Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Jadi Momentum Membangun Daerah

Rin/S-25
02/5/2016 02:30
Jadi Momentum Membangun Daerah
(DOK HUMAS SULTRA)

LANGIT Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), penuh warna setelah Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam, menembakkan suar ke arah tongkang.

Lebih dari 10 ribu kembang api membuat decak kagum ratusan ribu masyarakat yang memadati Lapangan Bypass Kolaka, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Atraksi kembang api dinyalakan tepat saat pergantian waktu.

Gubernur Sultra Nur Alam menyalakan atraksi selama 13 menit itu pada pukul 23.00 Wita.

"Ini detik-detik jelang HUT ke-52 Sultra yang jatuh tepat pada 27 April," ujar Nur Alam sebelum melepaskan tembakan.

Nur Alam mengaku semua kembang api itu merupakan hasil sumbangan.

Tidak semata kembang api, berbagai rangkaian kegiatan juga mengisi perayaan hari jadi Provinsi Sultra ke-52 itu.

Atraksi terjun payung, drum band Satpol PP, dan pesawat Sukhoi,

serta gelaran seni budaya turut mengisi keramaian.

Ada juga karnaval, lomba perahu hias, lomba kuliner tradisional, dan berbagai lomba lainnya.

Berbagai kegiatan itu dinilai Gubernur memberikan kesan khusus bagi masyarakat.

"Hal ini akan memberikan pengalaman tersendiri bagi masyarakat yang mungkin hanya bisa menyaksikan sekali dalam seumur hidup sehingga bisa memberikan kesan mendalam bagi seluruh masyarakat," ujarnya.

Gubernur ke-8 itu menegaskan acara HUT itu diselenggarakan tidak sekadar untuk memberikan hiburan kepada masyarakat, tapi juga memberikan dampak ekonomi dan sosial budaya.

Secara ekonomi, dengan adanya perayaan, pemilik penginapan dan rumah makan akan mengalami peningkatan pendapatan yang signifikan.

Masyarakat pun bisa berinteraksi dengan masyarakat dari wilayah yang berbeda.

Sisi infrastruktur juga mengalami perbaikan. Misalnya, dulu untuk mencapai Kolaka dari Kendari dibutuhkan waktu 4-5 jam, sedangkan kini hanya 3 jam.

Jalan yang dilalui pun 90% sudah mulus.

"Percepatan pembangunan infrastruktur yang dilakukan dalam rangka persiapan perayaan seperti ini bernilai investasi dan bermanfaat jangka panjang," ujar Gubernur.

Bukan cuma itu, perayaan ulang tahun provinsi Sulawesi Tenggara juga dilakukan secara bergilir di Kabupaten Kota.

Hal itu terkandung maksud agar dapat dirasakan dan dinikmati seluruh lapisan masyarakat Sulawesi Tenggara.


Rapat kerja

Peringatan HUT Sultra pun dijadikan momentum untuk melakukan rapat kerja dengan camat, lurah, dan kepala desa di seluruh Sultra.

Sebanyak 4.200 peserta hadir untuk bertukar pikiran dan memberikan masukan bagi pemerintah daerah.

Peserta pun memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan keluhan mereka, terutama dalam penerapan Undang-Undang (UU) Desa dan penggunaan dana block grant.

Nur Alam menyadari butuh waktu untuk berkoordinasi agar semua pihak bisa memahami program baru itu sehingga bisa berjalan lancar.

Diperlukan harmonisasi antara semua pihak.

"Seyogianya kebijakan pusat itu menjadi payung bagi kebijakan daerah, tetapi otoritas yang dimiliki daerah secara bebas berekspresi sebagai bagian dari demokrasi pembangunan ini sering membuat tidak link and match pembangunan antara daerah dan pusat," ujarnya.

Kehadiran kepala daerah itu, lanjut Nur Alam, ialah bagian dari konsolidasi pemerintah provinsi ke berbagai daerah sehingga bisa

menyamakan persepsi, memberikan arahan, dan pembinaan guna meningkatkan kapasitas para pemimpin.

"Semua itu hanya bisa dilakukan bila ada momentum. Interaksi antara aparatur yang ada, misalnya, provinsi dan kabupaten, rapat monitoring terus kami lakukan setiap tiga bulan atau semester," pungkasnya.

Selain itu, para kepala daerah bisa bertukar informasi dan pengalaman untuk membangun daerah mereka menjadi lebih baik. (Rin/S-25)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya