Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
Bencana hidrometeorologi tidak bisa dihindari. Tapi bisa disiasati dengan mengedepankan mitigasi. Karena itu, di Provinsi Sulawesi Selatan, pihak Badan Penanggulangan Bendana Daerah (BPBD) provinsi sejak awal berkoordinasi dengan BPBD 24 kabupaten/kota yang ada.
Kepala Seksi Kebencanaan BPBD Sulsel, Andi Wahid menjelaskan, terlebih pada September ini yang memasuki masa pancaroba, yang seharusnya kemarau, tapi hujan masih terjadi, bahkan dengan intensitas yang tinggi.
"Tapi kami dari BPBD, sudah bersiap sejak dini, dengan membentuk posko siaga darurat di semua kabupaten/kota, termasuk pengadaan buffer stock logistik ke kabupaten/kota yang rawan bencana. Itu sudah kami distribusikan sejak 6 September lalu," ungkap Wahid, Minggu (19/9).
Baca juga: Positif Covid-19 di Klaten Bertambah 19 Orang, 16 Sembuh dan Dua Wafat
Selain itu kata Wahid, pemerintah dalam hal ini BPBD hanya bisa meminimalisasi korban yang bisa dilakukan, lantaran kondisi cuaca memang yang sekarang tidak menentu. "Lihat Kabupaten Wajo, ada 48 desa/kelurahan dari enam Kecamatan di sana terendam banjir dengan ketinggian antara 50-280 cm. Akibatnya, 10.650 rumah yag dihuni 12.760 KK di daerah tersebut terdampak," dia mencontohkan.
Banjir juga merusak fasilitas umum seperti Tempat Pelelangan Ikan Kecamatan Keera, jembatan penghubung Desa Temmabarang dan Padaelo rusak. Dan itu sudah terjadi hampir dua bulan. Belum lagi air surut puting beliung juga menerjang. "Jadi memang kadang tidak terprediksi, jadi kita siap siaga terus," lanjut Wahid.
Dari data BPBD Sulsel, sejumlah daerah memang disebut siaga bencana, seperti banjir itu diprediksi terjadi di Wajo, Makasaar, Pinrang dan Soppeng. Lalu longsor itu di Tana Toraja, Toraja Utara dan Enrekang. Kemudian angin puting beliung di Sidrap, Bone dan Pangkep.
Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Sulsel atau lebih dikenal dengan Basarnas Makassar, Djunaidi menyebutkan jika terdapat 42 titik rawan bencana dan kecelakaan di Sulawesi Selatan, yang memang punya pulau sebanyak 504.
Dari 42 titik rawan bencana dan kecelakaan di Sulsel itu, terdiri dari enam titik kecelakaan penerbangan/udara, tujuh titik kecelakaan pelayaran/laut, bencana gempa delapan titik, angin kencang delapan titik, longsor delapan titik, banjir lima titik dan tsunami dua titik. (H-3)
Tim SAR temukan FDR dan CVR pesawat jatuh di Maros-Pangkep, Sulsel, Rabu (21/1). Data kotak hitam segera diserahkan ke KNKT untuk investigasi penyebab kecelakaan.
TIM SAR gabungan berhasil menemukan korban kedua berjenis kelamin perempuan, dari jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport di lereng Gunung Bulusaraung namun belum dievakuasi
KNKT menyampaikan bahwa pesawat ATR 42 pecah berhamburan akibat menabrak lereng gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.
Sakti juga menyampaikan rasa keprihatinannya atas insiden pesawat ATR 42-500 dengan kode registrasi PK-THT yang hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan tersebut.
ATR adalah singkatan dari Avions de Transport Régional (Prancis) atau Aerei da Trasporto Regionale (Italia).
Jumlah penumpang on board (POB) sebanyak 11 orang, delapan kru pesawat dan tiga orang penumpang. Saat ini tim SAR Gabungan telah mengerahkan personel, mobil truk, drone dan rescue car satu tim.
Peran aktif masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan dapat meminimalisir risiko dan dampak bencana akibat cuaca ekstrem, sehingga keselamatan dan keamanan bersama tetap terjaga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batang menyebut dampak hujan lebat mengguyur setidaknya terdapat 10 kejadian bencana yakni ada 6 kawasan longsor dan 4 kawasan banjir.
553 kepala keluarga (KK) di Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, terdampak banjir menyusul jebolnya tanggul Sungai Citarum
Namun di beberapa titik terparah di Pekalongan, genangan masih mencapai 80 hingga 100 sentimeter, terutama di kawasan Tirto dan sekitarnya.
BPBD Kabupaten Probolinggo mencatat dampak signifikan akibat banjir yang melanda delapan kecamatan di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Pelaksanaan OMC dilakukan secara terukur dengan merujuk pada data prakiraan cuaca terbaru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved