Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MASYARAKAT Kecamatan Mataram, Kabupaten Lampung Selatan menggelar acara Istighosah dan Sholawat Akbar bersama relawan Sahabat Ganjar, Minggu (31/7), dengan suasana khidmat dan khusyuk.
Perayaan Tahun Baru Islam itu sempat tertunda karena pandemi covid-19 yang melanda Indonesia selama dua tahun terakhir.
Istighosah dan Sholawat akbar itu dihadiri ratusan santri yang tersebar dari beberapa daerah di Provinsi Lampung, Kiai dan Ulama setempat, Ketua Umum DPP Sahabat Ganjar Gus Nahib Sodik, Ketua DPW Provinsi Lampung Imam Santoso, beberapa pengasuh pondok pesantren, dan tokoh agama setempat.
Baca juga: Sahabat Ganjar Gelar Bazaar Minyak Murah Saat Deklarasi Emak-Emak
Kegiatan dibuka dengan lantunan Ayat Suci Al Qur'an, yang dibacakan salah satu santri yang hadir dan dilanjutkan oleh penampilan Hadroh yang dipimpin Ustaz Zainul Arifin dan Lutfiyah dengan melantunkan "Syair Qalbu".
Pada kesempatannya, Gus Nahib mengatakan perayaan 1 Muharram ini sudah menjadi tradisi di Indonesia. Warna-warni perayaan di setiap daerahnya beraneka ragam jenisnya.
"Kita tentunya sangat rindu dengan suasana khidmat seperti ini, karena pandemi covid-19 di Indonesia ini," kata Gus Nahib.
"Semoga pada 1 Muharram 1444 hijriyah ini, kita bersama Sahabat Ganjar senantiasa diberikan keberkahan oleh Allah SWT," lanjutnya.
Dalam acara kali ini, Tausiyah seputar 1 Muharram ini dipimpin oleh Ustadzah Masyaroh Al Hafidzah selaku Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Munawaroh.
Selanjutnya merupakan acara puncak dari kegiatan acara, semua hadirin dan peserta menundukan kepala dan bermunajat kepada Allah SWT.
Istighosah dan Sholawat Akbar yang dipimpin oleh KH. Badru Zaman berjalan dengan sangat khidmat.
Pujian-pujian terhadap baginda Rasulullah Nabi Muhammad SAW juga dilantunkan dengan begitu indah.
Setelah kegiatan Gus Nahib mengungkapkan, Nabi Muhammad SAW merupakan manusia sempurna dan pilihan Allah SWT.
"Dengan kita melantunkan pujian terhadap baginda Rasul, Insya Allah semua jalan dan yang kita harapkan dikabulkan oleh Allah SWT," ucap Gus Nahib.
"Semoga doa kita untuk memenangkan Bapak Ganjar Pranowo pada 2024 mendatang, dikabulkan dan dihijabah oleh Allah SWT," tutup Gus Nahib.
Kegiatan ditutup denga sesi foto bersama yang dilaksanakan oleh para peserta yang terdiri atas Kyai, Para Santri dan relawan Sahabat Ganjar. (RO/OL-1)
Dalam penyusunan Peraturan KPU (PKPU), termasuk aturan soal keterwakilan 30% perempuan dalam pencalonan legislatif dan syarat pencalonan mantan narapidana.
PENYELENGGARAAN Pemilu 2024 menuai sorotan, kali ini bukan hanya soal teknis kepemiluan, melainkan juga persoalan etika dan gaya hidup mewah para komisioner KPU.
KONTESTASI Pemilu 2024 meninggalkan catatan kelam, khususnya dalam penyelenggaraan pemilu di luar negeri, mulai dari tahap prapemungutan suara, pemungutan, hingga pascapemungutan.
Mantan Wapres AS Kamala Haris mengkritik Joe Biden dalam memoarnya. Ia menyebut keputusan Biden mencalonkan diri pada Pemilu 2024 sebagai tindakan nekat.
KPU RI melakukan kontrak dengan broker Alfalima Cakrawala Indonesia untuk penyewaan private jet.
KOMISI Pemilihan Umum (KPU) menegaskan bawa penyewaan pesawat jet saat pelaksanaan Pemilu 2024 dilakukan sebagai langkah operasional strategis dalam situasi luar biasa.
empat asas penting yang harus diperhatikan, yakni kecermatan, keterbukaan, kepentingan umum, dan ketidakberpihakan. Namun, dalam keputusan KPU yang telah dibatalkan
KPU membatalkan Peraturan KPU membatalkan penetapan dokumen persyaratan capres dan cawapres sebagai informasi publik yang dikecualikan KPU.
KPU ke depan merasa perlu memperoleh pandangan dari berbagai pihak agar keputusan yang diambil lebih komprehensif.
Pembatalan keputusan ini menegaskan komitmen KPU sebagai lembaga publik yang terbuka dan inklusif,
KEPUTUSAN KPU RI menutup 16 dokumen pencalonan capres-cawapres memunculkan pertanyaan serius tentang siapa dan apa yang hendak dilindungi penyelenggara pemilu tersebut.
Indonesia telah memiliki pemimpin nasional dari berbagai latar belakang, mulai dari militer (TNI) hingga sipil, tetapi belum ada yang berasal dari korps kepolisian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved