Senin 16 Mei 2022, 09:35 WIB

BKSDA Sumsel Pasang GPS Collar untuk Dua Kelompok Gajah Liar

Dwi Apariani | Nusantara
BKSDA Sumsel Pasang GPS Collar untuk Dua Kelompok Gajah Liar

MI/Dwi Apriani
Pemasangan GPS Collar pada dua kelompok gajah liar Kantong Habitat Sugihan - Simpang Heran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

 

SEBAGAI upaya memonitoring gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Kantong Habitat Sugihan - Simpang Heran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatra Selatan (BKSDA Sumsel) memasang GPS Collar pada dua kelompok gajah liar.

Kepala BKSDA Sumsel, Ujang Wisnu Barata mengatakan langkah ini merupakan upaya mitigasi konflik dan sekaligus memantau efektifitas penggunaan ruang (jalur jelajah) yang kajian studi ilmiahnya sudah dilakukan bersama salah satu unit usaha APP Sinar Mas, PT OKI Pulp & Paper
Mills dan juga mitra pemasok APP Sinar Mas, PT BAP (Bumi Andalas Permai) serta PJHS (Perkumpulan Jejaring Hutan Satwa) dengan asistensi FKGI (Forum Konservasi Gajah Indonesia).

Hasil kajian tersebut telah dibahas bersama pada 7 April 2022 lalu. Menindaklanjuti hal tersebut kegiatan ini adalah aksi konkret dalam meningkatkan upaya konservasi insitu untuk melestarikan gajah sumatera yang merupakan satwa prioritas terancam punah di Provinsi Sumatra Selatan.

"Proses dan tahapan pemasangan GPS Collar pada 2 kelompok gajah telah berlangsung sejak April 2022, melalui tahapan survey keberadaan kelompok gajah target, pengkondisian tim dan peralatan, serta pendekatan kepada masyarakat dan para pihak. Apresiasi disampaikan kepada para pihak atas dukungan upaya monitoring keanekaragaman hayati, khususnya keberadaan gajah
liar di wilayah konsesi, yang menjadi bagian dari keseluruhan kantong habitat gajah Sugihan-Simpang Heran. Upaya tersebut memang merupakan kewajiban bagi setiap pemegang konsesi sebagai bagian dari Corporate Biodiversity Responsibility," kata Ujang.

Syamsuardi, Ketua PJHS, menerangkan GPS Collar adalah salah satu alat yang digunakan untuk mitigasi konflik gajah dan manusia.

"Setelah gajah dipasangkan GPS Collar kita dapat mengetahui pergerakan gajah sebagai salah satu early warning system, dengan adanya informasi ini kita dapat melakukan antisipasi apabila gajah bergerak pada areal yang memiliki potensi konflik," tambah Syamsuardi.

Syamsuardi turun langsung bersama tim memantau keberadaan kelompok gajah bahwa terdapat tiga kelompok di wilayah PT BAP dan PT KEN sebagai bagian dari Kantong Habitat Gajah Sugihan - Simpang Heran yang menjadi target kelompok yang akan dilakukan pemasangan GPS Collar.

Saat ini, kelompok tersebut terpantau berada di koridor gajah sumatera Distrik Simpang Heran PT BAP. Di areal ini memang sudah menjadi jalur gajah (home range), tanpa pernah ada permasalahan baik dengan masyarakat maupun lingkungan di dalamnya.

Lokasi tersebut juga cukup mudah diakses sehingga memungkinkan untuk segera dilakukan pemasangan GPS Collar.

"Selain akses yang cukup mudah, karakter kelompok gajah tersebut berperilaku tidak agresif (tenang) terhadap interaksi dengan manusia dengan catatan masih dalam jarak aman (minimal 40 meter), bahkan ada masyarakat yang sedang memancing berseberangan dengan kelompok gajah liar tentunya ini menunjukan kepada kita keharmonisan kehidupan antara gajah liar yang dapat
berdampingan ketika kita mau berbagi ruang," kata Syamsuardi.

Head of Landscape Conservation APP Sinar Mas, Jasmine N.P. Doloksaribu mengatakan, APP Sinar Mas mendukung Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan serta turut berperan aktif menjadi bagian dari program human-elephant co-existence serta pengembangan inovasi teknik mitigasi
konflik antara manusia dan gajah Sumatera yang adaptif di luar kawasan konservasi.

"Kegiatan kolaborasi program early warning system melalui pemasangan GPS Collar ini diharapkan dapat semakin memudahkan kita dalam memahami prinsip berbagi ruang hidup antara Manusia-Gajah, " kata dia.

Juga strategi aksi konservasinya sesuai dengan Surat Edaran Dirjen KSDAE tahun 2021 tentang arahan pelaksanaan kegiatan prioritas pengelolaan gajah sumatera, yang sejalan dengan Sustainable Roadmap Vision 2030 dan Kebijakan Forest Conservation Policy APP Sinar Mas.

Diketahui, tim pemasangan GPS Collar ini beranggotakan orang-orang yang berpengalaman dalam penanganan gajah liar dari BKSDA Sumsel dan didukung oleh Dokter Hewan, Forum Komunikasi Mahout Indonesia, unsur APP Sinar Mas, PT. BAP, PT. KEN, Tim PJHS dengan asistensi FKGI. (OL-13)

Baca Juga: Jaga Habitat Gajah Sumatera, Dorong Penyediaan Koridor Gajah di ...

 

Baca Juga

ANTARA/Francisco Carolio

Pemerintah Akan Bangun Tanggul Banjir Rob di Kawasan Belawan

👤Yoseph Pencawan 🕔Senin 04 Juli 2022, 22:58 WIB
PEMPROV Sumatera Utara (Sumut) akan merealisasikan pembangunan tanggul untuk menanggulangi banjir rob yang kerap menggenangi kawasan...
Metro TV/Yohanes Manasye.

Pemkab Manggarai Timur Tanggung Biaya Pengobatan Bayi yang Ditahan RSUD Ben Mboi

👤Yohanes Manasye 🕔Senin 04 Juli 2022, 22:45 WIB
KELUHAN keluarga Karolina Fatima Keluru, 16, dan Sabinus Jampung, 18, akhirnya sampai ke Pemkab Manggarai Timur...
Dispenad

Langkah Strategis KSAD Manfaatkan Lahan Tidur

👤Media Indonesia 🕔Senin 04 Juli 2022, 21:45 WIB
PROGRAM ketahanan pangan sudah menjadi domain banyak pihak karena posisi tersebut sangat strategis untuk mewujudkan swasembada pangan dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya