Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
BERBAGAI kisah tentang si Kabayan sudah banyak diangkat mulai
dari cerita pendek hingga layar lebar. Tokoh dongeng asal Jawa Barat
inipun sudah memiliki banyak karakter sesuai pilihan pembuat cerita.
Terbaru, cerita si Kabayan akan diangkat ke dalam sketsa komedi yang
akan ditayangkan di televisi dan media sosial. Web series berjudul
Kabayan Abad 21 (Kabayan Milenial) ini diproduseri Yayat Hidayat,
akademisi asal Jawa Barat yang juga banyak berkiprah di dunia politik.
Ditemui di sela-sela kegiatan pengambilan gambar lakon tersebut, Yayat mengaku memiliki panggilan untuk membuat drama tersebut. Hal utamanya adalah untuk mengubah citra si Kabayan yang menurutnya sudah menjadi ikon Jawa Barat.
Selama ini, menurutnya, si Kabayan identik dengan sosok yang kurang baik seperti lugu, pemalas, dan kurang berpendidikan. Padahal, Yayat meyakini karakter itu tidak sesuai dengan warga Jawa Barat yang justru memiliki banyak sisi positif.
"Melalui sketsa ini, kami ingin menghapus pandangan terhadap ikon Jawa
Barat. Kita ingin merekonstruksi si Kabayan. Bahwa Jawa Barat ini
identik dengan kecerdasan," katanya di Bandung, Rabu (11/8).
Yayat pun memastikan bahwa si Kabayan dalam ceritanya ini merupakan
sosok berpendidikan dan mampu beradaptasi dengan kondisi kekinian.
Selain tengah menempuh pendidikan di perguruan tinggi, lakon utama itupun memiliki keterampilan digital yang baik tanpa melupakan
kebudayaan daerahnya.
Dia menambahkan, lakon si Kabayan yang digarapnya ini merupakan wujud aktualisasi idealismenya khususnya dalam mempertahankan kebudayaan Jawa Barat. Yayat meyakini melalui sinematografi ini akan lebih
mudah dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat.
"Film ini merupakan instrumen yang paling komunikatif dibanding yang
lainnya. Paling disukai semua generasi. Sehingga untuk mentransfer
informasi, pengetahuan, sangat tepat kalau medianya film," ujarnya.
Selain ingin merekonstruksi karakter si Kabayan, melalui lakon tersebut
Yayat berharap semakin banyak masyarakat yang mau melestarikan
lingkungan dan kebudayaan. Hal ini dibuktikan dengan pemilihan lokasi
syuting di salah satu kawasan yang kental dengan unsur alam dan budaya.
"Kami ingin menyampaikan budaya Sunda ke seluruh Indonesia bahkan dunia. Makanya kami syutingnya di daerah ekowisata," ucap mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat tersebut.
Dia pun mengajak semua masyarakat khususnya generasi muda untuk
bersama-sama menjaga budaya lokal. "Kalau bukan kita khususnya generasi
muda, mau sama siapa lagi," ucapnya.
Sketsa komedi si Kabayan ini diperankan oleh sejumlah artis asal Jawa Barat seperti Ki Daus, Ceu Edoh, Nendy, dan Reka Ayu Adella. (N-2)
Operasi ini bertujuan untuk memitigasi risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.
Dari kuota 29.372 calon jemaah haji, tercatat 29.613 jemaah telah menyelesaikan pelunasan Bipih hingga tahap ketiga yang berlangsung pada 20 hingga 23 Januari 2026.
SEPANJANG tahun 2025, Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi provinsi tertinggi di Indonesia pada angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) membantah tidak memiliki dana untuk membayar gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu pada Januari 2026.
BMKG memprakirakan potensi curah hujan dengan intensitas sedang- sangat lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada periode 23 - 29 Januari 2026 di Jawa Barat.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat membatasi spesifikasi kendaraan AMDK yang melintas dengan lebar maksimal 2.100 mm, JBB maksimal 8 ton, dan MST 8 ton.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved