Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
SEDIKITNYA 122 ribu ternak babi di Nusa Tenggara Timur (NTT) mati akibat virus demam babi Afrika atau African Swine Fever (ASF).
"Diperkirakan ternak babi yang mati di seleruh NTT lebih dari yang dilaporkan secara resmi. Setelah berbagai upaya yang dilakukan, sampai Juli 2022, tidak ada lagi laporan kematian babi akibat ASF," kata Kadis Peternakan NTT, Johanna Lisapaly, Selasa (26/7).
Lisapaly mengatakan kerugian yang diderita peternak diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah. Pemerintah Provinsi telah melakukan berbagai upaya pencegahan dan pengendalain untuk atasi penyebaran virus ASF tersebut.
Senin (25/7), Dinas Peternakan NTT menggelar Kampanye Kesadaran ASF dan Penyakit Hewan Menular Lainnya dalam Rangka Mendukung Pemulihan Sektor Babi di daerah itu. "Kegiatan hari ini untuk membangkitkan kembali industri peternakan di NTT," jelasnya.
Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi mengajak masyarakat untuk kembali beternak babi. "Jangan takut, apa saja kita tidak boleh takut, waspada boleh, dan kita harus mencari jalan keluarnya," ujarnya.
Menurutnya, virus ASF sudah mulai dikendalikan karena peran penyuluh dan berbagai kebijakan pemerintah. Saat ini masyarakat mulai paham tentang langkah-langkah yang dilakukan agar ternak babi terhindar dari virus ASF.
"Saya mengimbau masyarakat NTT, mulai sekarang dengan kegiatan yang mulai normal, mari kita pelihara babi seperti biasa lagi. Karena penyakit ASF bisa ditangani. Pemerintah pasti cari jalan keluar. Mari kita mulai bangkit, mari kita pelihara babi," ajak Nae Soi.
Bagi masyarakat NTT, babi memiliki peran strategis bukan hanya untuk kepentingan ekonomis, melainkan juga dalam struktur sosio kultural masyarakat. Tanpa babi, berbagai upacara adat bisa dibatalkan. (OL-15)
Struktur batuan yang menjulang dan berlekuk dramatis menghadirkan panorama eksotis yang kerap dijuluki “Grand Canyon”-nya Pulau Sabu
PRODUKSI gabah kering giling (GKG) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sepanjang 2025 hampir menembus angka 1 juta ton. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan ketahanan pangan.
SEBUAH kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di ruas Jalan Trans Flores, tepatnya di Kampung Roe, Desa Cunca Lolos, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Selain Minyakita, tim juga menemukan harga cabai rawit Rp75.000/kg, bawang merah Rp40.000/kg, bawang putih Rp45.000/kg, daging sapi Rp105.000/kg, daging ayam Rp40.000/kg.
Survei terbaru yang dirilis Voxpol Center Research and Consulting menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih tergolong tinggi.
Perlindungan satwa adalah bagian tak terpisahkan dari mitigasi bencana dan keseimbangan ekosistem.
Gejolak harga bahan baku pakan kerap menjadi tantangan utama bagi keberlangsungan usaha peternakan di Indonesia.
Kolin merupakan nutrisi esensial yang berperan langsung dalam pengaturan suasana hati, daya pikir, dan emosi.
PEMERINTAH dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan harga sapi hidup di tingkat peternak tetap terkendali menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) memperkuat pengembangan lahan pertanian di dataran tinggi indonesia yang memiliki potensi mencapai 5,51 juta hektar.
Kementan menegaskan fokus utamanya saat ini yaitu membenahi sektor hulu atau perbibitan (breeding) sebagai langkah strategis untuk menekan ketergantungan impor daging.
Ia juga menekankan pentingnya Pusvetma memperluas kemitraan dengan akademisi dan perguruan tinggi untuk mempercepat inovasi riset dan produksi vaksin hewan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved