Rabu 09 Juni 2021, 14:22 WIB

Sedimentasi tidak Sulitkan Nelayan Menangkap Ikan

Mediaindonesia.com | Nusantara
Sedimentasi tidak Sulitkan Nelayan Menangkap Ikan

MI/Panca Syurkani.
Ilustrasi nelayan bersiap menangkap ikan.

 

CUACA ekstrem yang menyebabkan sendimentasi di wilayah pantai Moronopo, Halmahera Timur, tak menyurutkan para nelayan untuk mencari ikan. Shandy, salah satu nelayan di sana, mengatakan, sedimentasi itu tidak menyebar ke laut.

"Paling sedimentasinya berada di kedalaman 70 sentimeter. Penyebaran pasir merah sebatas itu dan tidak sampai ke laut. Jadi orang yang berlabuh atau memancing dari radius 400 meter itu masih bisa dapat ikan," kata Shandy.

Malah, kata Shandy, nelayan masih bisa dapat ikan bahkan mencapai 5 boks ikan teri. "Dapat ikan teri 4 boks sampai 5 boks itu dalam semalam termasuk banyak, karena rata-rata hanya 2 boks ikan teri," tuturnya.

Ia menambahkan, Shandy dan beberapa nelayan yang lain tidak terganggu dengan sedimentasi, karena tangkapan ikan masih relatif banyak. Terkait penjualan, biasanya ikan Shandy kirim ke Ternate dan ada juga pembeli yang datang ke Halmahera Timur. Ragamnya pun cukup banyak, mulai dari ikan teri sampai ikan kembung.

"Kalau mancing di kisaran 15-17 hari kami bisa mendapatkan 30 ton ikan teri. Kami biasanya main ikan teri kering 600 kg dan per kilonya Rp43 ribu. Kalau ikan teri sedang Rp50 ribu dan rata-ratanya di atas Rp30 jutaan per bulan," kata Shandy.

Nebuchadnezzar Akbar, Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Khairun, Ternate, mengatakan proses sedimentasi di Maronopo itu biasanya terjadi di hulu dan kemudian muaranya di hilir di daerah mangrove. "Jadi yang diperlukan sebetulnya yaitu penanganan di hilir untuk melakukan penanaman, rehabilitasi, dan introduksi," katanya.

Terkait cuaca ekstrem, ia juga merujuk pada data BMKG yang biasanya terjadi hujan atau curah hujan tinggi di Januari hingga April. "Intensitas hujan itu membawa material alami dari pegunungan kemudian masuk di daerah mangrove dan salah satu fungsi ekologi mangrove itu salah satu fungsinya menangkap sedimen ke perairan laut dalam, sehingga terjadi perangkap sedimen di daerah mangrove daerah hilir. Itu hal yang normal dan yang namanya vegetasi dan ekosistem mangrove secara ekologi pasti mengikat sedimen dari arah darat ke laut," tuturnya.

Begitu juga sebaliknya. Kalau dari laut ke darat itu sebagai bufferzone menahan laju gelombang. "Jadi yang terjadi di daerah mangrove itu dari darat berfungsi menangkap sedimen dari darat. Jangan heran mangrove penuh dengan sedimen daerah lumpur dan itu normal berarti fungsi ekologinya berjalan," lanjutnya.

Nebuchadnezzar menambahkan, dari catatannya, sedimentasi itu masuk kategori normal dan kedalamannya tidak seperti yang disampaikan di berita. "Kedalaman mangrove yang paling ujung yang saya maksud paling dalam saya ukur paling 30 sentimeter. Ke arah laut sedikit itu kedalamannya 70 sentimeter dan itu normal dan dipastikan itu berlumpur," katanya.

 

Dengan kondisi itu, para nelayan masih bisa menangkap ikan, karena aktivitas masih normal. Saat ini belum ada laporan terkait menyusutnya penangkapan ikan di Maronopo. (OL-14)

Baca Juga

MI/Djoko Sardjono

Kasus Covid-19 di Klaten Melonjak Lagi, 146 Orang Positif

👤Djoko Sardjono 🕔Selasa 15 Juni 2021, 08:35 WIB
KASUS covid-19 di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kembali melonjak, Senin (14/6). Kali ini, kasus terkonfirmasi positif sebanyak 146...
MI/Furqon

Sehari, Positif Covid di DIY Tambah 428 Kasus

👤Agus Utantoro 🕔Selasa 15 Juni 2021, 08:30 WIB
SELAMA  hari Senin (14/6/2021), di DIY angka penambahan terkonfirmasi positif covid-19 mencapai 428 kasus. Dengan penambahan ini,...
Ilustrasi

Seleksi Sekda Kabupaten Jembrana Bali Digelar Secara Terbuka

👤Arnoldus Dhae 🕔Selasa 15 Juni 2021, 07:15 WIB
Dari 5 peserta tersebut, ada satu orang dinyatakan gugur yakni peserta atas nama Komang Agus Adinata karena tidak melengkapi syarat...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pengelola Nakal di Hunian Vertikal

TREN masyarakat tinggal di hunian vertikal terus meningkat dalam lima tahun belakangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya