Minggu 05 Desember 2021, 10:51 WIB

13 Warga Meninggal Dunia Akibat Erupsi Gunung Semeru

Ferdian Ananda Majni | Nusantara
13 Warga Meninggal Dunia Akibat Erupsi Gunung Semeru

ANTARA/Umarul Faruq
Warga melintas di rumah yang rusak akibat abu vulkanik letusan Gunung Semeru di Desa Sumber Wuluh, Lumajang, Jawa Timur.

 

PENANGANAN darurat terus dilakukan pascakejadian erupsi Gunung Semeru yang berlangsung pada Sabtu (4/12). BPBD Kabupaten Lumajang dan tim gabungan masih meneruskan proses pencarian dan evakuasi warga yang terdampak atau pun yang diperkirakan hilang.

Berdasarkan informasi langsung pada Minggu (5/12) pukul 09.20 WIB dari Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto yang saat ini sedang menuju Lumajang, terdapat total 13 orang dilaporkan meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.

"Yang baru teridentifikasi dua orang dari Curah Kobokan dan Kubuan, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur," kata Suharyanto dalam keterangan resmi, Minggu (5/12).

Baca juga: Gunung Semeru Meletus, Puan Maharani: Utamakan Penyelamatan Warga

Selain itu, sebanyak 41 orang yang mengalami luka-luka, khususnya luka bakar, telah mendapatkan penanganan awal di Puskesmas Penanggal. 

Selanjutnya, mereka dirujuk menuju RSUD Haryoto dan RS Bhayangkara. 

Sementara itu, warga luka lainnya ditangani pada beberapa fasilitas kesehatan, yaitu 40 orang dirawat di Puskesmas Pasirian, 7 orang di Puskesmas Candipuro, serta 10 orang lain di Puskesmas Penanggal di antaranya terdapat dua orang ibu hamil.

Tim gabungan juga berhasil melakukan evakuasi warga yang tadi malam dilaporkan Wakil Bupati Lumajang terjebak di kantor pemilik tambang. Saat ini para warga telah ditempatkan di Pos Curah Kobokan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Berikut ini, informasi mengenai sebaran awas panas guguran juga berdampak pada dua kecamatan, antara lain Kecamatan Pronojiwo pada Desa Pronojiwo, Oro-oro Ombo, Sumberurip, serta Dusun Curah Kobokan di Desa Supiturang serta Kecamatan Candipuro pada Dusun Kamarkajang di Desa Sumberwuluh dan Desa Sumbermujur.

Selain itu terdapat delapan kecamatan dan beberapa desa yang terdampak abu vulkanik, meliputi 

  • Kecamatan Ampelgading pada Desa Argoyuwono.
  • Kecamatan Tirtoyudo pada Desa Purwodadi dan Desa Gadungsari.
  • Kecamatan Pagelaran pada Desam Clumprit.
  • Kecamatan Wajak pada Desa Bambang.
  • Kecamatan Kepanjen pada Desa Panggungrejo dan Mojosari.
  • Kecamatan Dampit pada Kelurahan Dampit.
  • Kecamatan Bantur pada Desa Bantur dan Rejosari.
  • Kecamatan Turen pada Desa Talok.

BPBD Kabupaten Lumajang juga melaporkan terdapat 902 warga mengungsi yang tersebar di beberapa titik kecamatan, antara lain :

Sebanyak 305 orang mengungsi di beberapa fasilitasi pendidikan dan balai desa di Kecamatan Pronojiwo dengan rincian :

  • SDN Supiturang 04 ± 80 orang
  • Masjid Baitul Jadid Dsn. Supiturang ± 50 orang
  • SDN Oro-Oro Ombo 3, ± 20 orang
  • SDN Oro-Oro Ombo 2, ± 35 orang
  • Masjid Pemukiman Dusun Kampung Renteng Desa Oro-oro Ombo ± 20 orang
  • Balai Desa Oro-Oro Ombo ± 40 orang
  • Balai Desa Sumberurip ± 25 orang
  • SDN Sumberurip 2, ± 25 orang

Sebagian masyarakat mengamankan diri di rumah keluarganya di sekitar ketinggian Dusun Kampung Renteng dan Dusun Sumberbulus, Desa Oro-Oro Ombo.

Sebanyak 409 orang di lima titik balai desa di Kecamatan Candipuro dengan rincian :

  • Balai desa Sumberwuluh
  • Balai desa Penanggal
  • Balai desa Sumbermujur
  • Dusun Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh
  • Dusun Kajarkuning, Desa Sumberwuluh

Sebanyak 188 orang mengungsi di empat titik yang terdiri dari rumah ibadah dan balai desa di Kecamatan Pasirian dengan rincian :

  • Balai desa Condro
  • Balai desa Pasirian
  • Masjid Baiturahman Pasirian
  • Masjid Nurul Huda Alon² Pasirian

Kejadian sebaran awan panas guguran Gunung Semeru juga menyebabkan beberapa rumah warga tertutup material vulkanik serta jembatan Gladak Perak di Curah Kobokan yang menjadi akses penghubung Lumajang dan Malang terputus.

BPBD Kabupaten Lumajang menggunakan alat berat _wheel loader_ untuk membuka akses jalan Curah Kobokan serta melakukan pendataan lanjutan terkait kerugian materil lainnya akibat peristiwa ini.

Berdasarkan pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), saat ini Gunung Semeru masih dalam status level II atau ‘waspada.’ Adapun pemantauan kondisi udara melalui radar Accuweather Udara mencapai tingkat polusi tinggi dan berdampak negatif terhadap kelompok yang masuk dalam kategori rentan, yaitu lansia, ibu hamil, disabilitas serta anak-anak.

Pantauan secara visual juga menunjukkan awas panas guguran telah berhenti dikarenakan kondisi hujan di sekitar puncak kubah lava Gunung Semeru.

BPBD terus melakukan koordinasi bersama perangkat desa setempat dan Pos Pengamat Gunung Api (PPGA) terkait pemutakhiran aktivitas Gunung Semeru.

BPBD Kabupaten Lumajang mengimbau masyarakat setempat untuk tidak melakukan aktivitas di Daerah Aliras Sungai (DAS) Mujur di Curah Kobokan dan DAS lainnya maupun beberapa tempat yang dimungkinkan menjadi tempat aliran guguran awan panas. (OL-1)

Baca Juga

MI/Dwi Apriani

Kepala Sekolah Penilap Dana BOS Divonis 4 Tahun Penjara

👤Dwi Apriani 🕔Rabu 26 Januari 2022, 18:09 WIB
KEPALA Sekolah Dasar Negeri 79 Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Nurmala Sari, divonis empat tahun penjara oleh Majelis Hakim...
DOK MI

Bandung Barat Terus Gencarkan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

👤Depi Gunawan 🕔Rabu 26 Januari 2022, 17:52 WIB
PEMKAB Bandung Barat, Jawa Barat menggencarkan vaksinasi Covid-19 dosis kedua demi mencegah lonjakan kasus atau ancaman gelombang ketiga...
MI/Heri Susetyo

Polisi dan ASN di Sidoarjo Mulai Divaksin Covid-19 Dosis Booster

👤Heri Susetyo 🕔Rabu 26 Januari 2022, 17:44 WIB
SETELAH kaum lansia, di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, vaksinasi Covid-19 dosis booster mulai dilakukan pada para aparatur sipil negara...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya