Sabtu 24 Juli 2021, 16:31 WIB

Skenario READSI Kementan Membuat Kakao Sulawesi Makin Ke Hilir

mediaindonesia.com | Nusantara
Skenario READSI Kementan Membuat Kakao Sulawesi Makin Ke Hilir

Ist
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi.

 

KOMODITAS kakao asal Sulawesi semakin menuju ke hilir. Sebab, penguatan skenario hilirisasi mata rantai Kakao diberikan program Rural Empowerment Agricultural and Development Scaling-up Initiative (READSI).

Implementasinya melalui e-learning Pengolahan Kakao Menjadi Coklat di Balai Pelatihan Jambi pada 22-24 Juli 2021. Skenario ini dijamin membuat kakao Sulawesi semakin memiliki value ekonomi tinggi.

“Kita harus pastikan ketersediaan pangan jangan sampai kendor. Oleh karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong kerja sama dan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk mendukung kegiatan pertanian. Pertanian Indonesia tidak boleh melemah. Terutama di masa pandemi yang kini sedang melanda negara kita,” ungkap Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo.

Menguatkan kompetensi SDM dalam mata rantai kakao, sinergi besar pun digalang lintas zonasi READSI. Sebab, e-learning pengolahan kakao menjadi cokelat diinisiasi oleh National Program Management Office (NPMO).

Pelaksanaan pada 22-24 Juli 2021, e-learning tersebut digelar melalui Zoom dengan mentor Balai Pelatihan Jambi selaku UPT pelatihan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP).

"Hilirisasi produk-produk pertanian terus menjadi fokus Kementan. Sebab, value ekonomi yang dihasilkannya lebih besar bagi petani. Potensi dan serapan marketnya jauh lebih bagus. Untuk itu, sudah seharusnya SDM (sumber daya manusia) diperkuat agar produk turunannya berkualitas," terang Mentan lagi.

Menjadi bagian sistem besar penguatan READSI, peserta e-learning berjumlah 30 orang. Mereka berasal dari zonasi implementasi READSI di zonasi Sulawesi.

Sulawesi merupakan sentra pengembangan Kakao terbesar di Indonesia. Adapun peserta berasal dari kolaka, Poso, Kolaka Utara, Luwu Timur, Luwu Utara, Luwu, Konawe, Parimo, dan Banggai. Mereka berprofesi sebagai penyuluh dan fasilitator desa.

“Kementerian Pertanian dalam hal ini BPPSDMP akan terus berupaya agar skill, pengetahuan, kemampuan, juga kapasitas SDM pertanian Indonesia meningkat, baik penyuluh, petani, petani milenial, poktan maupun gapoktan," kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/7).

Penyuluh mempunyai peran yang penting dalam pembangunan pertanian. Untuk itu penting bagi penyuluh untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Muaranya mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern.

Adapun peran penyuluh pertanian di antaranya memberikan pengetahuan tambahan berupa ilmu pertanian bagi petani.

Melalui peran penyuluh juga dilakukan penyesuaian program nasional dan regional agar dapat dilaksanakan oleh petan. Fungsi lainnya ialah memberikan kegiatan berupa pendidikan nonformal yang dilakukan secara terus-menerus. Mengikuti perkembangan teknologi yang dinamis dan masalah-masalah pertanian yang terus berkembang.

"Penyuluh memegang kunci untuk memajukan pertanian melalui pengelolaan SDM yang berkompeten. SDM menjadi pengungkit utama produktivitas pertanian hingga 50%. Adapun sarana prasarana dan peraturan kebijakan masibg-maing hanya 25% saja. Untuk itu, wawasan dan pengetahuan penyuluh hingga pendamping petani harus ditingkatkan," tegas Dedi lagi.

Sementara, Kepala Balai Pelatihan Jambi Zahron Helmy memaparkan, kakao merupakan produk unggulan Indonesia dan mempunyai nilai tambah dan manfaat bagi petani.

Untuk itu, petani perlu didorong dalam penembangan dan pengolahan Kakao agar bisa bersaing di pasaran terutama ekspor. Untuk itu butuh keseriusan, fokus dari petani maupun pendampingnya.

“Kemampuan petani bisa didorong melalui manajemen dan berkelompok. Dengan begitu, posisi tawar petani tinggi dan menentukan harga. Nantinya tindak lanjut dari pelatihan ini dapat membentuk kelompok menggunakan teknologi ini agar petani bekerja sama menghasilkan kakao yang bermutu tinggi," papar Zahron. (*)

Baca Juga

MI/Alexander P. Taum

Pemberdayaan Ekonomi Bagi Kelompok Rentan Akibat Pandemi di Lembata

👤Alexander P. Taum 🕔Rabu 22 September 2021, 12:05 WIB
LESUNYA perekonomian dunia akibat pandemi covid-19, tidak melumpuhkan kreativitas kelompok rentan untuk berjuang mempertahankan...
MI/Reza Sunarya

Pecah Ban Minibus Tabrak Truk di Tol Cipali 4 Meninggal

👤Reza Sunarya 🕔Rabu 22 September 2021, 11:38 WIB
KECELAKAAN maut dua kendaraan kembali terjadi di Jalan Tol Cipali Km 74.600, Jalur B Desa Cikopo, Kecamatan Bungursari, Kabupaten...
Ist

Siapkan Lulusan Siap Kerja, Politeknik di Morosi Jalin Kerja Sama dengan Industri

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 22 September 2021, 10:47 WIB
Politeknik Tridaya Virtu Morosi diharapkan dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar yang berbasis link and match antara kebutuhan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Miliarder Baru dari Pundong

MASYARAKAT dihebohkan dengan video viral warga Dukuh Pundong III, Kelurahan Tirtoadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, membeli tiga mobil dengan uang tunai.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya