Senin 10 Mei 2021, 10:21 WIB

Herman Deru Launching SONGKET, Aplikasi Deteksi Dini Karhutla

mediaindonesia.com | Nusantara
Herman Deru Launching SONGKET, Aplikasi Deteksi Dini Karhutla

DOK PEMPROV SUMSEL

 

UPAYA pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Sumatra Selatan tidak main-main. Sejak awal, pemerintah provinsi Sumatra Selatan sudah berkomitmen mengantisipasi dan mencegah bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya agar tidak terjadi seperti tahun-tahun sebelumnya.

Bukan hanya menyiapkan sumber daya alam dan peralatan, Gubernur Sumsel Herman Deru bahkan sudah mengucurkan Rp30 miliar pada tahun ini untuk mencegah karhutla di musim kemarau tahun ini. Tak hanya itu, Pemprov Sumsel juga berkolaborasi dengan instansi dan stakeholder lainnya untuk mengembangkan teknologi dalam pencegahan dini karhutla di Sumsel.

Herman Deru pun me-launching Sistem Operasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Terpadu (Songket) Sumatra Selatan di Griya Agung Palembang, Jumat (7/5). Ia mengaku bangga karena Sumsel sudah mampu membuat inovasi baru untuk melakukan deteksi dini atas potensi terjadinya karhutla.

Baca Juga: Enam Polda Ditunjuk Jadi Prioritas Cegah Karhutla

Ia menjelaskan Songket merupakan aplikasi pertama yang mengaplikasikan jarak dan rute terdekat menuju titik panas atau titik api berikut dukungan sumber daya air dan posko terdekat di Indonesia. Aplikasi Songket ini digagas oleh Pemprov Sumsel bekerja sama dengan Polda Sumsel, World Resources Institute (WRI) Indonesia, dan Forum DAS Sumsel.

“Nama aplikasi Songket sengaja dibuat dengan menggunakan kearifan lokal Sumsel, untuk pencegahan sejak dini potensi karhutla. Masyarakat juga bisa menjadi pelapor yang langsung dapat diterima oleh petugas yang ada di command center lengkap dengan live titik koordinat dan titik akses menuju lokasi. Lebih canggihnya, ada 11 menu unggulan yang menjadi perbedaan dari aplikasi yang pernah ada,” ujarnya.

Ia mengatakan aplikasi Songket didukung oleh server yang diberikan oleh WRI Indonesia kepada Pemprov Sumsel, dan aplikasi Songket ini sudah terintegrasikan dengan kamera pengintai (asap digital) bekerja sama dengan Telkom untuk dipasang pada tower BTS Telkom di Sumsel. 

Baca Juga: Cuaca Panas Menyerang, Pemprov Sumsel Siaga Karhutla

Herman Deru berharap ke depan, aplikasi Songket ini akan menjadi trend center bagi daerah lain yang daerahnya rawan terjadi karhutla, sehingga Sumsel menjadi penggagas aplikasi pertama dengan teknologi terbaru di Indonesia.

“Mudah-mudahan aplikasi  ini menjadi trend center untuk provinsi lain, ini aplikasi baru satu-satunya di Indonesia. Bahkan ketika ada report dari masyarakat di lapangan si operator langsung mengetahui jarak dan rute terdekat untuk akses ini, berikut lokasi sumber air dan posko terdekat,” katanya.

11 menu unggulan
Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri mengatakan ada 11 menu unggulan pada aplikasi Songket. Antara lain informasi jarak terdekat ketika ada terdeteksi titik api, termasuk data eksternal berupa peta data perkebunan milik perusahaan maupun perorangan, kamera pengintai (asap digital), dan batas kawasan.

“Termasuk masyarakat bisa memberikan informasi kepada kita, ini kita menggunakan satelit, menggunakan juga kamera pengintai (asap digital) yang bisa zoom sampai dengan jarak 4 kilometer. Keakuratannya bisa mencapai 95%, ditambah lagi masyarakat yang melaporkan cakupannya lebih luas,” tambahnya.

Sementara itu, Project Manager Restorasi Gambut WRI Indonesia Almo Pradana memberikan bantuan berupa satu unit server DELL Poweredge R740, satu unit sistem data & informasi ekosistem gambut dan satu unit sistem data dan informasi kehutanan kepada Pemprov Sumsel sebagai dukungan untuk program tersebut. (RO/S3-25)
 

Baca Juga

ANTARA FOTO/Didik Suhartono/

Pelaku Usaha Tidak Setuju Syarat Sertifikat Vaksin untuk Masuk Mal

👤Mediaindonesia 🕔Jumat 30 Juli 2021, 23:35 WIB
Di pusat perbelanjaan itu sangat ketat penerapan protokol kesehatan dibandingkan dengan pasar tradisional dan pusat kerumunan yang...
MI/BAYU ANGGORO

Organisasi Masyarakat Soroti Capaian Vaksinasi di Jawa Barat

👤Bayu Anggoro 🕔Jumat 30 Juli 2021, 23:20 WIB
Sejumlah persoalan masih jadi kendala vaksinasi di Jawa Barat, sehingga mengakibatkan capaian vaksinasi masih...
MI/BAYU ANGGORO

PDIP Jawa Barat Gulirkan Bantuan Sosial

👤Bayu Anggoro 🕔Jumat 30 Juli 2021, 23:05 WIB
Bantuan senilai total Rp12 miliar ini dikhususkan bagi warga yang menjalani isolasi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencari Abdi Negara di Tengah Pandemi

Jumlah pelamar di bawah perkiraan 5 juta orang dan menurun ketimbang perekrutan sebelumnya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya