benteng Putri Hijau sebagai upaya pelestarian cagar budaya dan pengembangan pariwisata.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut Zumri Sulthony mengatakan, pihaknya sedang mengerjakan penataan situs Benteng Putri Hijau yang berada di Desa Deli Tua, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deliserdang. "Penataan bertujuan melestarikan situs yang menyimpan sejarah peradaban Sumut ini," ungkapnya, Minggu (7/8).

Menurut Zumri, dalam program penataan ini pihaknya akan membangun berbagai fasilitas serta sarana dan prasarana pendukung lain untuk pelestarian situs Benteng Putri Hijau. Berbagai fasilitas yang akan dibangun di antaranya sanggar, galeri,  museum dan akses jalan.

Dengan adanya berbagai fasilitas tersebut pihaknya meyakini situs Benteng Putri Hijau akan dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung. Saat ini, sarana yang sudah dibangun adalah pelataran.

Menurutnya, penting bagi Pemprov Sumut untuk melestarikan situs Benteng Putri Hijau karena eksistensinya sudah semakin terancam. Repelita Wahyu Oetomo dalam naskah akademisnya mengungkapkan, kondisi situs Benteng Putri Hijau saat ini semakin terancam oleh pembangunan perumahan di sekeliling situs. Situs tersebut melingkupi areal seluas sekitar 17 hektare.

Dalam catatan sejarah, situs ini adalah pusat Kerajaan Aru yang menjadi cikal bakal Kesultanan Deli. Selain situs bersejarah, keberadaannya juga dikaitkan dengan mitologi Putri Hijau.

Banyak kalangan memercayai Pancuran Gading yang terdapat di depan pintu masuk situs adalah tempat pemandian Putri Hijau. Pancuran yang berada di bagian bawah benteng dipercaya sebagai sumber mata air keramat. Mitologi itu mengisahkan Putri Hijau yang merupakan putri dari Sultan Deli yang beristana di Deli Tua saat ini. Kecantikan sang putri membuat Raja Aceh berkeinginan meminangnya.

Namun gayung tidak bersambut, Sultan Deli menolak pinangan tersebut dan membuat Raja Aceh tersinggung. Penolakan itu kemudian berujung pada penyerangan yang dilakukan Kerajaan Aceh ke wilayah Deli. (OL-15)

Baca Juga

DOK Sinar Mas Land.

Digital Hub Gandeng Lima Universitas di Pulau Sumatra  

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 September 2022, 23:57 WIB
Kali ini, perusahaan kembali menggelar acara tersebut dengan nama baru yakni DNA Goes to Campus yang hadir untuk memberikan edukasi seputar...
DOK.MI

Tim SAR Temukan WNA asal Jerman Terseret Ombak di Pantai Seminyak

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 September 2022, 23:35 WIB
Awalnya korban bersama empat temannya Suen Julian, Hana Saves, Eiwert Laura Marie, dan Lappe Theresa yang juga sama-sama dari Jerman...
ANTARA/Aswaddy Hamid

Imigrasi Pekanbaru Amankan 75 WN Bangladesh

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 September 2022, 23:27 WIB
Pengamanan WN Bangladesh tersebut diduga akibat penyalahgunaan izin tinggal, kata Kakanwil Kemenkumham...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya