Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil mendukung langkah pemerintah
pusat yang melarang mudik Lebaran 2021. Menurutnya ini merupakan langkah tepat untuk meminimalkan penyebaran virus korona.
Berkaca dari pengalaman sebelumnya, Emil menyebut libur panjang Natal
dan tahun baru mengakibatkan kenaikan kasus korona. Dia berharap hal ini tidak terulang sehingga mudik lebaran harus dilarang.
"Mudik, kita satu frekuensi dengan pusat. Dulu mudik libur Natal, tahun
baru, kasus korona naik," katanya saat menghadiri Festival Ekonomi
Keuangan Digital di Kabupaten Garut, Jumat (9/4).
Terlebih, Emil menyebut, saat ini kasus penyebaran covid-19 tengah menurun sehingga diharapkan mempercepat pemulihan. "Sekarang lagi bagus, kasus lagi turun. Mudik sepakat tahan dulu, sehingga bisa mengendalikan penyebaran."
Disinggung dampak terhadap ekonomi khususnya di desa, Emil tidak memungkiri. "Keuntungan nanti kita rasakan, ketika virus korona benar-benar hilang. Sekarang ada pengorbanan dulu," katanya.
Di tempat yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat
Herawanto mendukung langkah tersebut, meski mengakui larangan mudik berdampak terhadap perekonomian khususnya di desa.
"Selalu ada dampak alternatifnya. Sehingga ketika kita harus
menghitung, harus tahu," katanya.
Dia menyontohkan, dampak ekonomi yang dirasakan saat mudik diperbolehkan belum tentu sebesar kerugian finansial akibat kembali maraknya penyebaran virus korona. "Kalau diizinkan dampak ke ekonominya seperti apa, kalau dilarang seperti apa," katanya.
Oleh karena itu, dia mengajak semua pihak untuk lebih bijak dalam
menyikapi hal ini. "Jadi jangan hanya lihat dari jangka pendek.
Keputusan ini sudah diperhitungkan masak-masak," tandasnya. (N-2)
DI tengah ritme kehidupan yang semakin cepat, menjaga kualitas interaksi dalam keluarga menjadi tantangan tersendiri.
Setelah perjalanan mudik jarak jauh di atas 500 km, terutama jika kendaraan kita yang umumnya sempat membawa beban berlebih, pemeriksaan dasar menjadi sangat penting.
MOMENTUM libur Idulfitri 1447 H menjadi berkah tersendiri bagi pelaku usaha di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Bagi pemilik mobil hybrid seperti HEV dan PHEV, pemeriksaan dasar pada ban, rem, dan kaki-kaki tetap menjadi kewajiban. Namun, sistem kelistrikan dan baterai memerlukan atensi tambahan.
Dalam satu hari tersebut, jumlah transaksi pengisian daya mencapai 18.088 kali dengan total konsumsi energi sebesar 427.980 kWh.
LEBARAN 2026 menjadi periode vital bagi ekonomi Indonesia yang ditandai dengan lonjakan tajam jumlah uang tunai yang beredar di masyarakat
Setelah perjalanan mudik jarak jauh di atas 500 km, terutama jika kendaraan kita yang umumnya sempat membawa beban berlebih, pemeriksaan dasar menjadi sangat penting.
Bagi pemilik mobil hybrid seperti HEV dan PHEV, pemeriksaan dasar pada ban, rem, dan kaki-kaki tetap menjadi kewajiban. Namun, sistem kelistrikan dan baterai memerlukan atensi tambahan.
Dalam satu hari tersebut, jumlah transaksi pengisian daya mencapai 18.088 kali dengan total konsumsi energi sebesar 427.980 kWh.
Fokus utama petugas saat ini adalah memastikan kelancaran kendaraan yang masuk ke arah Jakarta setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi pada arus mudik.
Berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran periode 22 Maret hingga 25 Maret 2026 pukul 14.00 WIB (H hingga H+3), jumlah penumpang yang kembali ke Jawa baru mencapai 36,4% dari total pemudik.
"Perubahan cuaca yang cepat juga perlu menjadi perhatian dalam merencanakan perjalanan darat, laut, dan udara, termasuk aktivitas luar ruang seperti ibadah dan wisata."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved