Senin 12 April 2021, 11:38 WIB

Pariwisata Riau Kembali Bangkit

Rudi Kurniawansyah | Nusantara
Pariwisata Riau Kembali Bangkit

MI/Dok Humas Riau
Peluncuran Calendar of Event (CoE) 2021, untuk kebangkitan pariwisata di Provinsi Tiau, Minggu (11/4/2021)

 

SEKTOR pariwisata di Bumi Lancang Kuning, Riau, berupaya bangkit kembali, dengan spirit baru dan langkah baru. Menghadirkan pikiran-pikiran, inovasi, dan visi yang baru, sembari tetap konsisten dalam menggaungkan pentingnya menjaga protokol kesehatan. Dinas Pariwisata Riau memulai gerakan kebangkitan dengan meluncurkan Calendar of Event (CoE) 2021, setelah selama lebih kurang setahun, sektor pariwisata lumpuh akibat pandemi.

Tahun 2021 ini, sebanyak 73 event diusulkan dari kabupaten dan kota. Peluncuran agenda wisata itu, digelar di Anjung Seni Idrus Tintin, Kota Pekanbaru, Minggu (11/4) malam. Acara itu juga ditandai dengan memperkenalkan sistem informasi pariwisata berbasis digital yang diberi nama Jemari atau jendela informasi pariwisata Riau.

CoE 2021 yang digagas oleh Dinas Pariwisata Riau ini menjadi penting, bukan hanya dalam menandai pembenahan sektor kepariwisataan. Namun, lebih jauh menjadi medium kebangkitan bersama. Karena itulah, acara itu bertemakan Reborn atau kebangkitan kembali.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Uno turut hadir melalui virtual mengatakan acara yang digagas Dispar Riau itu memilih tema yang keren.

"Reborn, menunjukkan optimisme, semangat bangkit kembali. Diharapkan tidak hanya bangkit kembali di masa pandemi, tetapi juga lahir kembali, memperbaiki diri," kata Sandiaga Uno.

"Mari kita naikan level dan kualitas kita. Juga kita tinggikan semangat motivasi, bukan hanya sekedar bertahan, tapi bisa melihat peluang untuk menjadi pemenang," ujar Menparekraf.

Pada kesempatan itu, Sandiaga Uno mencoba menawarkan suatu konsep platform kerja sama bertumpu pada tiga strategi, adalah inovasi, adaptasi, dan kolaborasi.

"Pascapandemi event akan lebih localized, personalized, customized, dan smaller size. Singkatnya, setiap events akan menggali potensi lokal, dan memberikan manfaat kepada masyarakat lokal dan memberikan kesan dan manfaat terbaik bagi wisatawan," jelas Sandiaga Uno.

Kemenparekraf telah meluncurkan Event Kharisma Nusantara. Dimana event itu juga mendorong tiga aspek utama, antara lain, relevan, digitalize, dan sustainability.

"Tiga aspek dasar penyelenggaraan event adalah, local wisdom (potensi lokal), empowering (memberdayakan), dan adaptasi protokol CHSE (cleanliness, health, safety, dan environment sustainability)," lanjutnya,


Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Riau Roni Rakhmat mengatakan kegiatan kali ini, adalah salah satu representasi atas ide yang muncul dari kalangan yang beragam. Selain memperkenalkan Aplikasi Jemari yang berupa panduan bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Riau.

"Meski terhitung sebagai pendatang baru di belantika kepariwisataan nasional, kita percaya bahwa Riau mampu. Salah satu yang jadi ceruk potensial itu, tentu saja dengan mengarahkan skala prioritas di sektor Pariwisata Halal," ujar Roni Rakhmat. (OL-3)

Baca Juga

Dok. CBiznet

Biznet Hadirkan Internet Cepat untuk Fasilitas Umum di Kupang

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 19 Mei 2021, 02:00 WIB
Adi menuturkan, kerja sama itu mencakup dukungan Biznet dalam penyediaan koneksi WiFi gratis di berbagai fasilitas umum, seperti...
modernpest.comI

Telah Sepekan Delapan Desa di Aceh Diserang Lalat

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 19 Mei 2021, 00:39 WIB
Masyarakat dari delapan desa di Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Provinsi Aceh merasa resah dengan munculnya...
MI/Kristiadi

Tahanan Wafat karena Covid-19, Polisi dan Tahanan Di-Swab Antigen

👤Kristiadi 🕔Selasa 18 Mei 2021, 23:22 WIB
Atas kejadian tahanan positif Covid-19 tersebut membuat 30 anggota Polisi dan 12 orang tahanan lain harus menjalani pemeriksaan swab...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Berebut Fulus dari JAKARTA

Jawa Barat menjadi primadona pariwisata bagi warga Jakarta. Namun, sejak pembangunan jalan tol dan terhubung dengan tol trans-Jawa
menyebabkan fulus wisatawan Jakarta terbelah.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya