Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBUTUHAN pupuk bersubdisi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada 2022 mencapau 265.440 ton ditambah pupuk organik cair sebanyak 39.040 liter. Usulan kebutuhannya sudah dihitung berdasarkan e-rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK).
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Cianjur, Dandan Hendayana, mengatakan kebutuhan pupuk subsidi di Kabupaten Cianjur rinciannya terdiri dari urea sebanyak 76.165 ton, SP-36 sebanyak 14.773 ton, ZA sebanyak 29.213 ton, NPK sebanyak 141.277 ton, organik granul sebanyak 4.012 ton, dan organik cair sebanyak 39.040 liter.
Namun, berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 521.34/Kep.844 Rek/2022, untuk pupuk urea alokasinya sebanyak 45.567 ton, SP-36 sebanyak 13.062 ton, ZA sebanyak 19.785 ton, NPK sebanyak 24.014 ton, organik granul sebanyak 3.049 ton, dan organik cair sebanyak 6.618 liter.
"Kalau melihat data, secara umum alokasi pupuk bersubsidi berdasarkan keputusan Gubernur belum sepenuhnya bisa memenuhi kebutuhan," kata Dandan kepada Media Indonesia, Kamis (24/2).
Untuk mengatasi kekurangan usulan kebutuhan, lanjut Dandan, biasanya nanti ada skema realokasi antarkabupaten, antarkecamatan, maupun antardesa. Skema lainnya dilakukan dengan anjuran peningkatan penggunaan pupuk organik. "Mencukupi atau tidaknya tergantung timing karena disesuaikan dengan siklus," sebut Dandan.
Saat ini, ucap Dandan, di Kabupaten Cianjur sudah memasuki musim tanam bersamaan musim hujan 2. Puncak musim tanam di Kabupaten Cianjur, sebut Dandan, akan berlangsung pada periode November 2022-Maret 2023. "Di Kabupaten Cianjur, baru 75% dari sasaran petani yang dapat menjangkau Kartu Tani," sebutnya.
Tahun ini, kata Dandan, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Cianjur sedang mengadakan program pertanian semiorganik untuk tanaman padi. Upaya itu dilakukan sebagai langkah menyosialisasikan upgrade petani untuk penggunaan pupuk organik.
"Sosialisasi ini karena kita melihat tren ke depan harga pupuk bersubsidi diperkirakan akan naik terus. Secara jangka panjang, kita mesti menyiapkan pemahaman kepada para petani untuk tidak depend terhadap pupuk kimia," kata Dandan.
Program pertanian semiorganik di Kabupaten Cianjur rencananya akan diterapkan di lahan seluas 200 hektare. Lokasinya tersebar di 9 kecamatan. "Nanti program pertanian semiorganik ini dilaksanakan di 11 kelompok tani," pungkasnya. (OL-15)
BB)
Pemerintah Provinsi Jawa Barat membatasi spesifikasi kendaraan AMDK yang melintas dengan lebar maksimal 2.100 mm, JBB maksimal 8 ton, dan MST 8 ton.
Di Kabupaten Karawang dampak banjir cukup luas, yakni melanda 12 kecamatan dan 23 desa, dengan total 3.932 kepala keluarga terdampak.
Dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, tujuh wilayah diprakirakan akan diguyur hujan lebat hingga hujan sangat lebat. Sedangkan, 18 wilayah hujan sedang dan hujan lebat
Pendapatan normal Jawa Barat di angka Rp26,9 triliun.
BUPATI Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa kabar soal ratusan korban akibat adanya asap di area tambang emas PT Aneka Tambang (Antam) Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tidak benar.
Perluasan pelanggan ini didukung oleh ketersediaan sumber air baku yang semakin stabil, baik dari Sungai Ciliwung maupun Kali Angke.
“Kebutuhan pupuk petani mencapai sekitar 50 ton per hari, sementara pengiriman yang masuk ke kios sangat terbatas."
Pupuk bersubsidi kini lebih murah dan mudah ditebus. HET turun 20%, petani Garut sudah bisa tebus pupuk sejak awal 2026.
PENYALURAN pupuk bersubsidi oleh PT Pupuk Indonesia (Persero) pada hari pertama di 2026 langsung diserbu para petani.
PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia resmi menandatangani kontrak pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi di 2026.
PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) mencatat penjualan pupuk nonsubsidi sebesar 836 ribu ton melalui program One Day Promotion (ODP) yang digelar di 10 provinsi.
Pemerintah resmi menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 113 Tahun 2025 sebagai revisi atas Perpres Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved