Rabu 08 September 2021, 22:33 WIB

Satgas Covid-19 Kota Mataram Optimalkan Rumah Sakit untuk Isolasi

Mediaindonesia.com | Nusantara
Satgas Covid-19 Kota Mataram Optimalkan Rumah Sakit untuk Isolasi

Antara/Ahmad Subaidi.
Warga mengendarai sepeda motor melintas dekat poster informasi status zona covid-19 di gerbang Lingkungan Karang Bedil, Mataram, NTB.

 

SATUAN Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengoptimalkan keberadaan Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 sebagai tempat isolasi terpusat pasien tanpa gejala guna menghindari penularan di klaster keluarga.

"Untuk mengoptimalkan RSD Covid-19, Satgas Covid-19 tingkat kelurahan dan lingkungan melakukan edukasi dan pendekatan terhadap warganya yang terkonfirmasi positif tanpa gejala akibat kontak erat agar mau melakukan isolasi terpusat," kata Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Mataram Mahfuddin Noor di Mataram, Rabu (8/9).

Upaya edukasi dan pendekatan yang dilakukan satgas tersebut, katanya, sudah mulai terlihat dengan bertambahnya jumlah pasien covid-19 tanpa gejala dan gejala ringan yang melakukan isolasi terpusat pada RSD khususnya di Hotel Grand Iin. "Kemarin (Selasa 7/9), ada tambahan pasien covid-19 tanpa gejala empat orang sehingga pasien di RSD Grand Iin menjadi 14 orang. Satu pasien menjalani isolasi hingga 10 hari dan maksimal 12 hari jika masih ada keluhan," katanya.

Menurutnya, RSD Covid-19 di Hotel Grand Iin memiliki kapasitas 50 tempat tidur dan mulai dimanfaatkan pada 26 Agustus 2021 sebagai isolasi terpusat bagi pasien covid-19 tanpa gejala dan gejala ringan berdasarkan rekomendasi dari puskesmas. Pasien tanpa gejala dan gejala ringan yang direkomendasikan masuk ke RSD sebab dari hasil asesmen tim dari puskesmas menilai tempat tinggal pasien tidak memenuhi kriteria untuk isolasi mandiri. 

"Jadi untuk menghindari terjadinya penularan di klaster keluarga, pasien direkomendasikan untuk melakukan isolasi terpusat pada fasilitas yang telah disiapkan pemerintah," katanya. 

Dikatakan, kriteria rumah pasien covid-19 yang dinilai tidak layak untuk isolasi mandiri antara lain, dalam rumah tersebut terdapat orang lanjut usia, balita, tidak memiliki pencahayaan dan sirkulasi udara yang cukup, serta tidak memiliki toilet sendiri pada satu ruang isolasi. "Untuk petugas di RSD Covid-19 Grand Iin sepenuhnya dari Dinas Kesehatan melalui puskesmas. Sedangkan dua RSD Covid-19 yakni pada Hotel Nutana dan Fizz berada di bawah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, sehingga petugas dan kebutuhan lain berada di RSUD," katanya. 

Baca juga: Generasi Muda Garda Terdepan Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19

Menurut data 2 September 2021 dari RSUD Mataram, tercatat pasien covid-19 tanpa gejala dan gejala ringan di Nutana delapan orang dan tujuh orang di Fizz Hotel dengan kapasitas masing-masing hotel 40 tempat tidur. (Ant/OL-14)

Baca Juga

MI/Palce Amalo

Konsorsium III Malaria Sumba Sepakat Percepat Eliminasi Malaria

👤Palce Amalo 🕔Sabtu 27 November 2021, 09:15 WIB
API Sumba Barat Daya tercatat 7,45 per 1.000 penduduk, Sumba Barat 12,5 per 1.000 penduduk, Sumba Timur 2,58 per 1.000 penduduk, dan Sumba...
MI/Apul Iskandar

Capaian Program Vaksinasi Covid-19 di Simalungun 67%

👤Apul Iskandar 🕔Sabtu 27 November 2021, 08:19 WIB
Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga mengajak masyarakat agar mau secara sukarela mendaftarkan dirinya untuk divaksin di...
DOK PEMKOT PARE-PARE

Kota Cinta, Kota Industri tanpa Cerobong Asap

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 27 November 2021, 07:52 WIB
Taufan menjelaskan, kota tanpa cerobong asap ini terdiri atas tiga pilar. Pertama bidang kesehatan, kedua bidang pendidikan, dan ketiga...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya