Selasa 26 Juli 2022, 10:09 WIB

Pemerintah Diminta Turun Tangan Atasi Kelangkaan BBM di Kaltim

mediaindonesia.com | Nusantara
Pemerintah Diminta Turun Tangan Atasi Kelangkaan BBM di Kaltim

MI/HO
Ketua Pengurus Kordinator Cabang atau PKC PMII Zainuddin

 

KELANGKAAN Bahan Bakar Minyak (BBM) di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kian menjadi-jadi. Antrian panjang sering terjadi di setiap SPBU yang menampung bio solar. Bahkan, akhir-akhir ini, Pertalite pun ikut langka di Kaltim. 

Ketua Pengurus Kordinator Cabang atau PKC PMII Zainuddin mengatakan pemerintah kabupaten/kota, provinsi, dan pusat tidak benar-benar siap dalam menyambut perpindahan ibu kota, melihat provinsi yang menjadi salah satu penyuplai kekayaan sumber daya alam dalam bidang minyak dan gas malah mengalami kelangkaan di wilayah sendiri.

“Saya rasa, pemerintah provinsi dan pusat tidak siap dalam menyambut hajat besar, yaitu perpindahan Ibu Kota Negara Nusantara. Bagaimana ini bisa terjadi, provinsi yang notabenenya amat kaya dengan sumber daya alam, khususnya di bidang minyak dan gas alam, bisa mengalami kelangkaan," tuturnya kepada awak media, Selasa (26/7).

Baca juga: Pendaftar Program Subsidi Tepat Sasaran Tembus 220 Ribu Kendaraan

Pemerintah seakan tutup mata dan telinga melihat hal yang sangat krusial terjadi di masyarakat kelas bawah, misalnya di Balikpapan yang hanya terdapat 4 SPBU dengan salah satu SPBU juga tidak efektif.

"Saya berharap terkait kelangkaan BBM yang terjadi di wilayah Kaltim ini bisa dapat di tuntaskan dalam waktu dekat. Jika pemerintah Provinsi Kaltim dalam seminggu ke depan tidak memberikan kejelasan, saya akan melakukan konsolidasi besar-besaran bersama elemen masyarakat, mahasiswa dan buruh khususnya supir Se Kaltim," katanya.

Ia mengatakan, ini adalah permasalahan yang amat serius, maka pemerintah daerah hingga pusat harus serius menanganinya. 

"Mereka harus membuka mata bagaimana kesedihan masyarakat kaltim saat berburu solar, kami sering sekali mendapatkan keluhan dari keluarga supir-supir yang mengantri hingga 2-3 malam, bahkan ada beberapa juga istrinya ikut mengantri solar berhari-hari di SPBU," ucapnya.

"Permasalahan antrian ini telah terjadi bertahun-tahun, Isran Noor sebagai Gubernur, tidak boleh menutup mata dalam permasalahan ini, bagaimanapun supir adalah warga kaltim yang harus mereka perhatikan, kesejahteraan masyarakat kaltim harus jadi titik point utama, untuk apa  SDA berlimpah dibumi etam, namun warganya masih sangat sengsara dalam mencari BBM," tambahnya.

Lucunya, kata ia, pada April 2022 Mentri ESDM pernah sidak di Kaltim, bahkan di media nasional tampak terbaca tidak ada antrian panjang di SPBU.

"Inikan sama saja pembodohan dalam ruang publik, dimediasi dilaporkan seolah-olah tak terjadi kekacauan, namun realitas di lapangan supir-supir menjerit saat mencari bio solar di tiap SPBU," katanya. (RO/OL-1)

Baca Juga

ANTARA

Ribuan Warga Bentangkan Bendera Merah Putih di Pantai Pangandaran

👤Kristiadi 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 23:00 WIB
Kegiatan ini diharapkan menumbuhkan nasionalisme dan menanamkan semangat patriotisme di dada rakyat...
ist

Miliki Bonus Demografi, Gobel Ajak Raja-raja Nusantara Bangun SDM

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 22:37 WIB
“Kita akan memiliki puncak bonus demografi dan sedang berjuang masuk ke negara dengan pendapatan tinggi. Hal ini hanya bisa dicapai...
DOK MI.

Banjir Hulu Sungai Tengah Tewaskan Anak Berusia 1,5 Tahun

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 22:31 WIB
Informasi yang dihimpun, Kamis (18/8), korban jiwa atas nama Baihaki, 1,5, hanyut terseret banjir yang melanda Bumi Murakata HST itu di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya