Rabu 06 Juli 2022, 22:40 WIB

Pedagang di Kota Palu Tolak Hewan Ternak dari Luar Sulawesi

M Taufan SP Bustan | Nusantara
Pedagang di Kota Palu Tolak Hewan Ternak dari Luar Sulawesi

ANTARA/Basri Marzuki
Sejumlah ternak sapi di tempat penjualan ternak untuk kurban di Desa Kalukubula, Sigi, Sulawesi Tengah, Rabu (6/7).

 

MENJELANG perayaan Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah, pasar hewan ternak di Kota Palu, Sulawesi Tengah, mulai dipadati pedagang. Mereka pun menjamin hewan ternak yang dijual sehat dan terbebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK).

Salah seorang pedagang, Sandi Nudin, mengatakan, seluruh pedagang di pasar hewan sudah bersepakat untuk menolak hewan ternak mulai dari sapi, kambing, hingga domba yang berasal dari luar Sulawesi untuk masuk dan dijual di pasar hewan Kota Palu.

"Ini kebijakan yang baru disepakati seluruh pedagang sebagai bagian untuk mencegah PMK,” terangnya kepada Media Indonesia saat ditemui di pasar hewan Kota Palu, Rabu (6/7).

Selain itu, lanjut Sandi, dalam kesepakatan yang dibangun, pedagang juga dilarang membawa hewan ternak sakit untuk di pasar hewan. "Jadi, semua hewan ternak di pasar ini dijamin kesehatannya," imbuhnya.

Ketersedian stok di Kota Palu diakui pedagang masih mencukupi untuk kebutuhan konsumsi dan kebutuhan kurban pada Idul Adha mendatang. Oleh karena itu, pedagang tidak perlu mendatangkan hewan ternak dari luar Pulau Sulawesi.

"Salah satu alasan juga kami menolak sapi, kambing, dan domba luar Sulawesi karena stok pedagang di Palu lumayan banyak," ungkap pedagang lainnya, Mustakim Jira, ditemui terpisah.


Baca juga: Jelang Idul Adha 1443 H, Ojek Kambing di Kudus Kebanjiran Order


Menurutnya, sapi, kambing, dan domba yang dimiliki pedagang di pasar hewan semuanya berasal dari dalam Pulau Sulawesi. Seperti dari Gorontalo dan Sulawesi Selatan.

Mustakim menyebutkan, hewan ternak dari beberapa provinsi di Pulau Sulawesi tersebut diyakini sehat dan terbebas dari PMK.

"Makanya pedagang jauh sebelum pasar hewan dibuka mengambil stok di Gorontalo dan Sulawesi Selatan," ujarnya.

Mustakim menambahkan, alasan utama pedagang tidak mau mengambil hewan ternak dari luar Pulau Sulawesi seperti conto dari Pulau Jawa, karena takut terjangkit PMK.

"Yah, alasan utamanya karena kami takut. Apa lagi di Pulau Jawa banyak ditemukan kasus PMK," tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Sulteng, Dandy Alfita mengatakan, potensi ketersediaan hewan kurban di Sulteng tahun ini masing-masing sapi 6.758 ekor, kambing 1.789 ekor, dan domba 108 ekor.

Sedangkan kebutuhan hewan kurban, menurutnya, sapi 6.437 ekor, kambing 1.704 ekor, dan domba 103 ekor.

"Dan memang selama ini Sulteng tidak pernah memasukkan ternak dari luar. Justru kita yang mengeluarkan misalnya ke Kalimantan. Jadi untuk ketersediaan hewan kurban kita cukup dan insya Allah tidak ada potensi untuk terjangkit PMK," tukas Dandy. (S-2)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Reno Esnir

Dewa Meriahkan Perayaan HUT ke-77 Jawa Barat

👤Bayu Anggoro 🕔Senin 15 Agustus 2022, 22:55 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang menginginkan perayaan ini dirasakan oleh seluruh...
MI/SUSANTO

PT Jaswita Jabar Gandeng Perbankan Siapkan Pembiayaan bagi Jemaah Umrah

👤Bayu Anggoro 🕔Senin 15 Agustus 2022, 22:50 WIB
Pada tahun ini Jaswita jabar menargetkan bisa memberangkatkan hingga 8.000 jamaah...
MI/Cri Qanon Ria Dewi

Rayakan HUT RI, Tiga BUMN Gelar Program Bakti BUMN di Lampung

👤Cri Qanon Ria Dewi 🕔Senin 15 Agustus 2022, 21:45 WIB
Ketiga BUMN tersebut adalah PT Telkom, PT Bukit Asam dan PTPN...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya