Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKI di tengah-tengah sulitnya perekonomian karena dampak covid-19, Ketua Pelaksana Program Keluarga Harapan (PPKH) Pematangsiantar sekaligus Kepala Bidang Sosial Risbon Sinaga menyambut baik dan mengapresiasi serta berharap seluruh peserta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) yang ekonominya sudah baik dan mampu, mengundurkan diri (graduasi mandiri) dari PKH dengan sukarela tanpa ada paksaan. Hal ini agar bantuan sosial Program PKH, benar-benar tepat sasaran.
"Diharapkan kepada KPM secara khusus PKH, agar bergiat meningkatkan taraf hidupnya, jangan justru jadi malas (berleha leha) akibat adanya bantuan Sosial Program PKH. Bantuan dari pemerintah, dalam hal ini Kementerian Sosial, bukanlah bantuan seumur hidup atau berupa warisan dan masih banyak lagi yang lebih layak menerima," kata kata Risbon Sinaga didampingi Kordinator PKH Rudi Hartono dan Pendamping PKH Kelurahan, Jumat (23/4).
Dia menambahkan bahwa masih banyak sekali yang belum tersentuh bantuan dari pemerintah. "Oleh karena itu kepada seluruh KPM PKH lain, khususnya KPM PKH Tahun 2014, haruslah menyatakan diri siap keluar dari kepesertaan PKH jika ekonomi sudah mapan,” imbuhnya.
Nirma Gultom, salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) peserta tahun 2014 mengundurkan diri (Graduasi Mandiri) dari Program Keluarga Harapan (PKH) dengan sukarela.
“Saya bersyukur sudah bangkit dari kemiskinan ini karena suami sudah bekerja dan sudah bisa mandiri. Semoga bisa memberikan kesempatan bagi orang yang masih di bawah perekonomiannya dan saya juga tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada Kementerian sosial,” kata Nirma Gultom.
Selama mendapat bantuan sosial, kata Nirma, dirinya selalu dibimbing dan diberikan motivasi dari pendamping untuk bangkit dan berusaha meningkatkan pendapatan.
Melihat kondisi KPM Nirma saat ini, Pendamping dan Koordinator kota Pematangsiantar Rudi Hartono menyempatkan waktu berkunjung ke rumah KPM PKH di Jalan Pisang, Kelurahan Pardamean, Kecamatan Siantar Marihat, yang mengundurkan diri secara mandiri untuk memberikan apresiasi.
“Tidak sia-sia usaha dari Pendamping PKH selama ini dalam melaksanakan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) dengan mengisi materi-materi dan informasi yang dapat menggugah hati dan perasaan kepada KPM PKH sehingga berani menyatakan diri keluar dari kepesertaan dan Graduasi mandiri,” ujarnya. (AP/OL-10)
MARAKNYA aksi pencurian meteran air PDAM milik pelanggan di Kota Pematangsiantar, pihak PDAM Tirta Uli membantah isu yang berkembang di masyarakat mengenai adanya dugaan persekongkolan.
Pansus DPRD Kota Pematangsiantar menelusuri dugaan penyimpangan prosedur administrasi dan mark-up harga pembelian eks rumah singgah Covid-19.
Optimalisasikan anggaran untuk meningkatkan pelayanan publik.
Wamen Fajar juga memotivasi para murid yang banyak bercita-cita ingin menjadi guru. Salah satu murid menuturkan alasan kenapa ia mau menjadi guru.
Dewan Pendidikan Kota Pematangsiantar Robert Tua Siregar mengatakan program ini dirancang untuk meningkatkan asupan gizi anak.
PLN UP3 Pematangsiantar juga telah menyiagakan tim operasional yang akan bertugas secara terkoordinasi selama periode Nataru
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved