Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJELANG peringatan hari jadi ke-52 Sulawesi Tenggara (Sultra), berbagai kemajuan telah diraih Sultra, di antaranya pembangunan infrastruktur jalan sepanjang 2.000 km, peningkatan kualitas kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Keberhasilan itu tak lepas dari tangan dingin Nur Alam yang telah delapan tahun menjabat Gubernur Sultra. Apa saja program-program yang telah dilakukannya dalam memimpin daerah yang dijuluki ‘Bumi Anoa’ itu? Bagaimana perwujudan visi dan misinya dalam program Bahteramas?
Berikut petikan wawancara Media Indonesia dengan Nur Alam di Kolaka, Sultra, Selasa (26/4) malam.
Sultra kini sudah berusia 52 tahun. Apa saja kemajuan Sultra hingga saat ini?
Kalau kita bicara kemajuan dari penyelenggaraan pemerintahan, kita harus mengamati apa yang menjadi program dari visi dan misi pemerintahan dalam satu periode. Dalam menjalankan pemerintahan bersama dengan wakil saya, Saleh Lasata, kami mencanangkan lima program yang disebut Bahteramas, bangun sejahtera masyarakat Sultra.
Pertama peningkatan dan pengembangan kualitas sumber daya manusia, kedua revitalisasi pemerintahan, ketiga ialah pembangunan ekonomi, keempat ialah pengembangan nilai-nilai budaya dan wisata, kelima pembangunan infrastruktur wilayah.
Program prioritas peningkatan SD dibagi dua, peningkatan kualitas pendidikan dan derajat kesehatan. Untuk revitalisasi pemerintah, yakni reformasi birokrasi karena ini program nasional yang harus dijalankan dan termasuk program MDGs yang harus disukseskan dalam rangka menciptakan good government. Pembangunan ekonomi pertama pengembangan usaha kecil dan menengah, kedua pengembangan investasi sehingga meningkatkan nilai tambah dari potensi sumber daya alam yang dimiliki daerah.
Pengembangan wisata dan budaya, kita memprioritaskan pengembangan situs-situs sejarah daerah. Kita revitalisasi menjadi daya tarik wisata yang menarik terkait dengan infrastruktur, pengembangan jalan dan jembatan, pelabuhan, bandara, dan kawasan industri strategis. Bila kita gunakan indikator pada makroekonomi, kesimpulannya Sultra selama delapan tahun terakhir selalu tumbuh di atas
rata-rata pertumbuhan nasional. Kita berhasil membuat jalan kurang lebih 2.000 kilometer dalam waktu delapan tahun terakhir. Program politik pemerintahan bisa memekarkan lima wilayah kabupaten.
Tinggal 1 tahun 8 bulan lagi masa jabatan Anda, apa yang masih ingin Anda capai?
Saya tidak akan lagi membuat programprogram baru, tapi menyelesaikan program yang sudah ada, baik itu peningkatan atau perluasan dari lima program utama saya.
Kalaupun dalam perjalanannya ke depan ada tuntutan dan kebutuhan-kebutuhan sesuai dengan momentumnya yang kita harus buat penyesuaian, kita berikan perhatian, tapi bukan menjadi prioritas. Pengalaman kita selama ini untuk membuat satu program yang berkesinambungan dan memiliki arah dan sasaran yang hendak kita tuju dalam satu dimensi membutuhkan waktu satu periode. Sementara itu, waktu berjalannya kita dengan dukungan anggaran ini tinggal satu tahun anggaran sehingga hampir tidak mungkin lagi kita membuat kebijakan baru, kecuali menyelesaikan apa yang kita sudah
mulai.
Bila berbicara HUT Sultra, kita berbicara tagline-nya, Halo Sultra. Maksudnya apa?
Tagline yang saya tetapkan sejak 2008 lalu. Pertama brand harus mudah diingat. Tagline itu menjadi komunikasi. Kata halo itu menjadi satu kata kerja yang digunakan semua orang di dunia, baik kita yang berbahasa Indonesia maupun Inggris. Jadi, halo itu seolah-olah membangun komunikasi antara satu dan yang lain. Selain itu, Halo itu ada singkatan dari Haluoleo, pahlawan yang kita kagumi di sini dan namanya diwujudkan dalam penamaan bandara.
Keunikan HUT Sultra jika dibandingkan dengan daerah lain ialah setiap tahun memindahkan lokasi dari satu kabupaten ke kabupaten lain. Apa alasannya?
Pemindahan itu mendistribusi keselarasan pembangunan di seluruh Sultra. Sultra itu bukan hanya ibu kotanya di Kendari, melainkan juga seluruh kota wilayah administrasi Sultra bagian yang sama. Salah satu cara mendistribusikan pemerataan pembangunan ialah pelaksanaan HUT pun kita gilir ke setiap kabupaten. Digilir setiap kabupaten itu memberikan multiplier yang cukup bermanfaat untuk daerah itu.
Selain peningkatan kapasitas daerah itu, edukasi, hiburan masyarakat, interaksi antara seluruh masyarakat Sultra di wilayah itu, kegiatan ekonomi berkembang, infrastruktur dipercepat.
Perasaan Anda di HUT ke-52 bagaimana? Senang melihat perjuangan Anda atau sedih karena delapan tahun menjabat akan selesai?
Hidup itu penuh dengan dinamika. Ada waktu kita senang, resah, bahagia, sedih. Apa pun juga situasinya di hari ulang tahun ini perasaan saya bahagia karena saya masih bisa menjalankan amanah dan mandat rakyat sampai dengan di HUT Sultra ke-52, sampai dengan perjalanan saya ke delapan tahun depan bisa saya ulangi, hingga akhirnya saya mengakhiri masa jabatan saya. Sedih juga acap kali mewarnai perasaan kita, tapi bukan karena mau pensiun. Saya nilai antara sedih dan gembira itu bagian dari dinamika yang tidak terlepas satu dengan lain. Apa pun yang kita jalankan antara sedih dan gembira bisa memberikan manfaat. (Rin/HM/S-25)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved