Jumat 10 September 2021, 14:36 WIB

Gajah Liar Sakit di Bengkalis Berhasil Diobati

Rudi Kurniawansyah | Nusantara
Gajah Liar Sakit di Bengkalis Berhasil Diobati

DOK BBKSDA Riau.
BBKSDA Riau berhasil mengobati gajah liar yang sakit di km 51, kawasan HTI PT Arara Abadi, Duri 2, Desa Koto Pait, Kecamatan Tualang Mandau.

 

BALAI Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau berhasil mengobati gajah liar yang sakit di km 51, kawasan hutan tanaman industri (HTI) PT Arara Abadi, Duri 2, Desa Koto Pait, Kecamatan Tualang Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Plh Kepala BBKSDA Riau Hartono mengatakan pihaknya memperkirakan gajah tersebut dari kelompok Giam Siak Kecil yang terpantau dan dilakukan pengamatan oleh Tim Rescue BBKSDA Riau bersama PT Arara Abadi pada 3 Juli 2021.

"Saat itu dilaporkan sekitar 10 gajah terlihat menemani dan menjaga 1 gajah dewasa yang terluka dan lambat berjalan serta sering mengeluarkan suara rintihan keras. Secara umum, kondisi gajah saat itu terlihat bagus, masih bisa berjalan dan makan dengan baik. Namun setelah kejadian itu, kelompok gajah tersebut tidak terpantau lagi," kata Hartono, Jumat (10/9).

Ia menjelaskan, setelah menerima laporan ada gajah sakit tersebut akhirnya pada 7 September 2021 Tim Rescue BBKSDA Riau, Vesswick, tim penanganan konflik PT Arara Abadi dan RSF dengan dipimpin langsung Kepala
SKW III MB Hutajulu segera diturun untuk melakukan pengobatan. "Posisi gajah terakhir saat akan dilakukan pengobatan di Desa Tasik Serai Timur, Kabupaten Bengkalis. Pengobatan terhadap gajah tersebut dapat dilakukan pada 8 September 2021 dengan melewati segala rintangan medan dan kondisi alam yang berat saat mengikuti gajah karena hujan lebat yang mengguyur sejak subuh," jelasnya.

Ia mengungkapkan, secara umum hasil pengobatan gajah sakit diketahui gajah betina dewasa berumur sekitar 40 tahun. Kondisi cukup baik, angka Body Condition Index (BCI) sekitar 7,5 atau sedang menuju gemuk.

"Berdasarkan observasi terdapat pembengkakan di bagian tulang femur kaki kanan belakang. Hal itu bisa disebabkan oleh trauma yang terjadi pada bagian tersebut, sehingga dapat menyebabkan pembengkakan di area tulang. Penentuan diagnosa yang tepat tidak dapat dilakukan karena kondisi lapangan dan fasilitas yang belum memadai," paparnya.

Baca juga: BKSDA Jambi Kembalikan Anak Gajah ke Kawanan Gajah Cinta

Hartono menambahkan, perawatan yang diberikan berupa obat antinyeri, analgesik, dan antepereutik. Selain itu diberikan antibiotik serta obat-obatan suportif. "Setelah selesai pengobatan, gajah kemudian langsung disadarkan kembali dan bebas kembali ke alam liar untuk tetap dilakukan pemantauan bersama," pungkasnya. (OL-14)

Baca Juga

Dok. Sahabat Ganjar

Penyandang Disabilitas Didorong Kembangkan Karya

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 06 Desember 2021, 01:36 WIB
Bantuan tersebut berupa tongkat untuk penyandang tuna netra dan kursi roda untuk membantu...
MI/ Bary Fathahilah

Pasien Sembuh Covid-19 di Gunung Kidul Bertambah Delapan Orang

👤Ant 🕔Minggu 05 Desember 2021, 23:58 WIB
Kasus aktif covid-19 di Gunung Kidul tinggal 39...
MI/Susanto

Vaksinasi di Medan Capai 78,55 Persen

👤Ant 🕔Minggu 05 Desember 2021, 23:42 WIB
Capaian vaksinasi tersebut, sudah melebihi target sebesar 70% yang ditetapkan oleh pemerintah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya