Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Jalur Kereta Cibatu-Cikajang Dikaji

AD
14/4/2016 03:10
Jalur Kereta Cibatu-Cikajang Dikaji
(www.garutkab.go.id)

PEMERINTAH Kabupaten Garut, Jawa Barat, masih membahas rencana mengaktifkan kembali jalur kereta api Cibatu-Cikajang.

Pada tahun ini, Direktorat Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan segera melakukan studi kelayakan pengaktifan kembali jalur tersebut.

Kabid Laut, Udara, ASDP Dinas Perhubungan Kabupaten Garut Hari Winaro mengatakan studi kelayakan akan dilakukan Kemenhub selama lima bulan untuk menentukan layak tidaknya pengaktifan jalur tersebut.

"Untuk sekarang ini, akan mengaktifkan terlebih dulu jalur wisata meski salah satu jalur kereta api telah dihentikan karena masalah operasional. Namun, langkah itu akan tetap dilakukan sesuai rencana pengaktifan jalur tersebut," kata Hari di Garut, kemarin.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Kemenhub, jalur rel kereta Cibatu-Cikajang sepanjang 47,4 km akan menghubungkan kawasan Garut Kota dengan Garut Selatan.

Pengaktifan jalur itu dilakukan untuk menunjang kebutuhan masyarakat terhadap transportasi massal dan mendorong perekonomian pariwisata.

Jalur kereta api itu melintasi Kecamatan Cibatu, Wanaraja, Garut Kota, Samarang, Bayongbong, Cisurupan, dan Cikajang. Bangunan stasiun di jalur itu masih ada.

Namun, satu di antaranya, yakni Stasiun Garut, kini ditempati oleh organisasi masyarakat.

"Setelah lama dihentikan, kondisi sekarang ini di sekitar jalur kereta api dipenuhi rumah penduduk dengan menggunakan sistem sewa, dalam klausal perjanjian dengan PT KAI," terang Hari.

Apabila PT KAI mendesak sangat memerlukan tanah tersebut, para penyewa harus sukarela mengembalikan hak tanah yang dimiliki PT KAI.

Rencana pengaktifan jalur kereta api dari Cibatu-Cikajang bisa dilakukan pada 2018.

Terlebih pemerintah telah memiliki Perda No 11 Tahun 2011, tentang Jaringan Sistem Perkeretaapian.

Sementara itu, jalur kereta api sepanjang 15 meter tepatnya di Cibatu Km 224+1/2 antara Bumiwaluya dan Warungbandrek, Kabupaten Garut, Jawa Barat, longsor sedalam 5 m pada Selasa (12/4) sekitar pukul 19.45 WIB.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Garut Dadi Jakarya mengatakan tanah longsor dipicu hujan deras yang terjadi sejak sore hingga malam hari.

Perbaikan bantalan rel telah dilakukan meski masih tahap pemadatan.

Jalur kereta yang sempat tidak bisa dilewati kini kembali normal meski terjadi keterlambatan selama 8 jam. (AD/N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya