Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
SUNGAI Tapin di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, meluap disebabkan curah hujan tinggi di daerah hulu sungai yang menyebabkan banjir. Sungai Tapin yang saat ini meluap tidak diprediksi akan terjadi banjir sebelumnya.
"Tidak memprediksi Sungai Tapin banjir karena ada bendungan Tapin di hulu sungainya Desa Miawa, Kecamatan Piani," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapin Said Abdul Nasir di Rantau, Rabu (23/3).
Dari analisa BPBD, kata dia, air yang saat ini menggenangi wilayah Kota Rantau di Kecamatan Tapin Utara itu diakibatkan kiriman dari Sungai Bungur di bawah Bendungan Tapin.
Dikatakan, apabila Kecamatan Miawa terjadi banjir 4-6 jam sampai ke Kota Rantau, yang terpantau di Bendungan Linuh biasa saja. "Kemungkinan air bah datang dari Sungai Bungur dan masuk ke Sungai Tapin," ujarnya.
Faktor utama terjadinya banjir pada 22 Maret saat Hari Air Sedunia itu, kata dia, karena curah hujan yang tinggi sejak seminggu terakhir. "Hujan mulai pagi hingga malam. Diprediksi BMKG puncaknya awal Mei," jelasnya.
Wilayah terdampak banjir di aliran sungai Tapin itu di antaranya Kelurahan Kupang, Kelurahan Rangda Malingkung, Desa Banua Halat Kanan, hingga ke Desa Perintis. Permukaan air Bendungan Tapin permukaan kondisi normal. Elevasi air di atas 145,50 m dan permukaan air di elevasi 145,83 m.
Baca juga: Jelang Ramadan 1443 H, Serapan Elpiji 3 Kg Menurun di Klaten
Banjir di Tapin pertama terjadi di Kecamatan Binuang. Akibat air sungai meluap itu, banjir merendam rumah, fasilitas umum, hingga ke wilayah pertanian. (Ant/OL-14)
Bencana yang terjadi dengan demikian bukan sarana memecah belah umat, apalagi provokasi gerakan-gerakan antikeindonesiaan.
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
Grup UT akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak serta memperkuat sinergi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah
Peninjauan banjir Pekalongan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan kondisi terkini genangan akibat hujan deras yang mengguyur ibu kota sejak Minggu (8/3).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 18 titik banjir dan satu rumah roboh di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Bun Joi Phiau mengatakan banjir yang berulang hampir setiap tahun seharusnya sudah dapat diantisipasi dengan sistem pengendalian banjir
Peristiwa tersebut menjadi banjir kedua yang melanda wilayah itu sejak awal tahun 2026, dengan ketinggian air mencapai lebih dari empat meter.
BPBD Kota Tangerang menyatakan sebanyak sembilan wilayah kecamatan terdampak banjir dengan ketinggian 40 - 150 cm akibat tingginya intensitas hujan.
Hujan yang mengguyur wilayah Jabodetabek pada Sabtu (7/3/2026) malam hingga pagi, menyebabkan banjir di sejumlah titik jalan dan pemukiman penduduk.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved