Kamis 01 Juli 2021, 10:25 WIB

Menteri Sakti Ingin NTT dan NTB Jadi Andalan Budidaya Nasional

Palce Amalo | Nusantara
Menteri Sakti Ingin NTT dan NTB Jadi Andalan Budidaya Nasional

MI/Palce Amalo
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (tengah) Gubernur NTT Viktor Laiskodat (kanan) mengunjungi Keramba Jaring Apung

 

MENTERI Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya di sektor kelautan dan perikanan.

Sebagai bentuk keseriusannya, Menteri Trenggono mengunjungi lokasi Keramba Jaring Apung (KJA) di Pulau Semau, Kabupaten Kupang yang menjadi pilot project kegiatan budidaya ikan kerapu dan kakap Pemerintah NTT pada 2021.

Hal itu disampaikan Menteri Trenggono saat melakukan kunjungan kerja perdananya ke Kupang, Nusa Tenggara Timur untuk melihat langsung potensi kelautan dan perikanan di provinsi itu pada Rabu (30/6).

"Saya bersama Pak Gubernur disini sudah sepakat bahwa dimulai tahun 2022 akan  memfokuskan kegiatan budidaya di NTT dan NTB, ini diharapkan akan jadi andalan budidaya," jelas Menteri Trenggono.

Berdasarkan informasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, KJA dengan sistem bulat tersebut memiliki diameter 10 meter persegi, dengan kedalaman 8 meter dengan kapasitas padat tebar sebanyak 25.000 ekor ikan per KJA.

Ikan yang dibudidayakan diantaranya ikan kerapu cantang dan ikan kakap putih. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTT, Ganef Wurgiyanto menjelaskan bahwa NTT mengajukan pinjaman daerah yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk kegiatan budidaya kerapu dan kakap di tiga lokasi KJA. Selain Pulau Semau, sebaran lokasi budidaya lainnya akan dilakukan di Teluk Hadakewa, Lembata, dan Mulut Seribu, Rote Ndao.

"Tahun 2021 ini diawali dengan pilot project di Pulau Semau Kabupaten Kupang ini, dengan total 9 unit KJA. Diharapkan 2-3 tahun kedepan perairan-perairan ini dapat memiliki sumber daya ikan (produksi ikan kerapu) yang berlimpah dan menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat," jelas Ganef.

Menurut Ganef, KJA dengan sistem bulat ini memiliki beberapa keunggulan, diantaranya gerakan ikan dapat lebih menyebar dan tidak mengalami luka. Perkembangan budidaya kakap-Kerapu ini direncanakan akan panen di bulan Agustus 2021 nanti. Dengan perkiraan total panen sebanyak 100 ton ikan dengan nilai jual sebesar Rp5,5 miliar.

Sebagai informasi, produk perikanan NTT lebih banyak dipasarkan antar pulau dibandingkan ke luar negeri. Diketahui, selama kurun waktu 2016-2020 mampu meningkatkan volume ekspor rata-rata sebesar 42,83% dan pemasaran antar pulau sebesar 219,8%.

Ganef juga mengutarakan secara langsung sejumlah kendala yang dialami kepada Menteri Trenggono terkait dengan budidaya kakap - kerapu ini, diantaranya masih kurangnya tenaga ahli, belum tersedianya gudang pakan, serta dampak Badai Seroja yang menyebabkan speed boat tenggelam, rumah jaga rusak berat serta jaring-jaring pun rusak.

Pada kesempatan tersebut, KKP melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya memberikan bantuan kepada perwakilan Pokdakan NTT berupa 17 paket bioflok, 5 paket bantuan kebun bibit rumput laut di Kabupaten Sumba Timur, 20.000 ekor benih kakap putih, dan 20.000 ekor benih bawal bintang.

Kunjungan kerja ke NTT tersebut merupakan salah satu tindak lanjut Menteri Trenggono setelah mengikuti rapat koordinasi bidang kemaritiman dan investasi dengan Menkomarves, Luhut Binsar Pandjaitan minggu lalu terkait percepatan pembangunan infrastruktur di NTB dan NTT.

Turut mendampingi Menteri Trenggono antara lain Dirjen Perikanan Budidaya, Dirjen Perikanan Tangkap, Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, para Staf Khusus dan Asisten Khusus Menteri, serta hadir pula menemani Gubernur NTT, serta Bupati Kupang. (OL-13)

Baca Juga: Masih Zona Merah Kasus Covid-19 Kudus Terus Menurun

Baca Juga

DOK MI

Pemkab Cianjur Terus Dorong Kesadaran Masyarakat Untuk Mau Divaksin

👤Benny Bastiandy 🕔Selasa 07 Desember 2021, 21:49 WIB
PEMERINTAH Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terus mendorong masyarakat mau divaksin covid-19, baik dosis pertama maupun...
Ist

Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru, Human Initiative Kerahkan Personel Tambahan

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 07 Desember 2021, 21:09 WIB
Human Initiative menerjunkan tim tambahan ke lokasi terdampak sebanyak tiga unit ambulans dan 15 personel untuk membantu pencarian...
Istana Kepresidenan/Agus Suparto

Korban Meninggal jadi 34 Orang dan 22 Dinyatakan Hilang Akibat Bencana Semeru

👤kautsar bobi 🕔Selasa 07 Desember 2021, 20:55 WIB
Selain itu, untuk korban luka berat tercatat sebanyak 22 orang. Adapun luka ringan dan sedang sebanyak 82 orang yang telah dirawat di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya