Kamis 17 Juni 2021, 16:33 WIB

400 UMKM di Dua Bandara Yogyakarta Dapat Sertifikasi TKDN Gratis

Ardi Teristi Hardi | Nusantara
400 UMKM di Dua Bandara Yogyakarta Dapat Sertifikasi TKDN Gratis

MI/Ardi Teristi Hardi
Jajaran Angkasa Pura I meninjau produk UMKM di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, Kamis (17/6/2021).

 

SEBANYAK 400 UMKM di Bandara Adisutjipto dan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) difasilitasi Angkasa Pura I untuk mendapat sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) secara gratis. Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I, Devy Wildasari Suradji menyampaikan, kegiatan ini merupakan sosialisasi TKDN kepada Mitra UMKM di Bandara Adisutjipto dan YIA.

"Kita ingin menghadirkan UMKM yang memiliki produk dengan kandungan dalam negeri," kata Devy di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, Kamis (17/6).

UMKM dapat memperoleh sertifikasi jika produk mereka minimum mengandung 25 persen TKDN. Persentase tersebut dihitung dari mulai bahan bakunya, mesin produksinya hingga kemasannya. Kegiatan ini, lanjut dia, sesuai dengan gerakan bangga produk Indonesia.
Sebanyak 400 UMKM di Bandara Internasional Yogyakarta dan Adisutjipto difasilitasi proses sertifikasi TKDN gratis.

Sertifikasi TKDN memastikan, produk yang dipajang di bandara adalah produksi dalam negeri. "Nantinya, seluruh bandara Angkasa Pura 1 diharapkan bisa melakukan sertifikasi TKDN," kata dia.

Ia menyebutkan, keberadaan UMKM yang ada di bandara selalu melibatkan Pemda. Mereka tidak hanya bertugas sebagai kurator atas produk UMKM yang ada di bandara, tetapi juga yang memastikan program UMKM di bandara akan berkelanjutan.

"UMKM bukan sekadar produk, tapi memiliki nafas Indonesia," kata dia. UMKM yang dipajang di bandara diharapkan nantinya bisa naik kelas, tidak hanya di Indonesia tapi bisa mempunyai cabang di Singapura tahun berikutnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi menambahkan,
sertifikasi TKDN baru pertama kali dilaksanakan di DIY. Pihaknya mengurasi secara ketat UMKM yang dipajang di bandara, dari legalitas hingga target pasar.

"UMKM yang telah mendapat sertifikasi TKDN akan naik kelas, baik dari kapasitas produksi hingga potensi pasar," kata dia. Mereka berpotensi masuk ke belanja barang dan jasa yang diadakan oleh pemerintah, terlebih dengan keluarnya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Pelindungan, Dan Pemberdayaan Koperasi Dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

Ia menyebut, UMKM sangat antrusias dengan kegiatan ini karena mereka difasilitasi secara gratis. Padahal, biaya sertifikasi TKDN, jika mengurus sendiri, bisa mencapai sekitar Rp 8 juta rupiah per produk, tergantung jenis produknya.

baca juga: UMKM

GM Bandara Internasional Adisutjipto dan Bandara Internasional Yogyakarta, Agus Pandu Purnama menyebut, potensi UMKM di bandara sangat bagus. Di Bandara Internasional Yogyakarta, misalnya, penumpang perhari saat ini rata-rata 5 ribu pada hari biasa, sedangkan pada akhir pekan dan hari libur bisa mencapai 8 ribu penumpang.

"UMKM sangat happy di bandara karena banyak yang berkunjung," kata Agus. Mereka pun memiliki pasar tersendiri dan bisa bersaing dengan merek-merek yang sudah mengglobal. (N-1)

 

 

Baca Juga

MI/Reza Sunarya

NasDem Santuni 3 Bersaudara yang Jadi Yatim Piatu karena Covid-19

👤Reza Sunarya 🕔Senin 02 Agustus 2021, 05:59 WIB
Saan mengatakan NasDem akan menjamin seluruh pendidikan mereka hingga lulus perguruan...
Ilustrasi

DIY Siapkan Rp22,6 miliar untuk 392 Kelurahan

👤Ardi T 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 21:00 WIB
Pemerintah Daerah Istimewa Yohyakarta (DIY) siapkan Dana Keistimewaan atau Danais Rp 22.6 miliar yang akan dialokasikan untuk 392 kelurahan...
MI/Ruta Suryana

Gratis, 1000 Nasi Bungkus per Hari di Kota Denpasar

👤Arnoldus Dhae 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 20:38 WIB
"Karena ada PPKM level 4 dan kasyarakat sangat membutuhkan bantuan maka kami aktifkan lagi dapur umum ini," kata Wali Kota, Jaya...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pembangunan Berkelanjutan demi Keselamatan Bersama

 Sektor keuangan memiliki peran besar dalam mengarahkan perubahan menuju penerapan green economy

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya