Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Dinkes Sebar 2.720 Alat Tes DBD

DW/AB /N-4
23/4/2016 13:25
Dinkes Sebar 2.720 Alat Tes DBD
(ANTARA/Rony Muharrman)

TAK ingin ada peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD), Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel mengambil langkah antisipatif dengan menyebarkan 2.720 alat rapid dengue test (RDT) di 17 kabupaten/kota.

Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Matdani Nungcik, mengatakan dengan alat tersebut dapat diketahui secara cepat jika seseorang teridentifikasi DBD atau tidak. "Alat ini semacam alat tes kehamilĀ­an, jadi hanya 30 menit bisa langsung diketahui seseorang terjangkit penyakit DBD atau tidak," katanya, kemarin.

Selama ini, deteksi DBD dilakukan dengan melihat gejala fisik dan hasil tes laboratorium. Padahal, gejala DBD sulit dideteksi secara kasatmata.

"Hampir mirip dengan penyakit lain. Karena itu, kita menggunakan alat RDT ini," jelas dia.

Di Sumsel, sepanjang Januari-Maret 2016 tercatat 2.504 kasus DBD di Sumsel. Kasus tertinggi terjadi pada Januari sebanyak 1.239 kejadian.

Di Pasuruan, Jawa Timur, seorang pasien penderita DBD bernama M Pasa, 3, yang dirawat di RSUD dr R Soedarsono, akhirnya meninggal dunia. Keluarga korban mengaku tidak mendapatkan penanganan maksimal selama tiga hari di rumah sakit.

Direktur RSUD dr Soedarsono, Sudarmanto, menyampaikan bahwa korban meninggal karena kondisinya sudah kronis. "Jika pasien datangnya sudah dalam kondisi kritis, sulit sekali untuk ditangani," kata Sudarmanto. (DW/AB /N-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ricky
Berita Lainnya