Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi di Sumatera Selatan (Sumsel) bertambah. Sebelumnya ada 115 kasus kini menjadi 129 kasus.
"Di Musi Rawas (Mura) bertambah 14 yang suspek," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumsel, Ruzuan Effendi.
Berdasarkan data yang ada dari 129 kasus masih ada 54 kasus yang masih dalam proses penyembuhan. Lalu ada 21 kasus di Lahat, 21 kasus di Mura dan 12 kasus di Pali.
"Di Mura itu ada sapi yang datangan, tapi ada juga sapi peliharaan. Karena itu, kami mengimbau seluruh warga di Sumsel agar memperketat lalu lintas, menjaga kebersihan dan menerapkan bioscurity," kata dia.
Ia mengimbau agar peternak sapi, jangan lupa juga beri vitamin dan mengobati hewan yang sakit, sesuai dengan anjuran petugas. Bisa juga dengan memberikan obat-obatan tradisional yang memang sudah terbukti.
"Untuk kabupaten/kota yang masih ada kasus agar melalukan isolasi dan melarang ternak untuk keluar dan masuk ke wilayah desa atau kecamatan yang terkena," katanya.
Untuk pengiriman yang dilakukan daerah lain harus melampirkan SKKH (surat keterangan kesehatan hewan). Kemudian jika sudah masuk harus dikarantina dulu.
"Untuk vaksin, Sumsel mengusulkan 100 ribu dosis. Namun dapat berapanya kita belum tahu, karena memang masih terbatas. Nantinya kalau sudah dapat vaksin akan disebar ke seluruh kabupaten/kota," katanya.
Namun karena vaksin masih terbatas maka kalau dapat akan di prioritas daerah yang terdampak dan rawan PMK. Kemudian akan dilakukan vaksinasi massal, kapan dan dimana nanti akan ditentukan.
Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sumsel Jafrizal menambahkan, vaksin masih diprioritaskan daerah tertular seperti Jawa Timur yang memang daerah wabah.
"Dilihat dulu berapa banyak vaksin yang tersedia dari pusat, dan diprioritaskan di Jawa Timur. Karena memang sapi terbanyak di sana," katanya.
Menurutnya, kalau Sumsel masih belum jadi daerah prioritas untuk vaksin, karena yang terpapar masih sedikit. Terlebih di Sumsel ini sapi-sapinya kebanyakan untuk dijual Idul Adha.
"Untuk sapi yang sakit menunjukkan perkembangan yang baik, yang awal-awal terpapar sudah membaik. Kalau yang baru harapannya membaik saat Idul Adha," katanya.
Menurutnya, sifat virus ini mudah menyebar maka agak sulit melakukan pengendalian untuk penularan, karena melalui angin pun bisa terbawa. Bahkan dari insekta juga bisa, seperti ada liur diingapi lalat dan dari lalat pindah ke kandang sebelah.
"Yang dilakukan saat ini pengendalian yang sakit, bisa dipulihkan dengan membentuk daya tahan tubuh yang baik dan tidak mengalami kecacatan. Karena sapi ini ada yang sakit, tapi bisa disembuhkan. Kepada peternak kalau hewannya ada gejala laporkan, kalau ditangani sendiri takutnya saat Idul Adha belum sembuh," pungkasnya. (OL-15)
Sudaryono menegaskan harga sapi di kandang peternak saat ini terpantau masih berada di bawah batas acuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Kontes Ternak dan Bursa Sapi Potong di Rumah Potong Hewan (RPH) Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.
Sapi yang dirawat dengan baik akan tumbuh menjadi besar hingga beratnya bisa mencapai 500 kilogram. Ukuran itu dapat memproduksi banyak daging.
Emilia Achmadi, seorang ahli Gizi Olahraga yang merupakan lulusan Universitas Oklahoma, mengungkapkan bahwa kualitas daging sapi lokal dan impor dapat berbeda.
pengorbanan juga bisa dilakukan di lingkup yang paling kecil mulai dari level keluarga bahkan hingga rela berkorban demi bangsa dan negara.
Stok hewan kurban di Sulsel sangat mencukupi tahun ini, dengan ketersediaan sapi, kerbau, dan kambing jauh melebihi kebutuhan masyarakat.
Gejolak harga bahan baku pakan kerap menjadi tantangan utama bagi keberlangsungan usaha peternakan di Indonesia.
Kolin merupakan nutrisi esensial yang berperan langsung dalam pengaturan suasana hati, daya pikir, dan emosi.
PEMERINTAH dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan harga sapi hidup di tingkat peternak tetap terkendali menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) memperkuat pengembangan lahan pertanian di dataran tinggi indonesia yang memiliki potensi mencapai 5,51 juta hektar.
Kementan menegaskan fokus utamanya saat ini yaitu membenahi sektor hulu atau perbibitan (breeding) sebagai langkah strategis untuk menekan ketergantungan impor daging.
Ia juga menekankan pentingnya Pusvetma memperluas kemitraan dengan akademisi dan perguruan tinggi untuk mempercepat inovasi riset dan produksi vaksin hewan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved