Kamis 27 Januari 2022, 11:38 WIB

Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Tinggi, Masyarakat Diminta Waspada

Insi Nantika Jelita | Nusantara
Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Tinggi, Masyarakat Diminta Waspada

ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
Gunung Merapi

 

Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan aktivitas vulkanik Gunungapi Merapi di Jawa Tengah, masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif.

Sifat erupsi tersebut berupa pertumbuhan kubah lava dan pembentukan guguran lava dan awan panas. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap waspada, tidak beraktivitas di daerah potensi bahaya, dan mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono mengatakan, status aktivitas Gunung Merapi berada pada tingkat Siaga (level III) sejak 5 November 2020.

"Mulai tanggal 4 Januari 2021, terjadi erupsi yang bersifat efusif berupa pertumbuhan kubah lava yang diikuti dengan pembentukan guguran lava/Rockfalls (RF) dan awan panas guguran (APG)," jelasnya dalam keterangan resmi, Kamis (27/1).

Eko mengatakan, saat ini terdapat dua pusat erupsi, yaitu di kubah lava tengah kawah dan di tebing puncak sektor barat daya (kubah lava barat daya). Kedua kubah lava terus tumbuh dengan laju rata-rata masing-masing sebesar 5.000 m3/hari dan 10.000 m3/hari.

Pada 20 Januari 2022, lanjut Eko, volume kubah tengah kawah terhitung sebesar 3.007.000 m3 dan kubah lava barat daya sebesar 1.670.000 m3. "Hasil analisis data drone dan kamera DSLR menunjukkan kondisi kedua kubah lava dan tebing-tebing puncak sekitarnya masih stabil," kata dia.

Aktivitas RF dan APG, sambung Eko, dominan bersumber dari kubah lava barat daya terutama ke arah Sungai Bebeng dengan jarak luncur maksimal 3 km. Aktivitas RF dan APG yang intensif dari kubah tengah kawah terjadi di akhir Juni 2021 ke arah Sungai Gendol (tenggara) dengan jarak luncur maksimal 3 km.

Intensitas data pemantauan seismik internal (VT dan MP) dan deformasi dalam fase erupsi ini cukup signifikan, namun tidak meningkat secara menerus. Ekstrusi magma diperkirakan masih akan berlangsung dengan tipe erupsi cenderung bersifat efusif.

Karena masih tingginya aktivitas erupsi saat ini, Badan Geologi menetapkan status aktivitas Gunung Merapi masih pada tingkat Siaga (level III), dengan potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan - barat Daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Badan Geologi pun merekomendasikan agar masyarakat tidak beraktivitas di daerah potensi bahaya tersebut di atas dan mewaspadai bahaya lahar di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi, terutama saat terjadi hujan. (Ins)

Baca Juga

Dok. Pemprov Jateng

Cegah Penularan Varian Baru Covid-19, Ganjar Gencarkan Vaksin Booster di Jateng

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 30 Juni 2022, 18:22 WIB
Cakupan vaksinasi booster di Jawa Tengah saat ini mencapai 23,75 persen. Lima daerah dengan cakupan tertinggi antara lain Kota Surakarta...
MI/PANCA SYURKANI

10 Band Lokal Buleleng Tampilkan Seni Musik Bernuansa Cagar Budaya

👤Arnoldus Dhae 🕔Kamis 30 Juni 2022, 17:45 WIB
Dengan adanya lomba cipta lagu cagar budaya ini diharapkan mampu untuk melestarikan warisan seni dan kebudayaan, khususnya di...
ANTARA

Tim SAR Hentikan Pencarian, 5 ABK LCT Anugerah Indah Dinyatakan Hilang

👤Denny S 🕔Kamis 30 Juni 2022, 17:30 WIB
Kapal yang berlayar dari pelabuhan Muara Banjar, Kalsel, tujuan Samarinda, Kaltim, ini membawa 11...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya