Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Warga Dipaksa Mengungsi

23/4/2016 12:10
Warga Dipaksa Mengungsi
(ILUSTRASI--MI/Firman Saragih)

Sedikitnya 1.053 jiwa harus mengungsi setelah banjir kiriman setinggi 2 meter menggenangi 392 rumah warga di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang, Jawa Barat. Diduga, banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Cibeet dan Citarum.

"Banjir di Dusun Pangasin-an sudah mencapai 2 meter. Makanya warga kami paksa untuk mengungsi karena ada yang menolak diungsikan. Lokasi yang menjadi tempat pengungsian juga ikut kebanjiran. Makanya lokasinya kami geser," kata Kepala Desa Karangligar, Eneng Komariah, kemarin.

Dia menjelaskan banjir menggenangi beberapa rukun tetangga (RT) di dua dusun di desa itu, yakni Pengasinan dan Kampek.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang Asip Suhendar mengatakan banjir di kawasan itu merupakan kiriman dari Bandung dan Bogor, Jawa Barat.

"Kedunggede merupakan pertemuan dua sungai, Sungai Cibeet dan Citarum," ucap Asip.

Di Cilacap, Jawa Tengah, warga mengeluhkan air yang menggenangi jalan nasional jalur selatan di Cimanggu dan Karangpucung. Genangan tersebut terjadi kalau hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pelaksana Jalan Nasional wilayah Wangon hingga perbatasan Jateng Jabar, Eddy Syahputra, mengungkapkan genangan terjadi akibat drainase yang kurang baik.

"Masalahnya saluran air yang tidak lancar. Kami akan membenahi sehingga kalau hujan deras, tidak lagi tergenang. Namun, harus dicek dan dipelajari dahulu sehingga nantinya drainase yang dibangun benar-benar baik dan tidak ada genangan lagi," ujarnya.

Di Sulawesi Barat, luapan Sungai Lariang di Mamuju Utara menyebabkan ratusan rumah warga kembali terendam banjir dan sempat memutus jalur lintas barat (jalinbar) Sulawesi, kemarin.

Sejumlah kendaraan terta­han karena tidak bisa melintasi jalan yang terendam banjir. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. "Banyak sapi yang ikut hanyut," kata Sudirman, warga Tikke Raya.

Saat ini banjir berangsur surut, tetapi dikhawatirkan kembali terjadi apabila hujan dan Sungai Lariang meluap lagi. (CS/LD/FH/N-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ricky
Berita Lainnya