Selasa 04 Mei 2021, 06:31 WIB

Peragaan Busana Digelar di Tengah Sawah di Magelang

Tosiani | Nusantara
Peragaan Busana Digelar di Tengah Sawah di Magelang

Mi/Dok Athan Siahaan
Peragaan busana di tengah sawah Svargabumi, Magelang, Jateng.

 

SEJUMLAH desainer kondang Tanah Air mencoba bangkit dari krisis ekonomi akibat pandemi covid-19 dengan menggelar peragaan busana di hamparan sawah wisata Svargabumi di daerah Magelang, Jawa Tengah, Senin (3/5).

Peragaan busana pertama sejak pandemi itu menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan covid-19.

Peragaan busana itu digagas Desainer Athan Siahaan. Acara tersebut mengusung tema 'When Culture Meet Nature'. Hal itu mengandung pesan berupa ajakan untuk menghargai karya. Sebab, budaya yang tercipta berasal dari alam yang dijaga.

Baca juga: Layanan Komunikasi di Papua Terhenti Bukan Kesengajaan

"Pesan dari Pagelaran When Culture Meet Nature adalah bahwa kita harus selalu menghargai dalam melakukan dan menciptakan sebuah karya. Karena Budaya yang Arif tercipta dari alam yang kita jaga," ungkap Athan, Senin (3/5) malam.

Selain Athan Siahaan, desainer lain yang juga unjuk karya di ajang peragaan busana tersebut adalah Ariesanthi, Lenny Hartono, Stefan Adji, Ucok M Sirait, Rachel Wang, Linda Susanti, Dimas Santoeso, dan Yayan Arsa.

Menurut Athan, kekuatan Lokal yang sangat potensial untuk diunggulkan adalah sumber daya masyarakat lokal yang bisa dieksplorasi secara global.

Potensi fashion nusantara sendiri di mata global disambut antusias dan positif. Hal itu amat menjanjikan untuk mengangkat ekonomi para pengerajin Wastra nusantara.

Pada tiap karyanya, para desainer mencoba memadupadankan kearifan para leluhur nusantara, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas ke Pulau Rote.

Disampaikan Athan, fesyen adalah designer itu sendiri. Fesyen adalah sebagai cerminan karya. Athan sendiri menampilkan karyanya dengan tema The Queen Of Toba.

Ia mengutarakan kesulitan yang dialami para desainer di masa pandemi ini. Para fesyen desainer Indonesia banyak yang terpuruk lantaran orderan baju sangat minim. Karenanya, fashion show ini merupakan langkah terobosan para desaigner untuk bangkit. Diharapkan ini menjadi role model untuk acara sejenisnya.

"Tujuan acara ini adalah untuk mengangkat kearifan lokal dengan visi misi untuk meningkatkan ekonomi kreatif ditengah pandemi," katanya. (OL-1)

Baca Juga

DOK PEMPROV KALSEL

Pj Gubernur Kalsel Semangati Korban Banjir di Satui 

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 17 Mei 2021, 06:00 WIB
Kepada para penyintas banjir, Safrizal memberikan semangat agar setelah kejadian bencana dapat melanjutkan aktivitas kehidupan seperti...
Dok. Pribadi

Kader PPP Miliki Kesempatan Sama Maju di Muswil Sumatra Utara

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 16 Mei 2021, 23:15 WIB
"Saya sudah berbicara dengan Ketum (Suharso Monoarfa) agar Sumut menjadi contoh muswil yang aman dan lancar, tidak ada calon titipan...
MI/Widjajadi

Stok Plasma Konvalesen Kosong, PMI Surakarta Ajak Donatur Berdonor

👤Widjajadi 🕔Minggu 16 Mei 2021, 19:19 WIB
PMI Kota Solo menyerukan para pendonor plasma konvalesen (PK) bisa aktif kembali, seiring habisnya stok plasma konvalesen per 15 Mei 2021....

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Optimalkan Potensi Zakat, Ekonomi Bergerak

Berdasarkan data outlook zakat Indonesia pada 2021 yang dipublikasikan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), potensi zakat Indonesia mencapai Rp327,6 triliun.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya