Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BANTUAN internet dari Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui program Bakti Kominfo menginspirasi lahirnya program Smart Village di Desa Hadakewa, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.
Inovasi itulah yang hendak dibawa Klemens Kewaaman, petahana Kepala Desa Hadakewa. Klemens ialah peserta pemilihan kepala desa untuk memimpin desa itu hingga lima tahun ke depan.
Dia menyatakan dirinya akan melanjutkan program kerja yang dijalankan
sejak periode pertama memimpin desa, dengan program Smart Village.
Menurut Kewaaman, program Smart village menjadi andalannya menata Desa
Hadakewa lima tahun mendatang memanfaatkan internet desa bantuan Bhakti
Kominfo.
"Kepengurusan administrasi pemerintahan desa ke depan akan dilakukan dengan daring dan luring. Nanti ada aplikasi bisa diunduh di Playstore. Bagi yang tak bisa mengakses melalui online bisa urus surat dengan cara offline," paparnya.
Dikatakan, melalui program smart village urusan berkaitan pemerintahan desa, mulai dari surat menyurat, penyediaan data hingga sistim pelaporan, semuanya berbasis aplikasi dengan memanfaatkan internet desa.
Ia menyebutkan, intervensi teknologi informasi di dalam pemerintah desa, semata-mata untuk mempermudah pelayanan oleh aparat desa dan tidak berdampak pada berkurangnya lapangan kerja bagi warga Desa Hadakewa.
"Tidak ada mempengaruhi atau mengurangi lapangan pekerjaan yang sudah
ada. Ini mempermudah akses dari masyarakat saja," ujar Klemens.
Salah satu Kepala Desa paling berprestasi di Indonesia ini, juga
menjadikan Bumdes sebagai penggerak ekonomi desa.
"Kita masih akan fokus prodak teri dan pariwisata untuk pemulihan
ekonomi di masa pandemi ini," ujarnya.
Kewaaman menjelaskan, dirinya tidak ingin warganya menjadi penonton
dalam pembangunan pariwisata di Desa Hadakewa.
"Masyarakat saya harus jadi pelakunya. Saya mau berproses bersama rakyat saya. Oleh karena itu, dengan keterampilan mereka yang ada saya terus kawal. Membantu memberikan pendampingan, pelatihan sehingga warga benar-benar menjadi pengelola pariwisata yang bermanfaat," ujar Klemens Kewaaman. (N-2)
pemberdayaan desa melalui empat pilar pembangunan berkelanjutan, melibatkan generasi muda, komunitas lokal, dan program Desa Sejahtera
Antusiasme kepala daerah dalam pembentukan Posbankum sangat tinggi.
Pemkab Bekasi mengeklaim telah melakukan pengawasan ketat, mulai dari pengadaan bahan baku hingga proses pengolahan di dapur SPPG.
Penghargaan tertinggi ini diberikan kepada desa-desa yang sukses menyajikan pengalaman autentik sekaligus mendorong pemerataan ekonomi di tingkat lokal.
Kapasitas pemerintah desa dalam mengelola anggaran masih jauh dari standar akuntabilitas yang dibutuhkan.
DIREKTORAT Jenderal Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan pentingnya komitmen yang kuat untuk menyelesaikan batas desa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved