Selasa 12 Oktober 2021, 20:30 WIB

Investor Ancam Hengkang Gara-gara Listrik Sering Padam di Morut

Mediiandonesia | Nusantara
Investor Ancam Hengkang Gara-gara Listrik Sering Padam di Morut

ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Ilustrasi

 

BUPATI Morowali Utara (Morut) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dr. Delis Julkarson Hehi mengungkapkan adanya investor yang ingin meninggalkan Morut dan membatalkan investasi di sana akibat pemadaman listrik yang sering terjadi.

Ia menyatakan jika masalah listrik padam tersebut tidak dapat diselesaikan secepatnya maka tidak menutup kemungkinan investor yang berinvestasi di Morut yang notabene mempekerjakan hingga belasan ribu tenaga kerja berbondong-bondong angkat kaki dari Morut.

"Ini listrik sudah terlalu sering mati-hidup. Saya sengaja undang bapak-bapak sekalian untuk mencari solusi secepatnya. Sebelum berinvetasi, para investor pasti menanyakan ketersediaan daya listrik. Jadi ini masalah serius," katanya saat meminta penjelasan perwakilan Perusahaan Listrik Negara di Kantor Bupati Morut, hari ini.

Ia berharap PLN melalui Unit Layanan Pelanggan Kolonodale benar-benar serius untuk mencari solusi dan mengatasi permasalahan listrik padam tersebut sebelum hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

"Apa yang kami bisa bantu? Kalau kapasitas daya listrik yang kurang, kita cari jalan keluarnya. Kalau pohon menghalangi kabel listrik, tolong sampaikan di desa mana, nanti kami hubungi kadesnya," ujarnya.

Baca juga: Termakan Hoaks, Masih Ada Warga Sikka Yang Enggan Divaksin Covid-19

Sementara itu Manajer PLN ULP Kolonodale, Desnart Sabudu mengakui saat ini ada empat mesin pembangkit listik rusak sehingga terpaksa dilakukan pemadaman bergilir.

Ia menjelaskan saat ini ada 10 mesin pembangkit listik di Pembangkit Listrtik Tenaga Diesel (PLTD) Tompira. Dari 10 itu hanya enam mesin yang berfungsi.

"Dalam kondisi normal, keenam mesin itu memiliki daya total 2.150 Kilo Watt (KW). Selain itu dibantu daya listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Minihydro (PLTM) 1 Wawopada yaitu 2.600 KW dan PLTM 2 sebesar 3.200 KW. Itu berarti total daya yang mampu dihasilkan 7.950 KW,"jelasnya.

Desnart menjelaskan, kebutuhan daya listrik di Morut saat ini sekitar 7.800 kW hingga 8.000 akW. Artinya, dalam keadaan normal tidak akan terjadi pemadaman aliran listrik.

Namun, dari enam mesin PLTD Tompira, ada mesin yang mati tiba-tiba jika panasnya sudah mencapai 98 derajat celcius.

"Mesin itu pasti langsung mati sendiri. Jadi harus dingin dulu baru dihidupkan kembali. Ini salah satu masalah yang terjadi selama ini sehingga pemadaman listrik kerap terjadi," terangnya.

Selain itu, kata dia, permasalahan maintenance, kabel terputus, tiang listrik jatuh atau masalah di mesin PLTM Wawopada yang juga menjadi penyebab pemadaman listrik kerap dilakukan.

Saat ini pihaknya terus melakukan perbaikan sambil berkordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Morut untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

"Kebutuhan daya listrik ini diharapkan bisa tertanggulangi secara keseluruhan jika PLTM Tomata dengan daya 10.000 KW sudah beroperasi pada Januari 2022 mendatang," ucapnya.(Ant/OL-4)

Baca Juga

dok.mi

Dunia Terbalik, Anak Korban KDRT Lapor Polisi di Sumut Malah Jadi Tersangka

👤Yoseph Pencawan 🕔Senin 18 Oktober 2021, 06:25 WIB
ANAK korban KDRT di Pematangsiantar,Sumut laporkan ayahnya ke polisi malah ditetapkan sebagai tersangkai, kebetulan terlapor yang juga...
MI/Gabriel Langga

36 Petani Milenial di Maros Terima Dana Hibah Pemkab

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 18 Oktober 2021, 05:00 WIB
Dana hibah itu disalurkan melalui Program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services...
ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas.

BPBD Aceh Barat Pastikan Kebakaran Lahan Gambut di Dua Lokasi 100 Persen Padam

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 17 Oktober 2021, 23:24 WIB
Meski sudah dinyatakan padam secara total, pihaknya masih terus melakukan pemantauan di lokasi kebakaran guna memastikan tidak ada lagi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya