Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA dedengkot terorisme, Ali Imron dan Umar Patek, mengungkapkan alasan mereka bergabung dalam aksi-aksi yang mereka yakini sebagai jihad. Mereka menginginkan berdirinya negara Islam Indonesia, sedangkan motivasi ekonomi memiliki kadar sangat kecil.
"Teroris di Indonesia akan tetap ada, sebab pelakunya sengaja menciptakan konflik untuk mencapai tujuan mengganti NKRI menjadi NII," kata Ali Imron di depan peserta seminar yang digelar Resimen Mahasiswa di Kota Malang, Jawa Timur, kemarin.
Pascabom Bali, ia menyadari jihad dengan cara mem bunuh bangsa sendiri itu salah. Sikap itu menuai reaksi teroris lainnya. Bahkan, ia mendapatkan ancaman bakal dibunuh.
Sementara itu, Umar Patek mengaku sudah insaf. "Saya ingin membantu pemerintah membebaskan warga yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina. Ini murni rasa kemanusiaan tanpa syarat."
Di tempat yang sama, mantan Panglima Laskar Mujahidin Ambon, Jumu Tuani, mengatakan mereka yang mengatakan jihad selama ini telah berbohong. "Kebanyakan justru melakukan kejahatan atas nama jihad." (BN/TB/N-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved