Kamis 28 Oktober 2021, 21:20 WIB

Kemenko Marves Apresiasi Pemkab Sergai dan Mitra Kembangkan Ikan Gabus

mediaindonesia.com | Nusantara
Kemenko Marves Apresiasi Pemkab Sergai dan Mitra Kembangkan Ikan Gabus

Ist
Peserta rapat koordinasi pemanfaatan ikan gabus untuk pencegahan stunting dan Covid-19 di Aula Kantor Bupati Sergai.

 

KEMENTERIAN Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) dan mitra industry PT Mega Medica Pharmaceuticals dan PT Akar Rimba, yang telah melakukan pengembangan dan budi daya ikan gabus.

Komoditi ikan gabus sebagai produk lokal membanggakan telah mampu mengangkat nama Sergai di tingkat nasional, bahkan di tingkat internasional.

“Ini sungguh sebuah prestasi yang membanggakan, ikan gabus yang selama ini tidak dianggap sebagai komoditi unggulan, bisa mengangkat perekonomian masyarakat dan juga mengangkat nama Sergai di tingkat nasional dan internasional,” kata Asisten Deputi Hilirisasi Sumber Daya Maritim, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim, Kemenko Marves, Ir Amalyos MM dalam Rapat Koordinasi Pemanafaatan Ikan Gabus Untuk Pencegahan Stunting dan Covid-19.

Diungkapkan Amalyos, Sergei merupakan pilot proyek, champion, dan show case dalam pengembangan budi daya ikan gabus.

“Ini menarik, karena bukan hanya ekosistem hulu yang disiapkan, namun juga hilir. Apalagi sudah ada koperasinya, sudah ada pemain pemainnya. Ini sebuah ekosistem industri yang luar biasa,” kata Amalyos dalam keterangan pers, Kamis (28/10)

Sementara itu, Ketua Masyarakat Ikan Gabus Indonesia (MIGI), Yunan Rhedian, mengatakan Sergai harus bisa menjadi learn business centre.

Menurutnya, pemerintah harus mendukung Pemkab Sergai dalam mengembangkan budidaya ikan gabus.

“Harus ada sebuah kawasan yang bisa terus menerus menjadi enzim untuk bisa memproduksi gabus seperti Sergai ini.  

“Secara infrastruktur Sergai telah memenuhi syarat. Karena industri hilirnya sudah tersedia, yakni PT Akar Rimba, yang tak hanya siap membantu dalam pengembangan dan budidaya ikan gabus, namun Akar Rimba juga menjadi penampung hasil produksi ikan gabus masyarakat,” kata Yunan.

Ditambahkan Yunan, dirinya berharap pemerintah bisa mendukung produk olahan gabus  dari daerah, karena pihaknya, memiliki akses yang lengkap terhadap pengolahan ikan gabus.

“Akses atas riset komplit di MIGI, kita melakukan riset dari farmasi dan tersertifikasi, kita juga melakukan pemasyarakatan produk," jelasnya.

"Harapannya tentu ini  menjadi dorongan bagi Kementrian Kemaritiman. Harus ada komitmen dan sikap konsisten terhadap produk lokal, terutama yang mempunyai nilai tambah,” kata Yunan lagi.

Sementara itu Direktur PT Mega Media Pharmaceuticals dan PT Akar Rimba, Sutristo mengungkapkan, pihaknya selalu konsern dalam pengembangan budi daya ikan gabus, sehingga memiliki nilai tambah lebih.

PT Akar Rimba telah memproduksi banyak suplemen, baik yang dikemas dalam bentuk kapsul maupun sirup yang berbahan ikan gabus yang telah memiliki izin edar dari Badan POM, yang baik bagi pencegahan stunting dan Covid-19.

Dalam mengembangkan produk ini, Perusahaan bekerjasama dengan Fakultas Farmasi USU dalam melakukan riset. 

Sutristo menambahkan, pihaknya saat ini memerlukan genetik ikan gabus unggul yang mudah dibudidayakan.

“Kita bisa atur genetik ikan gabus sesuai kebutuhan, jika untuk konsumsi, maka ikan yang dibutuhkan adalah ikan gabus yang cepat besar," tuturnya.

"Namun untuk kebutuhan farmasi, ikan gabus yang diperlukan adalah ikan gabus yang memiliki albumin yang tinggi. Saat ini untuk kebutuhan albumin injeksi Indonesia masih 100% impor,” kata Sutristo lagi.

Produksi Albumin 

Sutristo menyatakan, PT MMP dan Akar Rimba menargetkan bisa mandiri dalam pembuatan obat albumin di Indonesia.

Dalam pengembangan produk olahan gabus, sudah  ada produk oral berupa kapsul dan sirup untuk pencegahan stunting dan Covid-19, berupa ekstrak ikan gabus yang dikombinasikan dengan meniran dan temulawak untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan beberapa herbal potensi lainnya.

“Untuk menjawab kebutuhan albumin Indonesia yang cukup tinggi dan masih impor, kami berkomitmen terus melakukan inovasi riset dengan berbagai lembaga universitas dan peneliti sehingga mampu memproduksi albumin injeksi dari ikan gabus” pungkas Sutristo

Baca Juga

MI/Alexander P Taum.

Hujan Seharian, Banjir Rusak Sebagian Besar Jalan Lembata

👤Alexander P Taum 🕔Kamis 09 Desember 2021, 17:45 WIB
Sedangkan ruas jalan Belame-Lamalewar di Kecamatan Nagawutung nyaris putus karena terendam...
DOK MI.

Mantan Bupati Morowali Utara Ditangkap karena Mencuri Kelapa Sawit

👤M Taufan SP Bustan 🕔Kamis 09 Desember 2021, 17:20 WIB
Asrar yang kini telah berstatus tersangka ditahan penyidik di Polres Morut selama 20 hari terhitung sejak 7 Desember 2021 sampai dengan 26...
MI/Heri Susetyo.

SMPN 2 Tanggulangin Terendam Banjir, Siswa Belajar dalam Genangan

👤Heri Susetyo 🕔Kamis 09 Desember 2021, 16:44 WIB
Ada 10 ruangan yang tergenang air setinggi sekitar lima sentimeter atau semata...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya