Selasa 12 Oktober 2021, 11:10 WIB

Kepedulian Pemerintah terhadap Petani Garam sangat Diharapkan

Mediaindonesia.com | Nusantara
Kepedulian Pemerintah terhadap Petani Garam sangat Diharapkan

ANTARA/AMPELSA
Perajin mengolah garam hasil produksi petani secara tradisional menjadi produk garam beryodium.

 

GARAM memang masih menjadi salah satu persoalan di Tanah Air. Sebab pemerintah masih secara rutin mengimpor garam. Hal itulah yang membuat sebagian orang berpikir dan bertanya-tanya, kenapa Indonesia sebagai negara kepulauan tidak bisa menghasilkan garam.

Lalu bagaimana nasib para petani garam jika pemerintah kerap mengimpor garam. Karena itu kepedulian Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko kepada petani  garam di Cirebon, Jawa Barat dipuji Pengamat Birokrasi Varhan Abdul Aziz. Ia menegaskan apa yang dilakukan Moeldoko tersebut sejatinya memang wajib dilakukan pejabat publik.

Baca juga: Pacu Kesejahteraan, Pembinaan Petani Garam Mutlak Dilakukan

Menjadi seorang pejabat publik, menurut Varhan yang juga merupakan wakil sekretaris jenderal Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat (Lira) tersebut, meniscayakan sikap altruisme atau kesediaan untuk menjadikan kepentingan rakyat banyak sebagai prioritas, dibanding keperluan pribadi.

Suksesnya karir pejabat publik, menurut Varhan, seringkali berkaitan erat dengan pandangan dunia atau world view-nya dalam melihat dan memperlakukan rakyat banyak. Manakala seorang pejabat publik melihat rakyat hanya sebagai objek kebijakan yang harus mematuhi aturan yang lazimnya datang dari atas, bisa dipastikan dirinya tidak akan bisa mencapai kesuksesan hakiki.

“Mungkin target programnya tercapai, tetapi urusan dengan rakyat tidak bisa terlampau disederhanakan dengan pencapaian angka-angka target, melainkan harus bisa mengambil hati rakyat agar mereka juga merasa diperlakukan sebagai manusia, bukan semata mesin peraih target program,” kata Varhan

Menurut Varhan, secara sederhana negara demokratis pun bisa dibilang sebagai  negara yang mendengar rakyat. Sebab di negara yang menganut prinsip demokrasi, aspirasi rakyat yang disampaikan dalam beragam bentuk ekspresi di ruang publik, termasuk curhat kepada pejabat, bukan angin lalu melankan masukan yang mempertajam langkah menuju tercapainya tujuan. Semua pandangan, pendapat dan keluhan rakyat itu, pada gilirannya akan berbaur dengan ide-ide cerdas serta pengalaman kepemimpinan si pejabat yang berujung pada solusi perbaikan kualitas hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Pak Moeldoko tampak sangat mengerti akan hal tersebut. Sebagaimana keberadaan manusa dengan dua telinga dan satu mulut, yang bagi pejabat publik bisa diinterpretasikan sebagai keharusan untuk lebih banyak mendengar sebelum memberikan arah dan perintah melalui mulut,” kata Varhan.

Sebagaimana diberitakan berbagai media massa, KSP Moeldoko  pada Jum'at (8/10) lalu menemui para petani garam di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.  Mereka mengeluhkan banyak hal, terutama berkaitan dengan harga garam yang anjlok serta rawannya kemungkinan terjadi abrasi di tepi pantai Cirebon.

"Harga garam anjlok sekali hanya Rp500 per kilogram. Kami mohon pemerintah bisa segera menetapkan harga eceran terendah (HET)," ujar salah satu petani garam bernama  Ismail Marzuki.

Setelah mendengar keluh-kesah petani garam, Moeldoko merespon dan menyatakan bahwa pemerintah sedang menyiapkan solusi untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi petani garam di lapangan. Hal itu meliputi, antara lain, kebijakan impor garam industry, serta akan adanya program revitalisasi bibir pantai utara Jawa.

Sehubungan dengan tingkat harga, Moeldoko juga berjanji untuk menyampaikan aspirasi petani garam kepada kementerian/lembaga terkait. Moeldoko tak lupa mengajak para petani garam untuk tetap optimistis, meski masih ada beragam persoalan yang harus dihadapi. (Ant/A-1)

Baca Juga

DOK MI

RSUD Kardinah Tegal Miliki Laboratorium PCR

👤Supardji Rasban 🕔Senin 18 Oktober 2021, 23:56 WIB
UNTUK mendukung percepatan hasil tracing Covid-19, Rumah Sakit Umum Daerah Kardinah (RSUD) Kardinah Kota Tegal, Jawa Tengah, kini memiliki...
ANTARA

Mahasiswa ITHB Ciptakan Aplikasi Penerjemah Bahasa Isyarat

👤Widhoroso 🕔Senin 18 Oktober 2021, 23:23 WIB
Di Indonesia, data 2019 menunjukkan sekitar 2 juta orang mengalami tuli dan diperkirakan setiap tahun, ada sebanyak 5 ribu bayi yang...
MI/BAYU ANGGORO

Ajakan pada Generasi Muda untuk Bertani Terus Bergaung

👤Bayu Anggoro 🕔Senin 18 Oktober 2021, 23:05 WIB
Lewat film berjudul : Kabayan Petani Milenial, Pemprov Jawa Barat, seniman dan berbagai kalangan mengajak generasi muda berani menjadi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya