Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Daerah Bersiap Hadapi Kemarau

26/4/2016 08:40
Daerah Bersiap Hadapi Kemarau
(ANTARA/Umarul Faruq)

ANTISIPASI datangnya musim kemarau mulai dilakukan. Di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dua pompa ramah lingkungan sudah disiapkan di Kecamatan Purwojati.

"Satu pompa bertenaga kincir air dan satu pompa bertenaga surya," papar Camat Purwojati, Eko Heru Surono, kemarin.

Ia menyebutkan areal sawah di wilayahnya mencapai 1.006 hektare merupakan sawah tadah hujan. Setiap musim kemarau, sawah di daerah ini tidak bisa ditanami padi maupun palawija. "Pompa bantuan dari Pemprov Jawa Tengah dan dana alokasi khusus itu bakal menyedot air dari Sungai Tajum dan dialirkan ke persawahan," lanjut Eko.

Di Nusa Tenggara Timur, krisis pangan dan air dikhawatirkan akan melanda sejumlah wilayah. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tini Thadeus menyatakan saat ini persediaan air terbatas karena intensitas hujan sampai akhir April sangat kecil. "Persediaan air yang terbatas membuat petani tidak dapat mengolah sawah. Hujan tidak merata sehingga kami prediksi akan terjadi gangguan pangan di NTT," jelasnya.

Tanda-tanda krisis pangan mulai muncul, di antaranya di Kabupaten Flores Timur."Kami berusaha mengatasinya dengan membangun sumur bor dengan dana Rp1,1 miliar," tandas Tini.

Krisis air sudah dialami lokasi pembinaan gajah di Cot Girek, Aceh Utara. Empat gajah yang hidup di sana sudah kekurangan air untuk minum dan mandi.

"Untuk mandi dan minum, terpaksa gajah kami bawa ke sungai terdekat yang jaraknya 2 kilometer," kata Ferdimansyah, 25, pawang gajah.

Kekeringan yang setiap tahun terjadi di Balikpapan, Kalimantan Timur, dipastikan baru akan teratasi pada 2030. "Kami memprogramkan pembangunan Waduk Teritip untuk mengatasi kekurangan air di musim kemarau," kata Sekretaris Daerah Balikpapan Sayid MN Fadli.

Dari Kuningan, Jawa Barat, BPBD meminta warga untuk mewaspadai potensi bencana akibat pergantian musim."Memasuki akhir penghujan, akan terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan petir. Warga harus hati-hati dan waspada," papar Kepala Pelaksana BPBD Kuningan Agus Mauludin.

Kemarin, hujan deras yang masih turun di Tasikmalaya, Jawa Barat, mengakibatkan jalan pengubung di Desa Tanjungsari, Kecamatan Salawu, ambles. Sejumlah kendaraan yang sudah berada di lokasi terpaksa memutar balik.

"Warga tiga kampung terisolasi akibat jalan ambles itu. Jalan ambles sepanjang 15 meter dengan kedalaman 80 sentimeter," kata Camat Salawu Inong Mawardi Yazid.(Tim/N-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ricky
Berita Lainnya