Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
BALAI Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau berhasil mengobati gajah liar yang sakit di km 51, kawasan hutan tanaman industri (HTI) PT Arara Abadi, Duri 2, Desa Koto Pait, Kecamatan Tualang Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau.
Plh Kepala BBKSDA Riau Hartono mengatakan pihaknya memperkirakan gajah tersebut dari kelompok Giam Siak Kecil yang terpantau dan dilakukan pengamatan oleh Tim Rescue BBKSDA Riau bersama PT Arara Abadi pada 3 Juli 2021.
"Saat itu dilaporkan sekitar 10 gajah terlihat menemani dan menjaga 1 gajah dewasa yang terluka dan lambat berjalan serta sering mengeluarkan suara rintihan keras. Secara umum, kondisi gajah saat itu terlihat bagus, masih bisa berjalan dan makan dengan baik. Namun setelah kejadian itu, kelompok gajah tersebut tidak terpantau lagi," kata Hartono, Jumat (10/9).
Ia menjelaskan, setelah menerima laporan ada gajah sakit tersebut akhirnya pada 7 September 2021 Tim Rescue BBKSDA Riau, Vesswick, tim penanganan konflik PT Arara Abadi dan RSF dengan dipimpin langsung Kepala
SKW III MB Hutajulu segera diturun untuk melakukan pengobatan. "Posisi gajah terakhir saat akan dilakukan pengobatan di Desa Tasik Serai Timur, Kabupaten Bengkalis. Pengobatan terhadap gajah tersebut dapat dilakukan pada 8 September 2021 dengan melewati segala rintangan medan dan kondisi alam yang berat saat mengikuti gajah karena hujan lebat yang mengguyur sejak subuh," jelasnya.
Ia mengungkapkan, secara umum hasil pengobatan gajah sakit diketahui gajah betina dewasa berumur sekitar 40 tahun. Kondisi cukup baik, angka Body Condition Index (BCI) sekitar 7,5 atau sedang menuju gemuk.
"Berdasarkan observasi terdapat pembengkakan di bagian tulang femur kaki kanan belakang. Hal itu bisa disebabkan oleh trauma yang terjadi pada bagian tersebut, sehingga dapat menyebabkan pembengkakan di area tulang. Penentuan diagnosa yang tepat tidak dapat dilakukan karena kondisi lapangan dan fasilitas yang belum memadai," paparnya.
Baca juga: BKSDA Jambi Kembalikan Anak Gajah ke Kawanan Gajah Cinta
Hartono menambahkan, perawatan yang diberikan berupa obat antinyeri, analgesik, dan antepereutik. Selain itu diberikan antibiotik serta obat-obatan suportif. "Setelah selesai pengobatan, gajah kemudian langsung disadarkan kembali dan bebas kembali ke alam liar untuk tetap dilakukan pemantauan bersama," pungkasnya. (OL-14)
Cuaca panas ekstrem yang melanda Kota Pekanbaru dituding menjadi pemicu utama meningkatnya kerawanan kebakaran di area lahan gambut dan semak belukar.
BMKG deteksi 113 titik panas di Riau per 18 Maret 2026. Bengkalis dan Dumai mendominasi. Simak update pemadaman karhutla oleh tim gabungan BPBD di sini.
BALAI Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama aparat terkait dan masyarakat berhasil mengamankan seekor anak Harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae).
REGU pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Manggala Agni terus mengintensifkan upaya pemadaman di sejumlah titik api di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
Dari sekitar 1.100 ekor di seluruh Sumatra, diperkirakan hanya tersisa 216 ekor di Riau.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Riau yang diprediksi berlangsung hingga pukul 13.00 WIB, Jumat (6/3).
PRESIDEN Prabowo Subianto menyiapkan Instruksi presiden atau Inpers untuk memperkuat upaya konservasi satwa liar, khususnya penyelamatan populasi gajah di Indonesia.
Kementerian Kehutanan menargetkan pemulihan kawasan hutan seluas sekitar 80.978 hektare yang menjadi koridor gajah.
Dari sekitar 1.100 ekor di seluruh Sumatra, diperkirakan hanya tersisa 216 ekor di Riau.
Seekor anak Gajah Sumatra dari populasi liar ditemukan mati di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, tepatnya di Resort Lancang Kuning, Seksi PTN Wilayah I
Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan (Gakkum Kehutanan) mengintensifkan penyelidikan untuk membongkar jaringan di balik pembunuhan seekor gajah Sumatera di Provinsi Riau.
TNWK merencanakan penguatan infrastruktur pengamanan kawasan, meliputi pembangunan tanggul dan kanal, pagar pengaman, tembok penahan tanah, serta pembatas permanen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved