Sabtu 12 Juni 2021, 01:25 WIB

Dua Atlet Sepak Bola di Tasikmalaya Meninggal Disambar Petir

Kristiadi | Nusantara
Dua Atlet Sepak Bola di Tasikmalaya Meninggal Disambar Petir

MI/Adi Kristiadi.
Lili menunjukkan lokasi dua atlet sepak bola tergabung dalam putra junior tergeletak setelah disambar petir.

 

DUA atlet sepak bola tersambar petir saat latihan. Keduanya meninggal dunia setelah mendapat perawatan di RSUD dr Soekardjo.

Korban bernama Rian Cahya, 15, warga Cilingga, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, dan Muhamad Zaki Zulfikar Zanneti, 14, warga Gunung Ceuri, Kelurahan Tuguraja, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya. Sebelum kejadian itu, keduanya tengah bermain sepak bola bersama temannya di Lapang Gunung Cialir, Kecamatan Cibeureum, Jumat (11/6) sekitar pukul 16.00 WIB.

Namun, hujan turun disertai petir hingga menyambar pemain di tengah lapangan. Akibatnya, kedua korban tergeletak dekat pinggir gawang.

Seorang saksi mata, Lili, 55, warga setempat mengatakan, hujan deras disertai petir yang terjadi sore hari secara langsung menyambar kedua pemain sepak bola yang tengah latihan. Kedua korban tergeletak di lapangan dengan luka bakar. Pemain lainnya langsung memberikan pertolongan.

"Kami melihat para pemain sedang melakukan latihan sepak bola di tengah lapangan. Hujan turun dan petir menyambar kedua korban yang masih berada di dekat gawang. Keduanya dilarikan ke RSUD dr Soekardjo.," katanya, Jumat (11/6).

Kedua pelajar SMP tersebut merupakan anak pasangan Eni dan Heri, warga Kampung Cilingga, serta Syarif Fulloh dan Hendrayati, warga Gunung Ceuri.

Coach Nanang Mulyana, 35, mengatakan musibah tersebut terjadi di lapangan sepak bola saat delapan orang tengah melakukan latihan yang tergabung dalam putra junior. Ketua RW 14 Gunung Ceuri, Komarudin, mengatakan korban merupakan atlet sepak bola yang sering melakukan latihan bersama teman-temannya dalam putra junior.

 

"Korban Zaki ini akan naik kelas 3 MTs Asurul dan selama ini orangnya baik, tekun mengaji, salat, dan memiliki sopan santun. Kami dari warga sendiri merasa kehilangan apalagi anak ini memang sebagai atlet sepak bola termasuk korban yang meninggal dunia di Cilingga juga sama sebagai atlet," paparnya. (OL-14)

Baca Juga

DOK MI.

Polisi masih Selidiki Motif Pasien Covid-19 Gantung Diri

👤M Taufan SP Bustan 🕔Rabu 16 Juni 2021, 21:24 WIB
Menurut Riza, jika motif sudah diketahui, pihaknya akan langsung menyampaikan ke pihak...
DOK MI

Madura Masifkan Vaksinasi Covid-19

👤Mohammad Ghazi 🕔Rabu 16 Juni 2021, 21:14 WIB
DUA kabupaten di Madura, Jawa Timur, yakni Kabupaten Sampang dan Sumenep, terus memacu percepatan vaksinasi berskala...
DOK MI

Cianjur Keluarkan Imbauan Larangan Kunjungan Ke Bandung Raya

👤Benny Bastiandy 🕔Rabu 16 Juni 2021, 20:56 WIB
BUPATI Cianjur, Jawa Barat, Herman Suherman menegaskan kepada seluruh elemen masyarakat agar tidak bepergian dulu ke kawasan Bandung Raya...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Orang Rimba masih Berjuang untuk Diakui

MATA Mariau tampak berkaca-kaca kala menceritakan perihnya derita kehidupan anggota kelompoknya yang biasa disebut orang rimba.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya