Jumat 14 Januari 2022, 09:10 WIB

BNPT Bahas Radikalisme dengan Forkopimda-Tokoh Masyarakat di Bandung

mediaindonesia.com | Nusantara
BNPT Bahas Radikalisme dengan Forkopimda-Tokoh Masyarakat di Bandung

Ist
Deputi I Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT Mayjen TNI Nisan Setiadi

 

BADAN Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar silaturahim dan dialog bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, dan tokoh agama dalam rangka pencegahan paham radikal terorisme di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Dialog ini untuk membangun daya imunitas dan kekebalan warga bangsa dalam menghadapi berbagai macam virus, seperti virus intoleransi, radikalisme, dan terorisme yang menjadi ancaman bagi bangsa Indonesia, pemerintah melalui BNPT terus memberikan pemahaman kepada seluruh elemen masyarakat mengenai bahayanya virus tersebut.

Deputi I Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT Mayjen TNI Nisan Setiadi, seperti dikutip Antara di Jakarta, Kamis (13/1), mengatakan bahwa silaturahmi ini merupakan sinergi bersama pemerintah kabupaten/kota merupakan misi penting BNPT dalam melakukan pencegahan radikalisme dan terorisme hingga ke daerah pelosok.

Hal ini, kata dia, juga sebagai upaya untuk membangun sinergi dan koordinasi dengan berbagai pihak dalam mewujudkan Indonesia yang harmoni dalam kebinekaan.


Baca juga: Cegah Radikalisme, Jabar-BNPT Kembangkan Kolaborasi Pentaheliks


Nisan mengatakan bahwa silaturahim dan dialog kebangsaan ini merupakan salah satu cara BNPT untuk membangun sinergi, koordinasi, dan kolaborasi dengan berbagai pihak, terutama pemerintah daerah dalam memperkuat wawasan kebangsaan dan ketahanan nasional demi terwujudnya Indonesia yang harmoni dalam kebinekaan.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan bahwa Pemkab Bandung berencana untuk membuat Peraturan Daerah (Perda) Anti Radikalisme dan Intoleransi sebagai upaya mencegah paham radikalisme masuk ke Kabupaten Bandung sekaligus sebagai antisipasi terhadap warga agar tidak terpapar radikalisme dan terorisme.

"Ke depan, saya pun sepakat untuk membuat perda (antiradikalisme) karena bagaimanapun regulasi ini sangat penting sebagai acuan dalam melaksanakan langkah-langkah selanjutnya," kata Dadang.

Jika melihat semua orang berpotensi untuk menjadi intoleran dan radikal, tentunya harus diawali dengan langkah langkah regulasi untuk dijadikan acuan.

"Kami akan berunding dengan Ketua DPRD Kabupaten Bandung, dan kami akan adakan kajian akademisi atau kajian dari sektor daerah lainnya sehingga bisa mengeluarkan perda," ungkap Kang DS, sapaan akrab Bupati Bandung.

Menurut Kang DS, peran RT dan RW sangat besar dalam upaya pencegahan munculnya gerakan radikal dan terorisme. "Saya sudah tingkatkan insentif RT dan RW. Maka, saya berharap para pengurus RT dan RW harus menjadi ujung tombak dalam mendeteksi berbagai kerawanan sosial sejak dini, dan mengawasi lingkungan, 1 x 24 jam tamu wajib lapor," ujarnya. (Ant/S-2)

 

Baca Juga

dok.humas

Sobat Erick Sumatera Barat Bagikan Sembako Kepada Warga Solok

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 25 Januari 2022, 20:37 WIB
RELAWAN Sobat Erick Sumatera Barat membagikan sembako kepada para petani dan kelompok Program Keluarga Harapan (PKH) di Jorong Suliti,...
DOK/PEMPROV KALTENG

Gubernur Kalteng Minta Vaksinasi Dipercepat Melawan Virus Omikron

👤Surya Sriyanti 🕔Selasa 25 Januari 2022, 20:25 WIB
Pelaksanaan vaksinasi dipercepat untuk membentuk kekebalan...
dok.humas

Jurus Ganjar Turunkan Kemiskinan dengan RSLH

👤Haryanto 🕔Selasa 25 Januari 2022, 20:23 WIB
SALAH satu cara menurunkan angka kemiskinan adalah dengan menyalurkan bantuan pembangunan Rumah Sehat Layak Huni (RSLH), listrik gratis,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya