Kamis 12 Mei 2022, 13:07 WIB

Heritage Braga Bandung akan Jadi Urban Data Lab

Naviandri | Nusantara
Heritage Braga Bandung akan Jadi Urban Data Lab

ANTARA FOTO/Novrian Arbi
Ilustrasi kawasan Braga Kota Bandung

 

SEBAGAI smart city, Kota Bandung, memiliki banyak potensi teknologi yang bisa terus dioptimalkan. Untuk memaksimalkan potensi tersebut, pada pertengahan tahun 2022, Heritage Braga Kota Bandung akan diresmikan sebagai Urban Data Lab.

Melihat potensi ini, Wali Kota Bandung Yana Mulyana menyambut baik program ini. Peluang pengembangan smart city untuk Kota Bandung pun semakin terbuka luas. Salah satunya dari mitra pertama G20 Good City Foundation yang menawarkan kerja sama untuk mengembangkan smart city dengan program inisiatif G20 Global Smart Cities Alliance.

"Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyambut baik peluang ini. Tapi, perlu ada pembahasan lebih lanjut secara teknis karena kami harus mengukur kemampuan pemkot saat ini. Mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik dan Bandung bisa menjadi kota yang bisa ikut dalam program tersebut," kata Yana di Bandung, Kamis (12/5).

Founder Good City Foundation Andre Kwok menjelaskan program ini difokuskan untuk pengembangan program di kota-kota yang sedang berkembang di Asia.

"Harapannya bisa memfilter bangunan lama untuk dijadikan lab pemerintah dalam membuat kebijakan secara tepat dan valid," ucapnya.

Program Urban Data Lab merupakan kerja sama antara Good City Foundation dengan Indonesia Creative Cities Network (ICCN). Program ini memfasilitasi investasi asing dan alur kesepakatan teknologi yang mengubah gedung heritage di Braga menjadi pusat pengalaman digital cerdas.

Baca juga: Menikmati Bandung Sepenuhnya Bersama Kimaya Braga

Fokus dari Urban Data Lab ini adalah analisis data perkotaan, visualisasi kota cerdas, distribusi pendidikan, dan inovasi perkotaan cerdas melalui alat-alat VR.

"Keterlibatan Kota Bandung dalam kegiatan Good City Foundation ini diawali dengan dibentuknya kelompok kerja ekonomi kreatif dan digital Jawa Barat. Kemudian ditindaklanjuti dengan pembentukan kelompok kerja ekonomi digital Bandung dan Hong Kong," tuturnya.

Sementara itu, Deputy of Strategic Partnership ICCN Tita Larasati mengatakan sebelum dilakukan lebih jauh, semua indikator keberhasilannya harus terukur.

"Kerja sama ini akan sangat memajukan Kota Bandung. Namun, agar bisa mengambil langkah strategis, minimal kita lakukan dengan pemetaan awal dulu untuk melihat respon dan hasilnya seperti apa. Setelah itu, baru kita kembangkan," tukasnya.

Maka dari itu, Pemkot Bandung menekankan untuk melakukan pembahasan teknis yang lebih lanjut. Seperti sejumlah hal yang diperlukan Pemkot Bandung untuk menindaklanjuti pengembangan Bandung Kota Urban Data Lab dan teknologi ini. (OL-5)

Baca Juga

Dok FKDB

Panen Raya Jagung Hibrida di Lahan Binaan FKDB

👤Media Indonesia 🕔Selasa 17 Mei 2022, 23:15 WIB
LAHAN uji coba untuk penanaman jagung hibrida di Air Molek 1, Pasir Penyu, Indragiri Hulu, Riau mulai...
ANTARA

Polisi Masih Selidiki Penyebab Kecelakaan Maut Karawang

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 17 Mei 2022, 22:52 WIB
Pihak kepolisian kini masih mencari penyebab kecelakaan itu sehingga penyelidikan data dan teknis masih diperlukan untuk bisa mengungkap...
DOK MI

KM Sirimau Kandas di Wilayah Laut Lembata

👤Alexander Taum 🕔Selasa 17 Mei 2022, 22:37 WIB
KM Sirimau yang sedang berlayar dari Pelabuhan Laut Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Selasa (17/5) kandas di pulau...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya