Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Aher Sindir Kontribusi Manufaktur Jabar

AD/Ant
15/4/2016 02:40
Aher Sindir Kontribusi Manufaktur Jabar
(MI/MOHAMAD IRFAN)

SEBANYAK 53% perusahaan yang bergerak di sektor industri pengolahan (manufaktur) saat ini tercatat berada di Provinsi Jawa Barat.

Namun, saat diurutkan secara nasional, kontribusi manufaktur Jabar malah menempati posisi ketiga.

Keanehan itu diutarakan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan saat membuka puncak Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) untuk Penyusunan RKPD Jawa Barat 2017, di Bandung, kemarin.

"Tekanan industrinya ada di Jabar, tapi ketika bayar PPh (pajak penghasilan) badan ada di Jalan Thamrin dan Sudirman, Jakarta," sebut Aher, sapaan Gubernur.

Ia menjelaskan industri manufaktur dalam struktur perekonomian nasional masih memberi kontribusi sebesar 43% terhadap pendapatan domestik bruto (PDB) nasional. Karena itulah, Aher berharap banyak terhadap kemajuan sektor manufaktur di Jabar ke depan, terlebih laju ekonomi di provinsi itu tumbuh positif di angka 5,03%.

"Kita harus bisa melakukan prioritas supaya bisa 'men-trigger' urusan yang ada saat ini dan yang akan datang. Sekaligus saat ini kita sedang berusaha meluruskan sensus ekonomi kita," sebutnya.

Pada bagian lain, Aher juga menekankan pentingnya rumusan perencanaan pembangunan oleh pemkab dan pemkot.

Dua hal yang menurut Aher tidak bisa 'digeser' pada skala prioritas ialah pendidikan dan kesehatan karena ke-duanya menjadi hal pokok bagi Jabar.

"Pendidikan akan berkorelasi pada daya beli, yang berpengaruh sebanyak 94% pada kesejahteraan. Maka kita terus melakukan pembangunan di bidang pendidikan. Pembangunan kelas-kelas baru dan bantuan pendidikan lainnya. Kita akan membangun 100 sekolah baru SMK/SMA."

Sementara itu, masalah kesehatan perlu didukung ketersediaan air bersih karena 33% masyarakat Jabar belum bisa mengaksesnya.

"Air dan sampah dulu perlu diselesaikan, baru kita fokuskan masalah kesehatannya," pungkasnya. (Ant/AD/N-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya