Rabu 24 November 2021, 21:56 WIB

Realisasi Belanja Pemda Di Sumsel Masih Rendah

Dwi Apriani | Nusantara
Realisasi Belanja Pemda Di Sumsel Masih Rendah

DOK MI
Ilustrasi

 

REALISASI belanja sejumlah pemerintah daerah di Sumatera Selatan (Sumsel) masih tergolong rendah. Hingga September 2021, realisasi belanja sejumlah pemerintah daerah bahkan masih ada yang dibawah 50 persen.

Berdasarkan data Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sumsel, ada delapan daerah yang realisasi belanjanya masih dibawah 50 persen. Diantaranya, Kota Palembang 49,19 persen dan Lubuk Linggau 41,38 persen. Kemudian, Kabupaten Empat Lawang 46,15 persen, PALI 45,60 persen, Banyuasin 45,56 persen, Lahat 43,94 persen, Ogan Ilir 43,54 persen dan yang paling rendah Musi Rawas Utara (Muratara) 37,74 persen.

Sementara serapan belanja tertinggi dilakukan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dengan capaian 78,69 persen. Disusul OKU Selatan 60,61 persen, OKU Timur 55,88 persen, Musi Rawas 53,55 persen. Kota Pagara Alam 52,11 persen, Kabupaten OKU 51,05 persen, Muara Enim 51 persen, OKI 50,92 persen dan Provinsi Sumsel 50,23 persen.

Kepala Kanwil DJPb Sumsel, Lyidia Kurniawati Christyana mengatakan, minimnya serapan belanja tersebut sangat mempengaruhi situasi perekonomian daerah. Menurutnya, belanja daerah saat ini sangat dibutuhkan agar terjadi transaksi di tengah masyarakat.

"Salah satu kunci pemulihan ekonomi ini adalah belanja pemerintah. Untuk itu, kami mendorong pemda agar bisa segera merealisasikan belanja terutama untuk barang dan jasa," kata Lyidia, Rabu (24/11).

Secara total, sambung Lyidia, realisasi pendapatan APBD Pemda di Sumsel masih lebih tinggi ketimbang realisasi belanja. Dimana untuk total pendapatan mencapai Rp25,3 triliun. "Sementara untuk total realisasi belanja hanya mencapai Rp21,59 triliun. Bisa dikatakan masih banyak dana yang mengendap di kas daerah yang belum tersalurkan," ungkapnya.

Ia mengatakan, kondisi tersebut harus mendapat perhatian dari pemerintah daerah masing-masing mengingat tahun anggaran tinggal menyisakan dua bulan. "Perlu segera melakukan percepatan serapan. Sehingga, dapat meningkatkan perekonomian masyarakat," pungkasnya. (OL-15)

 

Baca Juga

MI/Denny Susanto

Banjir Meluas Akibat Daya Dukung Lingkungan di Kalsel Kian Rusak

👤Denny Susanto A 🕔Rabu 01 Desember 2021, 11:15 WIB
BENCANA banjir dan tanah longsor yang terus berulang terjadi di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), akibat daya dukung lingkungan...
MI/Agus Utantoro

KONI Pusat Gandeng TWC Kembangkan Sport Tourism

👤Agus Utantoro 🕔Rabu 01 Desember 2021, 11:00 WIB
KONI Pusat dan PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko (TWC) menjalin kerjasama untuk mengembangkan wisata minat...
dok.mi

Kasus Positif Covid-19 di Klaten Nihil, 2 Pasien Sembuh

👤Djoko Sardjono 🕔Rabu 01 Desember 2021, 10:50 WIB
SATGAS Penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Selasa (30/11), melaporkan situasi pandemi terkendali. Sementara tidak ada...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya