Rabu 16 Maret 2022, 09:00 WIB

Kehadiran Kredit Usaha Rakyat untuk Pekerja Migran Indonesia Disambut Baik

Mediaindonesia.com | Nusantara
Kehadiran Kredit Usaha Rakyat untuk Pekerja Migran Indonesia Disambut Baik

Dok.ASPATAKI
Ketua ASPATAKI, Saiful Masud pada Launching dan Sosialisasi Skema Baru KUR penempatan bagi PMI di Bandung, Jabar.

 

BANYAK calon pekerja migran yang tidak bisa mendapat pelatihan karena ketiadaan dana. Itu sebabnya Ketua Asosiasi Perusahaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (ASPATAKI), Saiful Masud, mengapresiasi hadirnya Kredit Usaha Rakyat (KUR) penempatan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Hal itu ia sampaikan saat memberikan sambutan pada Launching dan Sosialisasi Skema Baru KUR penempatan bagi PMI di Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/3).
"Kami apresiasi bahwa KUR PMI ini dapat memfasilitasi para adik-adik (CPMI) yang ketika melaksanakan pelatihan memang tidak difasilitasi oleh Pemerintah Daerah karena sesuatu hal," ujar Saiful.

Baca juga: Audiensi BP2MI, Kapolri Tekankan Pentingnya Perlindungan dan ...

Ia pun berharap dengan hadirnya KUR PMI menjadi alternatif atau pilihan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) sebagai solusi yang berbeda dengan KUR TKI yang berlaku sebelumnya.

"Sebagaimana kita ketahui bahwa pada 19 Januari, Bapak Menko Perekonomian menerbitkan Permenko Nomor 1 Tahun 2022 sebagai payung para Pekerja Migran Indonesia untuk mendapatkan fasilitas pinjaman dengan bunga yang cukup rendah yang harus kita terima dan kita support bersama-sama," tegasnya.

Pada kesempatan itu pula ia menjelaskan terkait adanya beberapa perbedaan pendapat terkait dengan KUR PMI. Ia menegaskan bahwa maksud dari kebijakan KUR sangat baik bagi PMI untuk menghindari peminjaman terhadap rentenir yang menetapkan bunga tinggi dan tentunya merugikan PMI.

"Karena misalkan pada kenyataannya ada beberapa daerah yang tidak bisa melaksanakan pasal 40 dan pasal 41 dan tidak dapat memfasilitasi pelatihan, kemudian apakah para PMI kita biarkan mencari pinjaman kesana kemari kepada rentenir," ungkap Saiful.

Kemudian, lanjutnya, ada negara-negara tertentu yang memang belum bisa melaksanakan Peraturan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Nomor 9 tahun 2020. Tentu Kepala Badan membuat kebijakan agar penempatan ini tidak terhenti karena suatu kebijakan dan sesuatu yang sulit.

"KUR PMI diharapkan dapat menjadi alternatif bagi adik-adik (CPMI) semua yang akan bekerja ke luar negeri baik yang akan bekerja pada sektor pemberi kerja perseorangan atau pengguna berbadan hukum. Kalau kita baca Permenkonya bahwa pemagangan dan G to G (Government to Government) juga diperbolehkan di sana. Jadi untuk ini kita berikan apresiasi yang luar biasa kepada Pak Menko dan nuga BP2MI. Aspataki secara Prinsi pendukung KUR PMI sebagai kebijakan yang akan sangat membantu para CPMI juga akan memutus mata rantai bisnis para rentenir," ujarnya. (RO/A-1)

Baca Juga

Ist/PLN Babel

HUT ke-77 RI, PLN Babel Terangi Masyarakat dan Wisata Pantai Tambak Sukamandi

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 08:26 WIB
Pemerintah Kabupaten Belitung Timur sangat mengapresiasi dan berterimakasih kepada PT. PLN yang menyediakan jaringan listrik di salah satu...
dok.ist

Aksi Petugas Amankan 212 Calon PMI di Sumut hingga 4 Hari Dikritisi

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 08:18 WIB
SEBANYAK 212 orang calon pekerja migran Indonesia (PMI) diamankan di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumut. Mereka rencananya akan ke...
Antara

Kalbe Farma Rangkul Petani Baduy Tanam Jahe Merah

👤Sumantri 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 07:50 WIB
Jahe Merah merupakan obat herbal yang mampu menangkal berbagai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya