Jumat 17 Desember 2021, 10:10 WIB

Pemkot Pagaralam Fokus Tingkatkan Pendapatan Petani Kopi

Dwi Apriani | Nusantara
Pemkot Pagaralam Fokus Tingkatkan Pendapatan Petani Kopi

MI/Dwi Apriani
Wali Kota Pagaralam Alpian Maskoni.

 

PEMERINTAH Kota Pagaralam mengajak petani kopi untuk mengembangkan tanaman penaung yang bernilai ekonomis untuk menambah pendapatan petani. Wali kota Pagaralam Alpian Maskoni mengatakan program pengembangan tanaman penaung atau tanaman sela itu bakal digenjot mulai tahun 2022.

"Sebetulnya petani kopi di sini, secara turun-temurun, sudah punya tanaman penaung tetapi belum bernilai ekonomis," katanya saat lokakarya dan talkshow tentang agroforestri kopi, kemarin.

Alpian mengemukakan selama ini petani kopi banyak menanam pohon jengkol sebagai tanaman penaung, di samping sebagian lainnya menanam alpukat. Akan tetapi, dia menilai, petani bisa menanam buah-buahan lainnya yang secara harga lebih menjanjikan, juga bisa berpengaruh terhadap aroma kopi.

"Kopi merupakan sumber penghidupan masyarakat Pagaralam sehingga kami terus berupaya mengembangkan program yang bisa meningkatkan kesejahteraan petani kopi," jelasnya

Ia menambahkan pihaknya pun mengapresiasi langkah berbagai pihak yang mendukung konsep agroforestri untuk perkebunan kopi di Pagaralam. Sementara itu, peneliti Agroforestry Extension Specialist World Agroforestry Centre (ICRAF), Endri Martini, mengatakan pihaknya sudah melihat potensi pengembangan agroforestri kopi dengan tanaman buah-buahan sejak 2018.

"Lewat program Empower, kami bekerjasama dengan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Bibit Tanaman Pangan dan Hortikultura meningkatkan akses petani kopi ke bibit unggul tanaman buah-buahan," ujarnya.

Selain itu, Endri melanjutkan pihaknya turut membangun 6 kebun induk tanaman buah-buahan dan pemberian sertifikat kompetensi pembibitan terhadap 10 pembibitan tanaman buah-buahan.

Diketahui, program empower adalah proyek peningkatan kapasitas yang berfokus pada peningkatan pengetahuan dan kapasitas petani kopi robusta di Pagaralam.

"Empower bertujuan untuk meningkatkan mata pencaharian petani melalui produksi kopi dan tanaman lain yang ditanam di kebun kopi campuran, juga dikenal sebagai sistem agroforestri," pungkasnya. (OL-13)

 

Baca Juga

Dok YPA-MDR

Keren, Siswa SD di Yogyakarta Hasilkan Batik Tulis Bermotif Srikaya Selama Tiga Bulan!

👤Iis Zatnika 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 23:30 WIB
Komunitas Pembatik Cilik dikembangkan di Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunung Kidul,...
Ist

Tahun Depan Blora Dapat DBH Migas Sebesar Rp160 Miliar

👤Widhoroso 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 23:08 WIB
PERJUANGAN panjang Kabupaten Blora, Jawa Tengah untuk mendapatkan porsi dana bagi hasil (DBH) migas akhirnya membuahkan...
MI/Bagus Suryo

Kisruh Legalitas Kepengurusan Landa PMI Kota Malang

👤Bagus Suryo 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 21:45 WIB
PALANG Merah Indonesia (PMI) Kota Malang, Jawa Timur, kisruh karena mantan pengurus yang mengatasnamakan Tim Tujuh malayangkan protes atas...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya