Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) dan mitra industry PT Mega Medica Pharmaceuticals dan PT Akar Rimba, yang telah melakukan pengembangan dan budi daya ikan gabus.
Komoditi ikan gabus sebagai produk lokal membanggakan telah mampu mengangkat nama Sergai di tingkat nasional, bahkan di tingkat internasional.
“Ini sungguh sebuah prestasi yang membanggakan, ikan gabus yang selama ini tidak dianggap sebagai komoditi unggulan, bisa mengangkat perekonomian masyarakat dan juga mengangkat nama Sergai di tingkat nasional dan internasional,” kata Asisten Deputi Hilirisasi Sumber Daya Maritim, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim, Kemenko Marves, Ir Amalyos MM dalam Rapat Koordinasi Pemanafaatan Ikan Gabus Untuk Pencegahan Stunting dan Covid-19.
Diungkapkan Amalyos, Sergei merupakan pilot proyek, champion, dan show case dalam pengembangan budi daya ikan gabus.
“Ini menarik, karena bukan hanya ekosistem hulu yang disiapkan, namun juga hilir. Apalagi sudah ada koperasinya, sudah ada pemain pemainnya. Ini sebuah ekosistem industri yang luar biasa,” kata Amalyos dalam keterangan pers, Kamis (28/10)
Sementara itu, Ketua Masyarakat Ikan Gabus Indonesia (MIGI), Yunan Rhedian, mengatakan Sergai harus bisa menjadi learn business centre.
Menurutnya, pemerintah harus mendukung Pemkab Sergai dalam mengembangkan budidaya ikan gabus.
“Harus ada sebuah kawasan yang bisa terus menerus menjadi enzim untuk bisa memproduksi gabus seperti Sergai ini.
“Secara infrastruktur Sergai telah memenuhi syarat. Karena industri hilirnya sudah tersedia, yakni PT Akar Rimba, yang tak hanya siap membantu dalam pengembangan dan budidaya ikan gabus, namun Akar Rimba juga menjadi penampung hasil produksi ikan gabus masyarakat,” kata Yunan.
Ditambahkan Yunan, dirinya berharap pemerintah bisa mendukung produk olahan gabus dari daerah, karena pihaknya, memiliki akses yang lengkap terhadap pengolahan ikan gabus.
“Akses atas riset komplit di MIGI, kita melakukan riset dari farmasi dan tersertifikasi, kita juga melakukan pemasyarakatan produk," jelasnya.
"Harapannya tentu ini menjadi dorongan bagi Kementrian Kemaritiman. Harus ada komitmen dan sikap konsisten terhadap produk lokal, terutama yang mempunyai nilai tambah,” kata Yunan lagi.
Sementara itu Direktur PT Mega Media Pharmaceuticals dan PT Akar Rimba, Sutristo mengungkapkan, pihaknya selalu konsern dalam pengembangan budi daya ikan gabus, sehingga memiliki nilai tambah lebih.
PT Akar Rimba telah memproduksi banyak suplemen, baik yang dikemas dalam bentuk kapsul maupun sirup yang berbahan ikan gabus yang telah memiliki izin edar dari Badan POM, yang baik bagi pencegahan stunting dan Covid-19.
Dalam mengembangkan produk ini, Perusahaan bekerjasama dengan Fakultas Farmasi USU dalam melakukan riset.
Sutristo menambahkan, pihaknya saat ini memerlukan genetik ikan gabus unggul yang mudah dibudidayakan.
“Kita bisa atur genetik ikan gabus sesuai kebutuhan, jika untuk konsumsi, maka ikan yang dibutuhkan adalah ikan gabus yang cepat besar," tuturnya.
"Namun untuk kebutuhan farmasi, ikan gabus yang diperlukan adalah ikan gabus yang memiliki albumin yang tinggi. Saat ini untuk kebutuhan albumin injeksi Indonesia masih 100% impor,” kata Sutristo lagi.
Produksi Albumin
Sutristo menyatakan, PT MMP dan Akar Rimba menargetkan bisa mandiri dalam pembuatan obat albumin di Indonesia.
Dalam pengembangan produk olahan gabus, sudah ada produk oral berupa kapsul dan sirup untuk pencegahan stunting dan Covid-19, berupa ekstrak ikan gabus yang dikombinasikan dengan meniran dan temulawak untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan beberapa herbal potensi lainnya.
“Untuk menjawab kebutuhan albumin Indonesia yang cukup tinggi dan masih impor, kami berkomitmen terus melakukan inovasi riset dengan berbagai lembaga universitas dan peneliti sehingga mampu memproduksi albumin injeksi dari ikan gabus” pungkas Sutristo
Sebagai produsen ikan terbesar kedua di dunia, sekitar 95% tangkapan ikan Indonesia berasal dari perikanan skala kecil.
Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari mencatat produksi ikan di pelabuhan ituIkan Layang dan Tuna Dominasi Hasil Tangkapan di Pelabuhan Kendari mencapai 80–100 ton per hari.
Kementerian Kelautan dan Perikanan menyiapkan regulasi baru untuk mempermudah layanan perizinan usaha di sektor perikanan.
DOSEN UGM mengomentari penarikan (recall) terhadap produk udang beku merek Great Value di AS yang diimpor dari perusahaan Indonesia karena mengandung radioaktif.
MENYONGSONG satu abad kemerdekaan Indonesia, kedaulatan pangan menjadi agenda prioritas yang wajib dimenangkan.
SEBANYAK 50 Ketua DPD KNTI se-Sumatra dan Koperasi Perikanan melaksanakan Rapat Konsolidasi penguatan simpul jaringan koperasi perikanan di wilayah Sumatra dan Kepulauan Riau.
Program Desaku Maju–GERCEP direncanakan berlangsung dalam 58 kelas di 38 desa.
Yayasan Indonesia Setara bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perindustrian Perdagangan (DKUKMPP) Kota Cirebon serta Refo menggelar workshop digital marketing.
Data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024 mencatat jumlah wirausaha Indonesia telah mencapai 3,47% dari total penduduk, naik dari 3,21% pada tahun sebelumnya.
Program Kartini Bluebird, wadah pemberdayaan bagi istri dan putri pengemudi Bluebird yang berdiri sejak 2014, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi keluarga
Salah satu Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Widayani Wahyuningtyas, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mengusung tema 'Edukasi kewirausahaan sejak usia dini.
Gus Falah menegaskan, adalah keharusan bagi santri untuk menguasai berbagai bidang, mulai dari teknologi, sains, politik, hingga kewirausahaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved