Minggu 15 Agustus 2021, 09:15 WIB

Laju Pertumbuhan Ekonomi Jatim Melesat

Faishol Taselan | Nusantara
Laju Pertumbuhan Ekonomi Jatim Melesat

MI/Duta
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi

 

BADAM Pusat Statistik (BPS) mencatat angka pertumbuhan ekonomi Jawa Timur mampu melesat hingga 7,05% (y-o-y). Pencapaian ini menjadi kabar gembira sekaligus energi positif bagi Jawa Timur di tengah berbagai upaya menangani covid-19 serta penerapan PPKM Darurat dan PPKM Level 4.

Terhadap perkembangan tersebut, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan rasa syukur lantaran di tengah upaya penanganan kasus covid-19, pertumbuhan ekonomi Jatim justru terdongkrak naik. Sebab dengan pertumbuhan ekonomi triwulan II sebesar 7,05% yoy, Jatim mampu menjadi penyumbang ekonomi terbesar kedua di Pulau Jawa setelah DKI Jakarta dengan kontribusi 24,93%.

Sementara kontribusinya terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 14,44%, Jawa Timur juga menjadi provinsi penyumbang terbesar kedua.

"Perkembangan ini menunjukkan perekonomian Jatim terus bangkit dan mengalami perbaikan meskipun pencapaiannya belum dapat kembali seperti saat sebelum pandemi covid-19," kata Gubernur Khofifah di Gedung Binaloka Pemprov Jatim, Jumat (6/8).

Pertumbuhan ekonomi yang bergerak positif sebesar 1,78% (q to q) dan meningkat 3,2% (c to c) ditopang oleh sejumlah sektor utama antara lain berdasarkan lapangan usaha, sektor industri pengolahan berkontribusi paling besar terhadap struktur PDRB Jatim mencapai 30,23% dengan laju pertumbuhan 6,85% (y-o-y).

Baca juga:  Pertumbuhan Ekonomi 7,07% Dinikmati Rakyat Kelas Atas

Selanjutnya sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor memberi kontribusi PDRB 18,28% dengan laju pertumbuhan 13,64% (y-o-y). Kontribusi tertinggi ketiga pada struktur PDRB Jatim adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan share 12,37% dan laju pertumbuhan minus 3,14% (y-o-y).

"PDRB Jatim sesungguhnya ditopang cukup besar oleh sektor pertanian. Namun, masa panen raya yang terjadi di triwulan I menyebabkan kontraksi di triwulan II," jelas Khofifah.

Agregat demand yang semakin membesar pada Triwulan II ini juga menandai pemulihan ekonomi Jawa Timur yang terindikasi terjadi secara merata. Mulai dari investasi yang naik 1,77%, konsumsi naik 5,24% bahkan ekspor mengalami kenaikan tertinggi sebesar 21,16%.

Pertumbuhan ekonomi triwulan II juga memotret daya beli masyarakat Jatim yang cukup tangguh di masa pandemi ini. Hal tersebut dilihat dari struktur PDRB Jatim triwulan II yang disokong paling tinggi oleh Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PKRT) sebesar 59,78% dengan catatan laju pertumbuhan 5,24% (y-oy).

Selanjutnya komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) berkontribusi sebesar 25,98% dengan laju pertumbuhan di triwulan II sebesar 1,77% (y-o-y).

Dari sisi pengeluaran, belanja pemerintah pada triwulan II ini juga memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap geliat ekonomi masyarakat. Dalam struktur PDRB Jatim triwulan II, kontribusi belanja pemerintah mencapai 5,44% dengan laju pertumbuhan 0,01% (y-o-y). Laju pertumbuhan bahkan tampak signifikan dalam periode antara triwulan I dan triwulan II (q - to - q) sebesar 27,46%.

Berdasarkan catatan BPS, pertumbuhan yang baik dari sisi belanja pemerintah ini didukung realisasi APBD provinsi yang meningkat sebesar 95% dan peningkatan realisasi APBD kabupaten/kota sebesar 143%.

"Pemprov terus memaksimalkan belanja daerah sebagai stimulus perekonomian masyarakat. Alhamdulillah, realisasi belanja daerah hingga 5 Agustus ini mencapai 44,29% dan pendapatan daerah mencapai 61,04%. Kedua pencapaian ini merupakan kinerja luar biasa yang dilakukan seluruh OPD di Pemprov Jatim serta kolaborasi yang baik dengan DPRD Jatim dan seluruh stake holder Forkopimda Jatim," tuturnya.

Realisasi belanja pemerintah ini secara tidak langsung juga berdampak pada perbaikan indikator kesejahteraan masyarakat yang ditandai dengan penurunan kemiskinan sebesar 0,06% di bulan Maret 2021 menjadi 11,4%.

Gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut menegaskan, pertumbuhan ekonomi yang terus bergerak positif ini harus tetap dibarengi dengan upaya maksimal dalam penanganan Covid-19. Karena itu, Pemprov bersama Forkopimda Jatim serta stakeholder dari berbagai komponen terus berupaya melakukan percepatan vaksinasi Covid-19 untuk mengejar terwujudnya herd immunity.

"Kita optimistis akan dapat menginjak gas lebih kencang lagi jika herd immunity itu sudah tercapai. Namun, rem tetap harus berimbang dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Pandemi ini belum selesai, jangan longgarkan dulu masker kita, tetap menjaga jarak dan menghindari  kerumunan," pungkasnya.(OL-5)

Baca Juga

Ist

Kiai Nurul Huda Ploso Akan Hadiri Istighasah Perdamaian Dunia di Surabaya

👤Widhoroso 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 20:38 WIB
PENGASUH Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, KH Nurul Huda Djazuli dipastikan hadir dalam acara doa bersama untuk...
Antara/Bagus Suryo

Widodo Terpilih Jadi Rektor Universitas Brawijaya 2022-2027 

👤Bagus Suryo 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 19:45 WIB
Widodo terpilih menjadi rektor mengungguli dua calon kuat lainnya, yaitu Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Imam Santoso dan Dekan Fakultas...
Antara/Bayu Pratama S

Petani Di Bangka Berharap Harga TBS Kembali Naik, Harga Masih Rp1.800/Kg 

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 19:30 WIB
"Kita pernah mengalami harga sawit itu Rp1.200/kg, saat ini sulit sekali mengharapkan keutungan kalau ada pun sangat minim,"...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya