Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Investasi Pasar Dimulai dari Lorong

Lina Herlina
04/5/2016 08:15
Investasi Pasar Dimulai dari Lorong
(MI/LINA HERLINA)

PEMBENAHAN dan pemanfaatan lorong menjadi kebanggaan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto. Setiap ada kesempatan, ia pasti membahas program membangun lorong yang nantinya akan mengantar Kota Makassar sebagai kota dunia.

Saat Australia memperingati hari kemerdekaan ke-228 pada Januari lalu, Pemerintah Kota Makassar ikut memeriahkannya dengan merayakan di salah satu lorong, tepatnya di Jalan Langgau Lorong 7, Kelurahan Timongan Lompoa, Kecamatan Bontoala.

Wali Kota Makassar bersama Staf Ahli Bidang Politik dan Kerja Sama Publik Kedutaan Besar Australia untuk RI, Bradley Amstrong, merayakan Australia Day dengan membuat barbecue untuk warga, di lorong tersebut.

“Baru kali ini kita merayakan Australia Day di lorong. Penghargaan yang sangat besar bagi masyarakat Makassar. Semoga sukses dan hubungan yang bersejarah ini bisa semakin dekat lagi,” ujar Danny, sapaan akrab wali kota.

Keunikan perayaan Australia Day bukan hanya digelar di lorong. Kekayaan kuliner yang merupakan bagian dari kebudayaan suatu bangsa menjadi sajian unik dalam perayaan itu. Kuliner tradisional Makassar seperti songkolo (ketan), rokoroko unti (nagasari), katrisala (putri salam), dan coto bersanding dengan barbecue khas Australia. Masyarakat pun menikmati keragaman kuliner tersebut di tengah lorong.

“Saat ini, kita sudah masuk era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Salah satu cara untuk memenangi persaingan dengan membangun networking dan ini kita sudah punya. Apalagi pembangunan yang kami lakukan dua sayap, membangun kota dunia dan restorasi lorong,” terang Danny.

April ini, pemerintah Australia akan membuka konsulat jenderal (konjen) di Makassar. “Hubungan bilateral kita sangat baik. Australia sangat senang bisa membuka konjen di Makassar, kota yang strategis untuk pintu Indonesia Timur,” jelas Amstrong.

Kerja sama dengan Australia itu diwujudkan dengan dukungan ‘Negeri Kanguru’ terhadap pembangunan Indonesia dengan menyediakan dana sebesar Rp3,7 triliun. Khusus untuk Kota Makassar, kerja sama akan difokuskan pada infrastruktur dan transportasi.

Kehadiran Konjen Australia itu bisa membuka peluang Pemkot Makassar untuk melakukan intervensi pasar bagi industri lorong yang kini sedang digiatkan.

“Kita berupaya menyiapkan hasil kerajinan tangan dari lorong-lorong yang sesuai dengan selera pasar Australia sehingga ada peluang pemasaran di sana,” tuturnya.

Kegiatan pembangunan lorong ini juga menjadi perhatian Wakil Ketua DPRD Kota Makassar dari Partai NasDem, Indira Mulyasari Paramastuti Ilham. Menurutnya, Kota Makassar yang akan menjadi kota dunia sangatlah penting. Namun, ia meminta Pemkot Makassar harus pula memikirkan penyandang difabel atau disabilitas untuk mendapat kemudahan akses seperti halnya masyarakat umumnya.

Menurutnya, menjadi kota dunia tidak mustahil. “Tapi kami hanya ingatkan kepada Pak Wali Kota, jangan lupa untuk memberikan pelayanan prioritas bagi penyandang disabilitas, juga masyarakat yang tinggal di kawasan kumuh pinggiran Kota Makassar,” ujar Indira.

Menurutnya, menjadi kota dunia tidak hanya memikirkan dampak kriminalitas. “Dampak sosial juga penting dipertimbangkan. Saya kira Pak Wali Kota paham itu,” tegasnya. (LN/N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya