Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH memastikan tiga dari empat fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) baru akan beroperasi pada tahun ini. Fasilitas itu terdiri dari tiga smelter nikel dan satu smelter timbal.
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ridwan Djamaluddin mengungkapkan dari jumlah tersebut, dua proyek telah rampung 100%. Rinciannya, smelter milik PT Smelter Nikel Indonesia dan smelter Nikel PT Cahaya Modern Metal Industri.
"Pada 2021, ditargetkan terdapat 23 smelter secara keseluruhan," ujar Ridwan dalam keterangan resmi, Selasa (8/6).
Baca juga: PLN Penuhi Kebutuhan Listrik Smelter di Sulawesi
PT Smelter Nikel Indonesia dikatakan sudah berhasil melakukan uji coba produksi. Namun, kegiatan ini terhenti sementara, karena menunggu tambahan dana untuk operasional. Sementara itu, PT Cahaya Modern Metal Industri di Banten sudah mulai kegiatan produksi.
Adapun dua smelter yang masih dalam tahap pengerjaan adalah smelter Feronikel PT Aneka Tambang Tbk (Antam) di Halmahera Timur, Maluku Utara. Berikut, smelter Prima Citra di Kalimantan Tengah.
Khusus smelter milik Antam, progres pembangunan mencapai 97,7%. Pembangunan proyek ini terkendala pasokan listrik, sehingga belum bisa beroperasi pada tahun ini. Pemerintah berharap pada Juli 2021, instalasi listrik di smelter tersebut akan rampung.
Baca juga: Ada Temuan Cadangan Migas di Kalimatan, SKK Migas: Segera Dibor
"Saya dapat informasi terkahir dari direksi Antam, sudah dilaksanakan lelang (pengadaan listrik). Mudah-mudahan dalam waktu dekat, Juli, akan selesai instalasi listrik di lokasi tersebut," jelas Ridwan.
Menyoroti smelter Prima Citra di Kalimantan Tengah, telah terbangun 99,87%. Saat ini, pemerintah masih menunggu tenaga ahli dari Tiongkok untuk memulai proses smelter pada Juni ini.
Dari total target 23 smelter yang akan beroperasi pada 2021, di antaranya 16 smelter nikel, 2 smelter tembaga, 2 smelter bauksit, 1 smelter besi, 1 smelter mangan, berikut 1 smelter timbal dan seng. Hingga 2024, pemerintah menargetkan 53 smelter beroperasi di Tanah Air.(OL-11)

PT Mitra Murni Perkasa (MMP), anak usaha dari MMS Group Indonesia (MMSGI), memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026.
INDONESIA pada 2024 tercatat mengimpor sekitar 10,4 juta ton bijih nikel dari Filipina—angka yang diperkirakan melonjak menjadi 15 juta ton tahun ini.
Hal itu adalah bukti komitmen pemerintah dalam menegakkan kedaulatan sumber daya alam dan menertibkan praktik ekonomi yang merugikan rakyat.
Kepala Negara mengungkapkan enam unit smelter timah yang beroperasi tanpa izin di kawasan konsesi PT Timah telah disita aparat penegak hukum.
Presiden meninjau langsung Barang Rampasan Negara yang telah melalui proses hukum, sebelum kemudian dilakukan penyerahan secara simbolis oleh Jaksa Agung kepada Kementerian Keuangan.
Bupati Kolaka Amri Djamaluddin mengungkapkan kehadiran Smelter Merah Putih yang dibangun putra bangsa, PT Ceria Corp, merupakan sebuah pencapaian besar di Kabupaten Kolaka.
Presiden menyebut, dalam beberapa tahun terakhir rakyat merasakan dampak dari tata kelola energi yang tidak beres.
Cahaya baru di rumah Arobi menghidupkan warga Fakfak. Arobi Namudat (66) tinggal di rumah kayu sederhana di Fakfak, Papua Barat.
Target Program BPBL tahun 2025 ini sejumlah 215.000 rumah tangga dengan instalasi terpasang akan selesai di akhir tahun ini.
Salah satu alasan pembuatan aturan baru LPG 3 kg adalah karena, saat ini, tidak ada aturan yang melarang pembelian bahan bakar itu oleh masyarakat mampu.
Tahap penjurian lomba karya jurnalistik & fotografi ESDM 2025 yang merupakan kerjasama Kementerian ESDM RI dengan Dari Balik Lensa Media Indonesia.
Ali menilai keberhasilan program ini dapat dijadikan acuan model bagi sektor industri ekstraktif lainnya di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved