Minggu 20 Februari 2022, 13:00 WIB

BPPTKG Sebut Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Masih Tinggi

Mediaindonesia.com | Nusantara
BPPTKG Sebut Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Masih Tinggi

ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
Gunung Merapi

 

BALAI Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan bahwa aktivitas kegempaan Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta selama periode pengamatan 11-17 Februari 2022 masih tinggi.

"Intensitas kegempaan pada minggu ini masih cukup tinggi," kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Sabtu (20/2).

Baca juga: Kemilau HUT Ke-33, FIF Group Laksanakan Kegiatan Tanam Pohon di Mandalika

Dalam minggu ini, kata dia, kegempaan Gunung Merapi tercatat tiga kali gempa awan panas guguran (AP), 15 kali gempa vulkanik dangkal (VTB), 41 kali gempa fase banyak (MP), 1 kali gempa low frekuensi (LF), 961 kali gempa guguran (RF), 18 kali gempa embusan (DG), dan 9 kali gempa tektonik (TT).

Selain kegempaan, data pengamatan deformasi menunjukkan laju pemendekan jarak tunjam pada pekan ini sebesar 0,5 cm per hari.

Berdasarkan pengamatan sepekan tersebut, gunung api aktif itu terpantau tiga kali mengeluarkan awan panas guguran ke arah barat daya dengan jarak luncur 2.500 sampai 2.800 meter.

Selain itu, guguran lava teramati sebanyak 105 kali ke arah barat daya dominan ke Sungai Bebeng dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter.

Sementara itu, berdasarkan analisis morfologi tidak teramati perubahan yang signifikan baik kubah barat daya maupun kubah tengah.

Hanik menyebutkan volume kubah lava barat daya Merapi sebesar 1.670.000 meter kubik dan kubah tengah sebesar 3.007.000 meter kubik.

BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, dan Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Sedangkan pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Apabila gunung api itu mengalami letusan eksplosif, lontaran material vulkaniknya dapat menjangkau daerah dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung. (Ant/OL-6)

Baca Juga

Dok. Pemprov Babel

Tingkatkan Kualitas SDM, Pelajar Dan Mahasiswa Bangka Belitung Didorong Raih Beasiswa

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 27 Juni 2022, 23:36 WIB
"Pintar secara akademis tidaklah cukup, tapi milikilah karakter yang kuat dengan meningkatkan softskill. Belajarlah di luar apa yang...
MI/Apul Iskandar

Harga Cabai Merah di Pematangsiantar Meroket Hingga Rp125 Ribu per Kg

👤Apul Iskandar 🕔Senin 27 Juni 2022, 23:13 WIB
Kenaikan harga cabai merah dan cabai rawit hijau dikarenakan gagal panen dan naiknya harga...
Wikipedia

Masyarakat dan Wisatawan Diimbau tidak Mendekati Gunung Awu

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 27 Juni 2022, 23:00 WIB
PVMBG telah menaikkan status Gunung Awu dari Waspada Level II ke Siaga Level III menyusul meningkatnya aktivitas kegempaan gunung setinggi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya